
melihat adiknya yang menangis daniel pun mendekati adik nya dia mengelus kepala adiknya dengan penuh kasih sayang "dek jangan nangis terus dong nanti cantik nya hilang loh " bujuk daniel kepada cantika, cantika pun menoleh ke arah daniel dia menatap kakak nya selama ini hanya daniel yang mengerti keadaan nya " loh kok ngeliatin nya gitu banget sih ? senyum dong " kata daniel sambil mencubit pipi adiknya " ih apaan sih bang sakit tauk" cantika menepis tangan kakak nya sambil memonyngkan mulutnya yang menambah kesan imut diwajah nya
__ADS_1
"ngak usah nagis terus yuk kita ketaman belakang aja" ajak daniel " nga usah bang aku langsung ke kamar aja" tolak cantika "ya udah" cantika pun berjalan menuju kamarnya dengan langkah yang lunglai, daniel terus melihat punggung adiknya sampai pemilik punggung itu menghilang Terkadang ia bingung dengan pemikiran kedua orang tuanya yang selalu tidak adil memperlakukan cantika.
__ADS_1
dikamar cantika langsung berbaring di kasur empuk nya, dia memikirkan kedua orang tua nya yang selalu kasar dan acuh kepadanya selama ini cantika selalu sabar atas perilaku kedua orang tuanya tapi kali ini dia tidak habis pikir karena kedua orang tuanya secara tidak langsung mengusirnya "sebenarnya apa salah ku?" tanya cantika dalam hati dia terus melamun memikirkan hidupnya yang tragis sampai sampai ia terertidur
__ADS_1
"kak sebenernya rumah bik idah tu tepat nya di mana sih kak yang aku tau rumah bik idah itu ada di palembang tapi tepat nya aku nga tau" tanya cantika ke daniel "kakak juga ngak tau dek, emang nya kenapa ?" tanya balik daniel " ya aku pengen tau aja kondisi nya kayak apa" jawab cantika sambil memakan kue coklat yang dibawakan oleh daniel karna memang selama seminggu sebelum keberangkatan nya dia selalu melamun di kamar kadang kadang ia membaca buku untuk menghilangkan rasa bosan dan Daniel pun tidak pernah absen datang ke kamarnya sambil membawa kue coklat dan terkadang buket bunga. seperti saat ini saat daniel memperhatikan cantika yang sedang lahap makanan kue coklat yang di bawakan nya tadi "kamu lucu ya kalau lagi makan kayak bocah " tegur daniel sambil membersihkan sudut bibir cantika yang belepotan coklat "biarin" jawab cantika cuek sambil terus memakan kue nya, daniel pun hanya senyum melihat tingkah adik nya yang mengemaskan itu
__ADS_1
saat daniel dan cantika asik bercerita tiba tiba mama dan papa nya datang "cantika kamu cepetan packing barang yang akan kamu bawa ke rumah bik idah besok bawa seperlunya aja, inget besok subuh kamu berangkat" kata mama nya dengan nada yang sangat kasar "ia ma" jawab cantika dengan menunduk "daniel mama papa berangkat ya" kata mamanya yang berpamitan kepada daniel dengan nada yang sangat lembut, ada rasa kecewa yang dirasakan cantika karena sikap kedua orang tuanya yang berbeda memperlakukan dirinya dan daniel "mama sama papa mau kemana?" tanya daniel "kita mau ke london karna ada urusan" jawab papa daniel dengan penuh wibawa " oh ya udah" jawab daniel cuek, setelah itu kedua orang tuanya pun pergi dan berpamitan kepada cantika. "udah dek ngak usah di pikirin sikap mama sama papa ya" kata daniel sambil mengelus rambut adiknya "iya bang" jawab cantika lesu "ya udah abang keluar ya " cantika pun hanya mengangguk "kamu tidur ya ini udah malam" kata daniel memperingati adiknya sambil berlalu pergi
__ADS_1