Aku Yakin Dia Adalah Jodohku

Aku Yakin Dia Adalah Jodohku
Bahagia dan Tangis


__ADS_3

Hari Minggu, tepat Kiki melamarku dengan resmi. Hari itu yang selalu aku yakini dulu bahwa pasti akan ada hari yang tepat untuk kita bersama dalam satu ikatan. Dengan gagahnya kiki memakai baju batik biru dan celana hitam mengungkapkan semua perasaannya padaku di depan keluarga besar.


Aku selalu teringat akan kata-kata ini, Allah akan mengabulkan apa yang kita yakini. Ternyata memang benar hal itu tepat terjadi pada diriku.


Tak lupa di hari lamaranku Kaka datang bersama mama dan ayahnya. Tak nampak kesedihan yang mereka alami meskipun keinginan mereka tidak bisa terkabulkan namun mereka tetap yakin bahwa jodoh memang tidak bisa kita paksakan. Sekeras apapun usaha kita, pengorbanan kita pada dasarnya jika bukan jodonya tidak akan pernah di persatukan.


Tiba saatnya Pembawa acara mengizinkan Kiki untuk berbicara,


“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Mama dan Bapak dari perempuan yang saya Cintai yaitu Rivi Anggreani, saya Rifki Tirta Anjaya mau meminta izin kepada Bapak dan Mama untuk bisa merestui Kiki untuk meminang dan menjadikan Ivi sebagai pasangan hidup Kiki untuk selama-lamanya. Namun sebelumnya Kiki mau bertanya pada Ivi. Sejak dulu pertemuan kami berlangsung, pada masa itu masa SMP Kiki dan Ivi pernah disatukan dalam kelas yang sama meskipun hanya satu tahun. Dan tak lupa juga selama masa SMA kami juga dipersatukan kembali sampai lulus. Namun saat itu kami hanya sebatas teman yang mempunyai perasaan berbeda. Kiki yang dulu memang tak bisa menyimpan hati buat Ivi namun semenjak beberapa tahun kebelakang semua jawaban dari doa kiki selama ini yang selalu Kiki panjatkan kepada Allah perihal jodoh Kiki dan Alhamdulillah Allah kasih petunjuk dengan baik dan semua meruju kepada sosok Ivi. Oleh sebab itu Kiki mau tanya sama Ivi, Apa Ivi bersedia menjadi pasangan hidup Kiki?”


“Tiba saatnya Rivi untuk menjawab pertanyaan Rifki” Ucap Pembawa acara itu.


“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Saya Rivi Anggreani bersedia menjadi pasangan hidup Kiki. Jawabku dengan singkat.


“Alhamdulillahirabbil’alamiin.... Jawaban Ivi sangat singkat padat dan jelas ya, haha” Ucap Pembawa acara itu sembari becanda,


"Dan selanjutnya silahkan kepada Ibu dan Bapak dari Rivi untuk mengungkapkan satu dua kata jawaban dari permintaan izin Kiki." Saut Pembawa acara


"Baik terimakasih, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, bismillahirrahmanirrahim... Saya bapak dari Ivi merestui nak Kiki untuk anak saya, saya titip kepada nak Kiki jaga Ivi dan bimbing Ivi dengan baik, jangan lupa juga sayangi anak bapak dengan segenap hati." Jawab bapakku


"Alhamdulillahi rabbil'alamiin, pihak keluarga dan Ivi sudah menerima pertunangan ini, tiba pada saatnya untuk Ibu dari Kiki memasangkan cincin untuk Ivi sebagai simbol dari pertunangan ini."


Singkat cerita, diakhir acara tak diduga kejadian yang tak aku inginkan tiba.


Disaat foto bareng keempat kakakku, mama dan bapak berakhir tiba-tiba bapak pingsan, dan setelah beberapa menit di pindahkan ke tempat tidur ternyata bapak sudah tidak ada.. Inalillahi wa Inna ilaihi raji’un. Sungguh pada hari itu aku tak tau harus bahagia atau sedih. Aku akan mendapat pendamping hidup namun aku juga harus melepas sosok pendamping hidup aku dari kecil, semua tangis pecah.. .Sejak dulu salah satu keinginan keluargaku termasuk bapak yaitu ingin melihat aku bersanding di pelaminan. Namun nyatanya aku belum sempat mengabulkan keinginannya itu, satu langkah menuju tercapai keinginannya Allah berkehendak lain.


Padahal tak lama lagi hanya menunggu waktu satu Minggu keinginannya itu akan tercapai. Satu Minggu yang akan datang aku dan Kiki akan segera resmi menikah.

__ADS_1


Dipemakaman sebenarnya aku tak kuasa aku menahan tangis ini. Namun harus tetap tegar sebab jika terus-terusan tangis ini pecah akan menyebabkan seseorang yang meninggal akan lebih sedih ketika melihat keluarganya terlalu larut dalam kesedihan akibat ditinggalnya.


Aku tak mau hal itu terjadi, ku bendung semua tangis ini, dan Kiki selalu menguatkanku.


“Sudah ya sayang! Allah punya rencana lain buat kita, Kita berencana ini, itu, tapi takdir Allah lebih baik. Bapak pasti dapat tempat yang baik, apalagi selain amalan bapak yang selalu baik, bapak juga punya anak-anak yang baik yang Sholeh dan Sholehah seperti kamu ini, kamu dimataku adalah sosok wanita yang kuat dan tegar, semua masalah bisa kamu atasi dengan baik, kamu sabar kamu bisa ikhlas.”


Aku hanya menganggukkan kepala membalas semua kata-kata Kiki sembari menahan tangis.


....


Seusai pemakaman bapak, di depan Keluargaku, Kiki bertanya khususnya ke Mama,


“Mohon maaf dengan berat hati Kiki menanyakan hal ini ma, untuk acara pernikahan Kiki sama Ivi apakah akan tetap di tanggal yang sudah ditentukan apa harus mundur dengan melihat kondisi seperti ini? Mohon maaf Mama Kiki menanyakan hal ini sebab pihak catering, rias, dan yang lainnya sudah bertanya-tanya, dan Kiki mau mengkonfirmasi kepada pihak tersebut.”


“Iya gak papa Nak Kiki, pernikahan kalian harus tetap berjalan dengan jadwal yang sudah ditentukan bagaimanapun kondisinya.” Kata Mama


"Iya nak Kiki, tidak apa-apa Mama paham."


Satu Minggu tepat setelah meninggalnya Bapak, dan hari tunanganku bersama Kiki berlangsung, Kami resmi menjadi suami dan Istri...


Kiki berjabat tangan dengan kakakku, di sana perasaanku tak bisa dikendalikan, tegang sekali.


“Saya terima nikahnya Rivi Anggreani binti Bapak Dadi dengan mas kawin emas seberat 50 gram dibayar tunai.”


Kalimat itu menjadi kalimat istimewa yang akan selalu diingat dan menjadi tanggung jawab besar bagiku untuk hari-hari kedepannya menjadi seorang istri.


Bahagia rasanya sampai pada titik ini. Meski sedikit ada yang hilang yakni menikah tanpa diwalikan oleh bapak namun bahagia ini harus tetap aku tunjukkan untuk menyapa semua teman-teman dan kerabatku yang datang.

__ADS_1


Aku yakin di hari itu bapak hadir di acaranya dan melihat aku bersama Kiki namun hanya saja aku tak bisa melihat wujudnya.


Bapak pasti bahagia melihat kejadian hari ini oleh sebab itupun aku semakin kuat untuk tidak bersedih.


Dari kejauhan aku melihat Mama Kaka datang bersama perempuan yang sama sekali tak aku kenali, tinggi, putih, bulu matanya jentik memakai baju kebaya berwarna ungu, warna kesukaan Kaka. Tak lama dari sana Kaka menghampiri perempuan itu dan Mamanya. Aku langsung berpikir bahwa perempuan itu adalah calon istri Kaka dan ketika aku tanya sama Kakanya langsung memang benar dia adalah Calonnya. Bahagiaku bertambah setelah mengetahui kabar itu.


"Selamat Ki, Vi. Saqinah, mawadah, warahmah."


"Aamiin, aamiin, makasih Kaka." Saut Aku dan Kiki


"Itu calon kamu Ka?" Tanyaku


"Iya, Vi. Do'ain ya."


"Alhamdulillah, berarti selamat juga ya buat kamu."


"Cepet nyusul bro." Ucap Kiki


"Siap Bro. Hehe."


Dan itulah kisah cintaku, kisah sabar untuk menjemput jodoh dan ikhlas untuk ditinggal bapak.


Tetap yakin sama apa yang kamu inginkan, sebab Allah selalu mengabulkan apa yang hambanya yakini. Perbedaan bukan penghalang untuk bersama, namun menjadi tantangan yang harus dilewati untuk menuju indahnya bersama.


Orang yang hidup dengan frekuensi yang sama itu mudah, namun orang yang hidup dengan beberapa frekuensi yang berbeda ia adalah orang yang luar biasa.


Terimakasih......

__ADS_1


__ADS_2