Akun Facebook Si Pendiam

Akun Facebook Si Pendiam
Kelulusan


__ADS_3

Seminggu berlalu


Waktu yang di tunggu-tunggu telah tiba, yaitu hari kelulusan bagi semua siswa dan siswi yang telah selesai melaksanakan Ujian Nasional.


Semua murid berkumpul di aula untuk menunggu hasil kelulusan. Sedangkan kepala sekolah beserta segenap guru mempersiapkan diri untuk mengumumkan hasil Ujian Nasional itu.


"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Puji serta syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT. Karena dengan rahmat-Nya, kita bisa berkumpul kembali di acara kelulusan ini.


Anak-anak peserta didik kelas XII yang saya banggakan, hari ini merupakan hari yang bersejarah bagi kalian. Karena kalian semua telah LULUS. Tentu semua itu tidak lepas dari perjuangan, dukungan dari orang tua dan ibu atau bapak guru semuanya.


Saya mewakili segenap guru dan karyawan di sekolah ini, mengucapkan selamat sukses kepada kalian semua.


Demikian sambutan dari saya, semoga Allah Yang Maha Kuasa memberkahi kita." ucap kepala sekolah.


Yeeeeeeeee.. semua murid serentak bersorak gembira.


Suasana di ruangan itu membuat merinding semua orang yang ada di sana, karena hanyut dalam kebahagiaan.


"Oh ya, selamat juga kepada siswa dan siswi yang memiliki nilai ujian tertinggi di sekolah ini. Teruntuk nama yang saya panggil, segera naik ke atas panggung ini!" seru MC.


Suasana yang ramai di ruangan itu tiba-tiba menjadi hening.


Deg deg deg..


Semua orang termasuk Riri berdebar-debar ingin mengetahui siapa yang mendapatkan nilai ujian tertinggi di sekolah itu.


"Juara ketiga yang memiliki nilai tertinggi dengan Nem 36,55 dari skala 40,00 adalahh...."


"Bima!! Selamat kepada Bima!"


Semua orang memberikan tepuk tangan kepada Bima.


"Wah pada hebat ya teman-teman ini." ucap Riri dalam jati dengan bibir tersenyum bangga sambil memberikan tepuk tangannya.


"Sedangkan juara kedua di raih oleeeh...."


"Duhhh, kok aku jadi deg-deg an gini ya dengernya." ucap Riri dalam hati.


"Untuk juara kedua adalah...."


"Selamat kepada Riri Tri Handaya. Kepada Riri silahkan untuk segera naik ke panggung ini."

__ADS_1


Lina yang merasa kaget langsung melihat ke arah Riri yang berada di sebelahnya, "Hah Ri, hebat banget kaamuuu!" ucap Lina tersenyum bangga dengan mata yang melotot sambil memegang tangan Riri.


"Hah? Itu aku? Apa? Apa aku gak salah denger?" kata Riri bingung.


"Iya itu kamu ih cepet sanaa!" kata Lina sambil menarik tangan Riri untuk bangun dari tempat duduknya.


"Kepada Riri silahkan untuk segera naik ke atas panggung."


"I..itu aku? Aku masih tak yakin! Apakah ini semua cuma mimpi?" ucap Riri dalam hati dengan mata yang berbinar-binar mencubit pahanya yang ia kira masih ada di dalam mimpi sambil mendengar suara tepuk tangan yang meriah untuknya.


Riri pun berjalan menuju panggung dengan wajah yang sumringah "Alhamdulillah, ternyata tak ada yang sia-sia selama kita mencoba." ucap Riri dalam hati.


"dan juara pertama adalaaaaahhhh.. adalaaahhh.... pada penasaran yaaa?" ucap MC.


"Juara pertama di raih oleh Raisa dengan Nem 38,75 dari skala 40,00.. Selamat kepada Raisa, silahkan untuk segera menaiki panggung."


Semua orang memberikan tepuk tangan kepada siswa dan siswi yang mendapatkan peringkat dengan nilai tertinggi itu.


Kepala sekolah pun memberikan piagam penghargaan serta piala kepada ketiga siswa / siswi itu dan melakukan sesi foto bersama.


Riri merasa senang karena ia dapat membuktikan kalau dirinya bisa.


Mereka satu per satu memberikan ucapan terimakasih, kesan serta pesan yang telah mereka lalui selama berada di sekolah itu.


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,


Pertama-tama saya ucapkan terimakasih kepada Allah SWT yang telah memberikan kemudahan, kelancaran kepada saya dan kita semua dalam menuntut ilmu, serta kedua orangtua yang selalu memberikan do'a, serta dukungannya kepada saya. Terimakasih juga kepada segenap guru yang telah memberikan ilmu pengetahuannya kepada kami semua, hingga kami bisa mencapai di titik ini. dan selamat kepada teman-teman semua yang telah berjuang bersama-sama sampai kita merasakan kelulusan ini.


"Kamu tidak perlu menjadi luar biasa untuk memulai, tapi kamu harus memulai untuk menjadi luar biasa - Zig Ziglar."


Sekian dari saya, mohon maaf apabila ada yang kurang berkenan dengan perilaku atau sifat saya selama ini. Saya ucapkan terimakasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Whoaaaa.. teriak semua orang sambil memberikan tepuk tangan kepada mereka.


Mereka pun segera turun dari atas panggung dan kembali duduk di tempat yang mereka duduki sebelumnya.


Riri berjalan melewati teman sekelasnya yang pernah membuat Riri merasa terpuruk.


Saat Riri melewatinya, ia mendengar obrolan mereka.


"Ehh kok bisa ya dia dapet nilai tinggi, padahal kan di kelas kita juga banyak yang pinter, contohnya si Bambang, tapi kok si Riri yang dapet ya? aneh gak sih?" ucap teman sekelas Riri berbisik ke teman sebelahnya sambil melihat Riri berjalan melewatinya.


"Huh lagi-lagi orang itu." ucap Riri melirik.

__ADS_1


"Iya ya, mungkin memang kebetulan kalau dia dapet nilai tinggi, oh atau dia bawa contekan pas ujian? Upsss." ucap teman sekelas Riri pura-pura kaget sambil menutup mulutnya.


"Iya ya kayaknya dia bawa contekan deh." ucapnya sinis.


Riri yang berjalan melewati mereka pun tiba-tiba..


"Awww, sakit!" ucap teman sekelas Riri.


"Eh maaf, aku gak sengaja." kata Riri menyunggingkan senyum manis di bibirnya yang tipis.


Riri meminta maaf kepada mereka, padahal ia sengaja menginjak kaki mereka. Karena Riri sudah muak dengan perkataan teman-temannya itu.


Sedangkan Lina menyambut Riri yang datang menghampiri dan duduk di sebelahnya.


"Duh hebat banget sih sahabatku iniiiii, selamat ya!" kata Lina sambil mengerucutkan bibirnya seperti bebek.


"Hehehe, makasih ya Lin. Makasih juga kamu udah mau temenan sama aku dari kelas satu sampai akhirnya kita lulus bareng." ucap Riri memberikan senyuman kepada Lina.


"Iyaa, sama-sama Ri." kata Lina merangkul tangan Riri.


Mereka pun melihat sambutan tarian serta drama musikal yang di bawakan oleh adik kelas mereka.


Tak terasa, waktu pun sudah menunjukkan pukul 14.00 WIB. Acara pun selesai, dan semua orang meninggalkan ruangan itu.


Riri segera pulang ke rumah untuk memberitahukan hasil yang ia dapatkan kepada Ambu dan Abah. Ia berjalan dengan penuh semangat membawa penghargaan dan piala yang ia dapatkan itu.


"Assalamu'alaikum Ambu, Abah." kata Riri.


"Wa'alaikumussalam, eh bawa apa ini? kata Ambu menghampiri.


"Riri dapat penghargaan dan piala dari sekolah karena Nem Riri tinggi, Mbu! Peringkat kedua mbu! Peringkat keduaaa!!" kata Riri senang sambil memeluk ambu.


"Alhamdulillah, Abah sini cepetann!" Ambu berteriak senang sambil memanggil Abah.


"Aya naon?" (ada apa?) kata abah.


"Riri dapat nilai ujian tertinggi peringkat kedua bah!" ucap Riri bergembira.


"Alhamdulillah." ucap Abah bersyukur sambil mengusap wajah dengan kedua telapak tangannya.


"Terimakasih ya Ambu, Abah. Riri bisa seperti ini karena dukungan kalian. Terimakasih atas kasih sayang, dukungan, dan perjuangan kalian sampai Riri bisa tumbuh sampai saat ini. Riri minta maaf ya kalau Riri pernah membuat kalian kecewa dan belum bisa menjadi anak yang baik untuk kalian." ucap Riri dalam hati yang tulus sambil mengalir air mata membasahi pipinya.


Ambu yang mendengar perkataan Riri pun menangis serta memeluk tubuh Riri. Sedangkan Abah mengelus kepala Riri, dan Ambu pun berkata "Nggak kok! Riri adalah anak yang baik, dan nurut sama orangtua. Ambu dan abah bangga sama Riri."

__ADS_1


Aku beruntung memiliki mereka. Ya Allah, berilah kesehatan serta kebahagiaan di dunia dan akhirat kepada kedua orang tua hamba. Aamiin. ucap Riri dalam hati sambil tersenyum dan merasakan hangatnya pelukan dari kedua orangtuanya.


__ADS_2