Akun Facebook Si Pendiam

Akun Facebook Si Pendiam
Kedatangan Sahabat


__ADS_3

Pagi itu saat Riri melihat jam di ponselnya, ia melihat pesan masuk dari Irwan.


Wanz : "Met paghie cantik!" (selamat pagi cantik!)


Irwan menyapa Riri lewat inbox Facebook pukul 06.00 WIB.


Eee.. eehhh, kemarin kan aku teleponan sama Irwan ya? Aku ketiduran? Ish, aku ngorok gak ya?? Aahh maluu!!


Riri pun membalas pesan Irwan


Rhie : "Paghie ugha, mff ea kmrn aq ktiduran (pagi juga, maaf ya kemarin aku ketiduran)


Krubukk.. Krubukk..


Suara perut Riri kembali berbunyi.


"Duh laperr. Makan dulu atau mandi dulu ya?" kata Riri memegang perut yang sedang keroncongan itu.


"Ah makan dulu deh daripada di tahan hehehehe."


Riri pun melipat selimut yang sudah bau apek itu dan menghiraukannya. Setelah itu, ia segera keluar dari kamar untuk pergi ke ruang makan.


"Wahh enak nih makanannya." kata Riri sambil membuka tudung saji.


Ia pun mengambil piring serta menyiduk nasi dan ayam goreng kesukaannya.


Saat Riri akan makan, tiba-tiba..


"Hayoo, belum ke air ya?" kata Ambu menepuk pundak Riri.


"Hehehe." Riri cengengesan dengan tangan yang akan memasukkan nasi kedalam mulutnya.


"Ih itu dahdirnya kering." kata Ambu, mengerutkan dahinya, (dahdir adalah air liur yang keluar saat tidur).


Riri segera menyuapkan nasi kedalam mulutnya dan mengusap bibirnya menggunakan punggung tangannya.


"Ihh Ambu mah, ga ada juga." kata Riri.


"Ih, jorok hahaha." Ambu tertawa melihat tingkah anak bungsunya itu.


Riri hanya melirik ke arah Ambu, dengan cueknya ia mengunyah makanan yang ada di mulut.


Setelah makan, Riri pun mencuci piring itu sambil mencium bau menyengat dari tubuhnya yang membuat Riri merasa tidak nyaman. Karena sudah tiga hari tidak mandi, ia merasakan kalau tubuhnya terasa berat karena daki yang menempel begitu banyak. Ia pun memutuskan untuk segera mandi, dengan mengambil handuk ke kamarnya lalu pergi ke kamar mandi.


"Ririi..i..i..i..i." seseorang memanggil nama Riri.


Ambu menghampiri anak itu keluar. Ternyata itu adalah Lina.


"Eh Lina, sini masuk! Riri nya lagi mandi." kata Ambu.


"Iya Ambu." ucap Lina sambil duduk di kursi ruang tamu.


Riri yang selesai mandi, segera keluar dari kamar mandi dan pergi menuju kamarnya melewati ruang tamu. Ia yang hanya memakai handuk, melihat Lina yang sedang berada di ruang tamu.

__ADS_1


"Eh Lin, tunggu dulu ya aku pakai baju dulu." ucap Lina.


Setelah selesai memakai baju dan berdandan sekitar 15 menit. Riri pun keluar kamar untuk menemui Lina.


"Ih lamaa." kata Lina.


"Hehehhe, bentar ah. Biasanya kan satu jam." ucap Riri sambil berdiri di depan Lina yang sedang duduk.


"Lin hayu ke kamar aku!" ajak Riri.


Lina mengikuti Riri ke kamarnya. Mereka pun saling bercengkrama, karena sudah lama tidak bertemu sejak kelulusan sekolah.


"Ri, kita coba melamar kerja bareng yuk!" sahut Lina sambil melihat Riri yang sedang menyisir rambut.


"Hayu Lin." kata Riri menoleh ke arah Lina sambil mengurai rambutnya ke kiri.


"Oh iya Lin, kamu beneran mau ikut aku kan hari minggu?" lanjutnya.


"Iya mau, soalnya aku BT diem di rumah terus." ucap Lina sambil melihat ponselnya.


"Oh iya Ri, kita pergi naik motor aku aja yuk! Aku udah boleh pergi pake motor, kan sudah 18 tahun dan punya Surat Izin Mengemudi tentunya ha ha ha." kata Lina gembira.


"Bukan Surat Izin Mencintai? Hehehe." ucap Riri.


"Ih Ri, aku kan jojoba alias jomblo bahagia haha." Lina tertawa.


"Haahaha.." Riri yang mendengar pun ikut tertawa.


Pemberitahuan dari Facebook tiba-tiba berbunyi dari ponsel Riri. Ia mengambil ponselnya yang ia simpan di atas meja belajarnya.


Riri pun kaget, karena ia melihat ada banyak akun Facebook yang mengirim permintaan pertemanan kepadanya. Salah satunya adalah akun Facebook Ia pun membuka Facebooknya, dan banyak akun yang belum Riri konfirmasi. Namun, ia mendapati akun Facebook teman sekelasnya yang suka mengejek dirinya, sehingga ia menghiraukannya.


Cih!


"Ini cewek maksudnya apa ya? Diem-diem ngomongin aku di belakang, tapi dia minta pertemanan ke aku?" gumam Riri.


"Siapa Ri?" jawab Lina.


"Ini nih si Sani." ucap Riri kesal.


"Mana coba lihat Ri profilnya!" jawab Lina.


"Nih, kita lihat!" ucap Riri sambil melihat Facebooknya.


Riri melihat akun Facebook Sani yang di beri nama Nhie Chie BawelL Thea maksudnya adalah Sani si Bawel Tea.


Sani adalah teman sekelasnya, ia selalu menjadi profokatror dalam hidup Riri, sehingga ia pun ikut membencinya.


Nhie Chie BawelL Thea


Tinggal di Kota Bandung


Bekerja di PT Cinta Sejati

__ADS_1


Berpacaran


Eee.. ehhh..


Mereka kaget karena ia mendapati fotonya yang sedang bersama kekasihnya.


"A Farhan?" ucap mereka serentak kaget sambil melihat wajah watu sama lain.


Farhan adalah kakak Lina yang usianya beda 2 tahun dengan Lina.


"Ih dia pacaran sama kakak aku Rii. Sebeeeellll! Kenapa sih harus pacaran sama dia?"


Mereka pun kembali stalking akun Facebook Sani.


Nhie Chie BawelL Thea - berpacaran dengan - Hanz c'Boedax Bageur Thea.


Akun Facebook kakak Lina itu adalah Farhan si Budak Bageur Tea.


"Apa yang ada di pikiran si aa, sampai dia pacaran sama si Sani." ucap Lina.


"Mungkin a Farhan emang sayang sama dia, Lin!"


"Nanti aku tanya deh sama dia. Supaya jangan hubungan lagi sama perempuan itu!" ucap Lina kesal.


"Kalau a Farhan emang suka sama dia kita gak bisa maksa buat mereka putus Lin." kata Riri.


"Huuuhh sebel!" kata Lina.


"Eh iya, kira-kira kenapa ya si Sani nge add Facebook aku?" ucap Riri.


"Iya ih kepo banget." kata Lina.


"Iya Lin, waktu kemarin juga si Dinda aku blokir Facebooknya."


"Wah? kenapa Ri? Emang kamu berteman sama dia?" kata Lina.


"Iya Lin, dia komentarin foto aku yang gak enak lagi. Kan aku kesel, mangkannya aku blokir aja sekalian. Aku berteman sama dia juga gatau pas kapan, soalnya waktu pertama kali aku punya Facebook, aku asal konfirmasi orang, hehe."


"Ih dasar, ya udah atuh si Sani juga jangan di konfirmasi. Langsung blokir aja sekalian, haha."


Riri pun memblokir akun Facebook Sani.


Karena perut yang terasa lapar, mereka pun memutuskan untuk membuat makanan, yaitu seblak.


Mereka pergi ke dapur untuk memasak, bahan-bahan yang mereka perlukan pun ada di dapur Ambu.


Sreeengg..


Mereka menggoreng bumbu yang sudah di tumbuk itu sebelum memasukkan kerupuknya.


"Heuummmmmm, mantaaap." ucap mereka berdua mencium aroma bumbu yang sedap itu.


Sehingga membuat siapapun yang mencium aroma nya akan terasa lapar. Seperti Riri dan Lina, yang ingin cepat untuk menyantap masakannya itu.

__ADS_1


__ADS_2