
3 bulan berlalu
Waktu yang di tunggu-tunggu telah tiba, karena hari ini adalah hari minggu di akhir tahun 2008.
Riri dan Irwan akan merayakan hari jadi mereka pacaran yang ke 3 bulan. Riri akan bertemu dengan Irwan sembari menemani Lina untuk bertemu dengan kekasih Facebooknya.
Mereka akan bertemu di sebuah tempat yang ramai, yaitu di salah satu taman yang berlokasi di Kota Bandung.
"Ririii..i..i..i..i" Kata Lina memanggil Riri di depan rumahnya.
Riri menghampiri Lina ke luar, "eh Lin, sini masuk dulu!" kata Riri mengajak Lina untuk masuk ke dalam rumahnya.
Lima menit setelah Riri bersiap, Riri meminta izin kepada Ambu, "Ambu, Riri pergi dulu ya sama Lina." kata Riri memasang wajah berseri.
"Iya, hati-hati ya!" ucap Ambu yang merasa senang melihat anak bungsunya senang, walaupun merasa khawatir karena ia tak mendampingi puterinya.
Ambu tetap memperlakukan Riri dengan penuh perhatian, karena Riri adalah anak gadis satu-satunya.
"Iya Ambu." ucap Riri sambil mengecup pipi Ambu yang lembut itu.
Karena matahari sudah mulai terbit, mereka pun segera pergi dari desa menuju kota dengan berjalan kaki.
Setelah berjalan kurang lebih 2 km, akhirnya mereka tiba di tepi jalan. Riri dan Lina berdiam diri untuk menunggu angkutan umum yang akan membawanya pergi ke tempat tujuan. Lina mengacungkan tangannya ke depan, pertanda memberhentikan mobil angkutan umum yang melaju ke arahnya.
Ckiiiitttt..
Mobil angkutan umum itu berhenti tepat di depan mereka berdiri, dengan suara rem yang terdengar begitu ngilu. Riri dan Lina pun segera menaiki mobil itu.
Setelah 2 menit mereka di dalam angkutan umum
Tiba-tiba..
"Lina?" ucap seseorang menepuk pundak Lina.
Lina menoleh ke samping dan terlihat kebingungan.
"Aku Bagas, Lin!" lanjut pria itu sambil menunjuk dirinya.
Bagas adalah pacar Lina, ia begitu cepat mengenali wajah Lina yang manis dan imut itu. Padahal, mereka belum pernah bertemu sebelumnya dan hanya mengenal karena melihat dari fotonya saja.
__ADS_1
"Bagas? Eh ternyata kita satu angkot." kata Lina masih tak yakin, karena pria itu tak sama seperti foto profil Facebooknya.
Lina dan Bagas sudah saling mengenal, kurang lebih selama 5 bulan.
Tiba-tiba..
"Kiriiiii." ucap seseorang memberhentikan angkutan umum itu karena sudah sampai di tempat tujuan yang sama seperti Riri, Lina dan Bagas. Sehingga mereka pun turun dengan penumpang yang lainnya.
Setelah itu, mereka berkeliling di taman sampai uang di dompetnya pun menipis, karena banyak jajanan yang menggoda perutnya.
Huuuffttt, kenyaaang. ucap Riri.
Karena waktu yang sudah semakin siang. Riri pun merasa capek mengikuti pasangan (baru ketemu) itu kesana kemari seperti nyamuk. Akhirnya Riri menyerah, karena ia pun sudah menunggu Irwan setengah hari di tempat itu, namun ia tak kunjung memberinya kabar dan tidak datang menemuinya.
Riri pun membuka Facebooknya dan memutuskan untuk mengirim pesan kepada Irwan. Terlihat Facebook Irwan aktif 4 jam yang lalu, sedangkan Riri yang sedari subuh sms dan telepon, hasilnya nihil tak ada jawaban. Ia malah mendapati status Facebook pacarnya itu 5 jam yang lalu, sehingga membuat Riri merasa kecewa.
"Huh, gapapa deh. Mungkin masih bisa ketemu di lain waktu." kata Riri memberi harapan pada dirinya sendiri.
"Ri, kamu kenapa?" kata Lina sambil menepuk pundak Riri.
"Ga apa-apa, Lin!" seru Riri dengan nada pelan tak bersemangat.
"Dia kayaknya gak bisa datang Lin."
"Kenapa gak bisa dateng?"
"Gak tau Lin." jawab Riri dengan nada memelas.
Karena Riri sudah merasa kesal, dan hari pun sudah semakin siang, Riri mengajak Lina pulang, "Lin, pulang yuk! udah siang." kata Riri dengan wajah kecewa.
"Hayu." kata Lina.
"Bagas aku pulang ya." kata Lina.
"Iya, hati-hati ya!" ucap Bagas yang tidak ikut pulang karena ia masih ingin berkeliling di taman itu.
Siang itu terasa panas, keringat pun mulai bercucuran. Mereka pulang memakai angkutan umum yang penuh dengan penumpang, membuat mereka terhimpit dan merasa hareudang (gerah). Untungnya mereka membeli es teh manis, yang membuat mereka terasa segar.
Setelah sampai di desa, mereka pulang ke rumahnya masing-masing. Riri yang baru saja tiba di depan rumahnya, tiba-tiba mendengar pemberitahuan pesan masuk.
__ADS_1
Nitnit.. Nitnit..
"Akhirnya ada sms." ucap Riri sambil mengambil ponsel dari saku celananya dan berharap Irwan akan membalas pesannya.
Riri pun membuka layar kunci ponselnya, "Ih cuma sms dari operator?" kata Riri dengan wajah yang kesal sambil merebahkan dirinya di kursi tamu.
"Kenapa ya Irwan gak datang? Sms pun dia gak balas, pesan yang aku kirim lewat Facebook juga gak di baca. Kira-kira kenapa ya? Apa aku telepon dia aja? Tapi aku takut ganggu dia. Hm, aku coba saja deh." lanjutnya.
Tuuuuuttt..
Nomor yang Anda tuju sedang sibuk, cobalah beberapa saat lagi.
"Lah kok sedang sibuk sih? Kenapa ya?" kata Riri kesal dan curiga.
Ia kembali membuka Facebooknya dan melihat status Irwan yang ia lihat saat berada di taman.
*Wanz'chie Gaolzthea*
Masih terbayang dalam ingatanku.
"Hm, Irwan kenapa ya? Dia gak kasih aku kabar, tapi dia bikin status? Apa dia masih mengingat mantannya? Ah jangaaaan! Gaboleh mikirin yang aneh-aneh!" ucap Riri sambil menggelengkan kepalanya dan memejamkan matanya.
Namun, gadis itu tetap penasaran dan akhirnya ia stalking Facebook Irwan sampai ke akarnya yang masih bisa di hitung sekitar puluhan status. Riri melihat status Irwan yang di komentari oleh banyak wanita, sehingga membuatnya merasa minder karena teman-temannya yang cantik.
Tak di sangka, ia mendapati status Irwan mengenai pacarnya yang dulu, dan kini sudah menjadi mantan.
*Wanz'chie Gaolzthea 13 Juli 2008 pukul 20.30*
Takkan mungkin ada yang lain disisi #sariawansta #13032008
"Halah, statusnya cuma lirik lagu." ucap Riri dengan rasa cemburu yang membuat dadanya terasa sesak.
"Ada komentarnya lagi." lanjutnya.
Terlihat akun Facebook Irwan dan akun Facebook Sari saling berkomentar begitu mesra. Riri seperti tidak terima melihat komentar yang ada di status Irwan itu, sehingga membuat lubang hidungnya pun kembang kempis karena kaget.
"Hm sariawansta, Sari dan Irwan selalu tetap abadi? Hih, sariawan sariawan, kau pikir panas dalem hah?" ucap Riri berlagak sinis, dengan hati yang cemburu. Padahal seminggu saat ia mengenal Irwan, ia melihat status pria itu *berpacaran* dan ia melihat profil wanita itu sambil memuji kalau ia sangat cantik.
Hemm, sebenarnya aku tak ingin mempunyai pacar yang sudah pernah berpacaran dengan orang lain. Tapi apa daya, ternyata memang seperti ini rasanya melihat orang yang di cintai pernah mencintai orang lain. Sehingga, hal yang paling aku takutkan terjadi, jika Irwan akan meninggalkanku, dan kembali bersama mantan pacarnya itu. batin Riri.
__ADS_1