Akun Facebook Si Pendiam

Akun Facebook Si Pendiam
Kenalan


__ADS_3

Wanz'chie Gaolzthea


Itu adalah salah satu akun Facebook yang berteman dengan Riri, sehingga membuat Riri terpesona karena foto dan ucapan salamnya yang ia kirimkan untuk Riri pertama kali lewat pesan Facebooknya itu.


"Dia manis, dan sepertinya dia sangat baik. Ahh aku sukaaaaa." ucap Riri memejamkan matanya dengan senyum sumringah.


Nama akun Facebook itu begitu banyak digunakan oleh tiap orang pada masa itu. Salah satunya adalah akun Facebook Riri yang ia beri nama Rhie Eanx Clallu Terchakity, maksudnya adalah Riri yang Selalu Tersakiti. Mungkin terasa aneh saat di ucapkan, bagaimana tidak? hurufnya pun sangat berbelit-belit dan sedikit berlebihan. Namun, itu adalah hal biasa bagi orang yang mengikuti tren pada zamannya itu.


Foto yang Riri gunakan sebagai foto profilnya adalah dengan gaya dua jari serta senyum yang membuat pipi kempot itu terlihat manis. Sampai akhirnya, ia mendapatkan pesan masuk ke akun Facebooknya itu, rata-rata adalah pria yang sebaya dengannya.


Tring.. (pesan Facebook masuk)


"Eeeehh bapak-bapak? sejak kapan aku berteman sama bapak?" kata Riri kaget.


Riri lupa, kalau pertama kali saat ia menggunakan Facebooknya itu, ia menambahkan pertemanan secara acak, dan semua yang add (menambahkan pertemanan) pun ia konfirmasi tanpa ada yang terlewat. Yah, itu sih DL (Derita Lo) Ri, haha. Eh maaf, author tertawa.


"Eeeh gak boleh gitu! Nanti aku gak mau jadi peran Riri lagi!"


"Ampun DiJe!" lanjut author.


Akun Facebook Riri yang baru ia buat seminggu yang lalu itu sudah berteman dengan hampir 500 orang. Namun, saat ia sudah mengganti foto profilnya, jumlah pertemanan pun semakin meningkat.


Sampai akhirnya, Riri dan akun Facebook Wanz itu lanjut berkenalan.


Wanz : Hay.. Lech kenalan gx?" (Hai, boleh kenalan ga?).


Rhie : Boleh.


Wanz : "Nama qmu syapa?" (Nama kamu siapa?).


Rhie : "Nama aq Riri, klw qmu?" (Nama aku Riri, kalau kamu?).


Wanz : "Nama eanx baguz. Klw aq nama ea Irwan. Btw, qmu tinggal dmna?" (Nama yang bagus, kalau aku namanya Irwan, by the way kamu tinggal dimana?).


Nama pemilik akun Facebook Wanz'chie Gaolzthea ternyata adalah Irwan (Irwan Si Gaul Tea).


Rhie : "Hihihi, mkacih. Aq tinggal di Bandoenx." (Hihihi, makasih. Aku tinggal di Bandung).


Wanz : "Ea, macama. Ouh aq jga di Bandoenx. Asikkk, bisa ktemuan donx hihihi" (Iya, sama-sama. Oh aku juga di Bandung. Asik, bisa ketemuan dong hihihi).

__ADS_1


Mereka pun saling berkomunikasi lewat Facebook. Sampai akhirnya Riri dan Irwan pun pendekatan atau yang biasa di singkat PDKT.


Seminggu berlalu.


"Dari Facebook turun ke hati eaaaa." ucap Riri sambil melihat dirinya di cermin kesayangannya.


Berawal dari Facebook, sampai akhirnya Riri dan Irwan bertukar nomor telepon. Hampir setiap hari mereka saling berkomunikasi melewati sms dan telepon.


Setiap Riri mendengar suara Irwan lewat telepon, dada Riri berdegup kencang. Hal itu membuat Riri sedikit demi sedikit melupakan Rizal dan membuka hatinya untuk Irwan.


"Ah, apakah ini cinta?" ucap Riri memandang ponselnya yang ia pegang.


Lihat aku disini..


Suara yang terdengar dari ponsel Riri berbunyi seperti sebuah lagu. Ya, tentu saja itu adalah sebuah lagu, entah apa yang ada di pikirannya, sampai lagu pun ia gunakan sebagai nada dering sms.


*Isi sms Riri dan Irwan*


Irwan : Ri, coba tebak yah, aph beda ea cicak ama qmu? (Ri, coba tebak ya, apa bedanya cicak sama kamu?).


Riri : Hmm aph eaa? aq gx tw, hihihi. (Hmm apa ya? Aku gak tau, hihihi).


Riri : Aw, cocwieett bgt chie qmu :) (Aw, so sweet banget sih kamu).


Irwan : Ea donx, btw qm lg aph? (Iya dong, By The Way kamu lagi apa?)


Riri : Aq lg dumika. (Aku lagi dumika).


Irwan : Aph tu dumika? (Apa itu dumika?).


Riri : Duduk sambil mikirin qmuu, hihihi. (Duduk sambil mikirin kamu, hihihi).


Irwan : Ih bisa gombal jg ea qmu yank :p (Ih bisa gombal juga ya kamu yang/sayang).


Saat Irwan berbicara kepada Riri dengan sebutan sayang, hati Riri menjadi berbunga-bunga. Riri sudah baper alias bawa perasaan, padahal mereka belum berpacaran.


Mereka saling bercanda dan bernyanyi walaupun hanya melewati telepon. Riri merasa beruntung karena telah memiliki Irwan yang telah menemani hari-hari nya menjadi penuh semangat.


Karena Riri belum pernah berpacaran, maka ia sangat kebingungan. Ia selalu membayangkan apa yang ada di hati dan pikirannya, dan selalu memikirkan apa itu cinta.

__ADS_1


*di Sekolah*


Hmm, cinta?


Ternyata cinta itu begitu indah ketika aku mencintai seseorang yang mencintaiku.


Aku rasa Irwan menyukai dan mencintaiku dengan tulus. Ucapan dan bahasanya membuatku merasakan kasih sayangnya, sampai kasih sayangku padanya pun mengalir seperti ini.


Gadis itu melamun dengan tangan yang memangku dagunya. Wajahnya begitu sumringah dan bibirnya pun tersenyum lebar sambil menatap papan tulis.


Sssssttt.. Ssssttt.. Sssttt..


Lina menggoyangkan telapak tangannya di depan wajah Riri. Namun, Riri tak berkutik sedikitpun, entah apa yang ada di pikirannya, sampai-sampai ia melamun seperti itu.


"Heh!" kata Lina mengagetkan gadis itu dengan menepuk pundaknya.


Riri terlihat begitu kaget karena Lina menepuk pundaknya.


"Mikirin apa hayo?" goda Lina sambil mencubit lengannya.


"Ga mikirin apa-apa ih." jawab Riri sambil cengengesan dan malu.


"Daritadi kamu melamun, mata juga gak berkedip, lagi kasmaran yaaa??? hehehe." goda Lina.


"Eh udah istirahat nih, hayu ke kantin!" kata Riri mengalihkan pembicaraan sambil mengajak Lina dengan menarik tangannya.


Setelah mengenal Irwan, hati Riri begitu senang. Pria itu telah berhasil membuat Riri bangkit dari keterpurukan, sehingga hari-hari nya pun kini penuh warna.


Suara lembut Irwan yang selalu terngiang di telinga Riri, membuat gadis itu menjadi salah tingkah, walaupun ia belum bertemu dengan pria pujaan hatinya itu.


Riri pun stalking akun Facebook milik Irwan, postingannya yang tidak terlalu banyak itu membuatnya sangat mudah untuk mencari tahu asal usulnya.


Namun, ia mendapati statusnya *berpacaran* dengan seorang wanita.


Riri pun melihat profil pacarnya Irwan.


"Aaaaahhh cantik bangeeeeettt. Ternyata Irwan sudah berpacaran dengan wanita cantik ini. Kenapa gak dari pertama kali aku lihat ini? dia udah punya pacar tapi kok bilang sayang ke aku ya?" ucap Riri nyesek sambil memegang dadanya karena jantungnya terasa berdegup kencang.


Ternyata kamu bilang sayang bukan berarti benar-benar menyukaiku. Kamu yang beri aku harapan, atau aku yang terlalu baper dan berharap? Jika kamu memang telah menjadi miliknya, kenapa kamu datang di kehidupanku, kemudian kamu hancurkan perasaanku seperti ini? Ternyata aku berharap pada orang yang salah. Aku telah menyukai seseorang yang sudah menjadi milik orang lain. batin Riri.

__ADS_1


__ADS_2