
Klontreengg.. Klontreeeng.. (suara piring berbenturan dengan piring lainnya).
Riri mencuci piring menggunakan sabun yang berbusa karena tercampur oleh air yang mengalir dari keran. Ia membasuh piring itu secara perlahan agar tidak pecah.
Libur telah tiba, libur telah tiba. Hoorrree.. horeee.. hatiiiku gembira, (Riri bernyanyi).
"Akhirnya, selesai juga." kata Riri sambil mengelap tangannya yang basah dengan menggunakan lap yang menggantung di atas paku dekat wastafel.
Setelah selesai mencuci piring, ia pun langsung pergi ke kamarnya untuk rehat sejenak. Baru saja ia merebahkan dirinya di tempat tidur, tiba-tiba terdengar suara.
Mbeeerrrr...
Suara motor seperti berhenti di halaman rumah Riri.
"Siapa tuh yang datang?" ucap Riri.
Ia membuka gorden dan menariknya agar dapat melihat dari kaca jendela kamarnya, untuk mengetahui siapa yang datang ke rumahnya.
"Oalah, si aa." ucap Riri sambil keluar dari kamarnya dan segera menyambut kakaknya itu.
Ambu dan Abah sudah berdiri di depan pintu untuk menyambut kedatangan anaknya itu, beserta menantu dan cucu nya.
Kakak Riri bernama Reza. Ia memiliki istri yang cantik bernama Cantika dan anak laki-laki yang lucu bernama Ara. Riri memanggil kakak dengan sebutan aa, dan memanggil istrinya dengan sebutan teteh.
"Assalamu'alaikum." ucap aa dan teteh yang berjalan menuju pintu rumah.
"Wa'alaikumussalam." sahut Ambu, Abah dan Riri.
Aa dan teteh bersalaman, mencium tangan Ambu dan Abah. Sedangkan Riri mencium tangan aa dan teteh.
"Ehhh cucu nenek." kata Ambu sambil memangku cucunya itu yang masih ada di pangkuan teteh.
Mereka pun masuk, dan duduk di ruang tamu sambil istirahat sejenak, karena sudah melakukan perjalanan yang cukup jauh.
Sedangkan Riri pergi ke dapur untuk membuatkan air teh manis dengan menggunakan cangkir yang ia simpan di atas pisin dan ia hidangkan menggunakan nampan plastik agar ia dapat membawa cangkir itu dengan jumlah banyak.
Setelah selesai membuatkan teh, Riri pun pergi ke ruang tamu dan menyimpan cangkir yang berisi air teh itu di atas meja dengan perlahan karena takut airnya tumpah.
"Tuan dan nyonya, silahkan di minum air teh manis ini, dari Riri yang manis seperti air teh manis ini!" kata Riri sumringah sambil mengangkat roknya ke samping seraya pelayan di kerajaan.
"Meuni lebay." (sangat berlebihan), kata aa sambil tertawa, membuat gigi yang seperti kelinci itu terlihat manis.
Aa mengambil air teh itu dengan memegang gagang cangkir serta meniup airnya secara perlahan karena panas.
"Ah gak manis!" ucap aa sambil meminum air teh buatan Riri dan menaruhnya kembali di atas pisin.
"Ih maeunyaaaaa ah?" (Ih masaaa?) kata Riri sambil menyondongkan kepalanya sedikit ke depan seperti unta yang berjalan.
"Iya ih." kata aa.
__ADS_1
Sluuurrpptt..
Teteh pun meminum air teh manis itu.
"Manis ah." ucap teteh.
"Tuh kan manis kata teteh juga, wleeeee." ucap Riri meledek aa sambil menjulurkan lidah.
"Manis seperti Riri kan teteh? hehehe." ucap Riri percaya diri.
Hahaha..
Semua orang di ruangan itu tertawa melihat kelakuan Riri, dan keponakan yang masih bayi pun tertawa walaupun belum mengerti apa-apa.
"Tuh mangkannya! Aa kalau mau teh nya manis bangeeeeuuut, lihat wajah Riri yang imut dan lucu ini dooong hehe." ucap Riri sambil menunjuk pipi chubby nya menggunakan jari telunjuk, sambil mengerucutkan bibir dan memasang wajah imutnya.
"Ih meuni geleuh." (ih jijik banget), kata aa meledek adiknya dengan wajah yang masam melihat tingkah adiknya.
"Geleuh geleuh oge kan adi aa, wleeeek." (jijik jijik juga kan adik aa, wleeeek), kata Riri meledek aa.
"Ih teuing, da Riri mah meunang nimu nya mbu? (Ih gak tau, soalnya Riri dapet nemu ya mbu?), kata aa sambil menoleh ke ambu.
Ambu yang mendengar mereka bercanda, hanya tersenyum.
"Ih henteuuu da, aa we eta mah!" (Ih engga, aa itu mah!) kata Riri sambil mengangkat bahunya.
"Ambu, ai ayeuna si Riri sabaraha taun? (Ambu, kalau sekarang si Riri berapa tahun?), kata aa.
"Tos ageung geuningan nya?" (sudah besar ternyata ya?), kata aa sambil melihat Riri.
"Hehehe, sudah besar dan sudah punya pacar!" sahut Riri sambil menyombongkan diri.
"Hah? dapet dimana?" kata aa.
"Dapet dari Facebook atuh, heheheh." kata Riri.
"Udah ketemu?" kata aa.
"Belum, waktu itu udah janji ketemuan, tapi dianya gak datang." kata Riri.
"Sieuneun mereun ku Riri, da galak! hahhaa." (Takut mungkin sama Riri, soalnya galak), kata aa.
"Ih meuni kitu, sangkilang tos jiga incess kieu teh." (Ih gitu banget, padahal udah kayak incess gini), kata Riri sambil mengibaskan rambutnya.
Mereka pun saling bercengkrama karena sudah lama tidak bertemu.
Sedangkan Riri menggendong keponakannya yang masih kecil itu dari pangkuan Ambu dan membawanya ke kamar.
"Iiiih lucu banget sihh dede." kata Riri sambil menyimpan bayi itu di atas tempat tidur yang empuk itu.
__ADS_1
"ba.. ba.. ba.. bau!" ucap dede Ara yang masih bayi dan masih belajar berbicara.
"Hah bau?" kata Riri sambil mengendus kedua ketiaknya.
Hueeekkk!
Bayi itu tertawa melihat tantenya yang seperti itu. Ia pikir bahwa dia sedang membuat lelucon untuk dirinya.
Hi..hi..hii..
Riri tersenyum melihat keponakannya tertawa.
Ya seperti itulah bayi, kalau tidak menangis ya tertawa. Sangat manis bukan?
"Ngomong-ngomong, ketek saya bau juga ya. Tapi gak apa-apa deh, kita foto dulu yuuuukk." ucap Riri memeluk keponakannya.
Cekreeekk.. Cerkreekk..
Riri berpose dan berfoto menggunakan ponselnya bersama keponakan yang masih bayi itu.
"Ahh baguss bangeet semua fotonya. Aku posting ah ke Facebook." kata Riri sambil melihat dan memilih foto yang paling bagus untuk di posting kedalam facebook.
Foto itu pun di posting ke Facebook dengan menggunakan kata-kata.
Rhie Eanx Clallu Terchakity -- merasa senang
Hy hy hy c'mua, ni aq ama keponakan qu, nama ea Ara, mirip khan qita? ea khanz? ea khanz? ;)
(hai hai hai semua, ini aku bersama keponakanku, namanya Ara, mirip kan kita? iya kan? iya kan?)
Treeeng.. (suara postingan terkirim sukses).
"Tinggal tunggu beberapa jam lagi, kita lihat komentarnya! hihihi." kata Riri sambil memeluk Ara.
Waktu pun berlalu, tak terasa hari sudah semakin sore, dan matahari sudah mulai terbenam.
"Ri..! Aa mau pulang." kata aa berteriak supaya terdengar oleh Riri yang sedang berada di kamar.
"Oh, iya!" seru Riri menggendong keponakannya dan segera beranjak dari kamarnya untuk pergi ke ruang tamu.
Karena waktu yang sudah sore, mereka pun memutuskan untuk pulang, dan tidak menginap di rumah orang tuanya itu. Hingga akhirnya, suasana di rumah itu pun kini kembali menjadi sepi. Abah pergi ke ruang TV, dan Ambu pergi ke dapur. Sedangkan Riri kembali ke kamar.
Trung..
Tiba-tiba ada pemberitahuan dari facebook..
Ndha Clallu Muetz mengomentari foto anda.
Kamu PD banget sih foto sama keponakan kamu. Beda jauh tau, kamu sama dia tuh hahaha..
__ADS_1
"Kenapa sih komen mulu ya ini orang? Hidup-hidup aku, suka-suka aku lah! Sewot banget jadi orang!" gumam Riri.