Akun Facebook Si Pendiam

Akun Facebook Si Pendiam
Membuka Lembaran Baru


__ADS_3

Suara kicauan burung sore hari terdengar begitu merdu dan berirama, membuat suasana hati Riri merasa tenang.


Riri pun melihat ponselnya yang mendapatkan pesan masuk dari Irwan


"Ri, mff ea td pghie aq gx bisa dtg, coz ea aq lghie skit."


(Ri, maaf ya tadi pagi aku gak bisa datang, soalnya aku lagi sakit).


"Hah, sakit? Kenapa baru bilang sih?" ucap Riri.


Riri pun segera menelepon Irwan karena khawatir dengan keadaan kekasihnya itu.


Tuuuutt.. Tuuuttt..


"Assalamu'alaikum, Irwan kamu sakit apa? Kenapa gak bilang ke aku tadi pagi?" kata Riri panik.


"Wa'alaikumussalam, iya maaf ya soalnya tadi pagi aku pusing banget jadi gak bisa kasih kamu kabar, soalnya aku takut kamu khawatir." ucap Irwan dengan suara yang lemas.


"Iya gak apa-apa, tapi aku udah khawatir dari tadi pagi, soalnya kamu gak kasih aku kabar." ucap Riri dengan nada kesal yang manja.


"Hehehe, maaf ya sayangku." kata Irwan dengan nada manisnya yang membuat hati Riri menjadi luluh.


Ahhh kenapa sihhh suara iniiiiiii? Bikin aku meleleh aja! kata Riri berteriak dalam hati.


"Ri, kok diem sih?" kata Irwan.


"Ehh, apa? Ituu.. a..anu.. iya, ya sudah kamu istirahat aja ya! Semoga lekas sembuh." kata Riri salah tingkah dan berbicara dengan nada yang lembut.


"Iya makasih, ya udah aku tidur dulu ya." ucap Irwan.


"Iya." kata Riri sambil mengucapkan salam dan mengakhiri panggilan teleponnya.


Riri berbaring di tempat tidurnya sambil melamun, "Kenapa Irwan gak bilang ke aku ya, kalau dia sakit? Padahal aku udah nungguin, sampai aku kesel. Tapi pas dia telepon, kok aku gak kesel sama sekali ya? Tapi gak apa-apa deh, yang penting dia udah kasih aku kabar." ucap Riri dalam hati dengan rasa yang begitu tenang karena sudah mendapat kabar dari Irwan.


Krikk.. Krikk.. Krikkk..


Waktu pun berganti malam, suara jangkrik terdengar begitu keras saling bersahut-sahutan seperti melakukan paduan suara.


Jam menunjukkan pukul 21.30 WIB, Riri masih bermain Facebook di HP nya itu. Ia membuat status yang mendatangkan banyak komentar dari teman Facebooknya.


Rhie Eanx Clallu Terchakity


Met mlemz cmua (Selamat malam semua)

__ADS_1


5 komentar


Ia melihat status Facebook yang ia posting 3 menit yang lalu itu sudah mendapatkan banyak komentar dari pria yang selalu hadir di status Riri.


Ple : Mlm ugha, (Malam juga)


Bhoi : Mat mlm cntik, (Selamat malam cantik)


Chapz : Gi aph, (Lagi apa?)


Gha : Hy, (Hai)


Zach : Mlm nenx, (Malem neng)


Riri merasa senang karena ia mempunyai banyak teman baru yang selalu hadir dan mengerti perasaannya. Karena pada saat SD dan SMP, Riri hanya memiliki satu atau dua teman yang dekat dengannya. Begitu pula saat ia masuk SMK, ia berpikir suasana akan berubah, namun ternyata tetap sama.


Maka dari itu, Riri selalu minder dengan penampilannya. Karena ia merasa trauma oleh suatu kejadian, saat ia di ejek oleh teman-temannya, sampai membuatnya tak pandai bergaul dan menjadi orang yang tidak percaya diri.


Tapi keadaan berubah saat ia mengenal Facebook. Ia tak menyangka kalau dirinya bisa memiliki banyak teman pria maupun wanita. Hal itu membuatnya merasa sangat senang dan terhibur, karena akhirnya ia mempunyai kekasih walaupun dari Facebook.


Duaaaarr.. Duaaarrr.. Duaaarrrr....


Tahun baru pun di mulai, 1 Januari 2009 pukul 00.01. Riri melihat kembang api yang menyala di atas langit begitu banyak dengan suara yang menggelegar.


"Wah bagus banget kembang api nya." ucap Riri sambil melihat lewat kaca jendela nya.


"Huh, gak bak bisa tidur. Aku buka Facebook aja deh." ucap Riri sambil mengambil ponselnya.


"Aku upload foto ahh, yang mana ya yang bagus? lanjutnya sambil melihat ribuan foto di galeri nya.


"Heee..euuuum, ini cantik bangeeeeuut." kata Riri menunjuk foto dirinya yang terlihat di layar ponselnya itu, sambil memonyongkan bibirnya.


"Aku posting pakai kata-kata apa ya bagusnya? Oh yaa aku tahu, ha ha ha." ucapnya sambil mengusap hidung yang tidak beringus itu memakai jari telunjuknya.


Kemudian, jempol yang seperti wortel itu menekan tombol keyboard ponselnya.


Indahnya malam ini seindah senyumanmu.


"Selesai, tinggal posting deh."


Treengg.. (suara status terkirim berbunyi)


"Kira-kira Irwan bakal komentar gak ya? Ih gemes deh." ucap Riri sambil mengangkat bahunya dengan manja.

__ADS_1


Jam pun sudah menunjukkan pukul 01.03, suara kembang api pun sudah mulai terdengar sepi.


Hoaaammm..


Riri yang sudah mengantuk segera menutup kaca jendela kamarnya dan menarik selimutnya.


*20 Menit Kemudian*


Ayayay kurcaci makan capcay..


Riri yang sedang tidur pulas terbangun karena kaget mendengar suara telepon dari ponselnya.


"Hadeuuh, siapa sih yang telepon malem-malem gini?" kata Riri sambil memaksakan membuka mata untuk melihat ponselnya.


"Hah Irwan?" kata Riri yang sudah mengantuk tiba-tiba penuh energi.


"Halo Ri, maaf ya aku mengganggu! aku cuma mau bilang kalau malam ini sangat indah, seindah senyumanmu. Selamat malam cintaku." kata Irwan sambil menutup panggilan teleponnya.


"Eehh." ucap Riri terdiam dengan ponsel yang masih ia tempelkan di telinganya. "Dia telepon cuma bilang itu aja? lanjutnya.


"Sangat mengganggu, aneh, dan gak jelas ya Anda! Kata-kata nya pun persis dengan statusku. Tapi gak apa-apa deh, yang penting aku padamuuuu!" ucap Riri sambil mengerucutkan bibirnya dengan manja dan mencium ponselnya.


Liburan akhir tahun ini aku dan Irwan tidak bertemu, karena Irwan tidak datang menemuiku. Aku sebenarnya merasa kesal terhadap Irwan, tapi semua berubah ketika dia berbicara kepadaku dengan suara lembutnya. Hatiku merasa tenang berada di kehidupannya. Aku sangat berharap, Irwan akan selalu mendampingiku.


Hoaaaaamm,


Riri merasa kedinginan karena sebelumnya ia membuka jendela kamarnya dengan lebar untuk melihat kembang api. Sehingga angin malam pun masuk dan masih terasa di dalam kamarnya, yang membuatnya merasa menggigil.


Ia pun langsung menarik selimutnya, karena udara yang dingin seperti es batu itu masuk melewati pori-pori kulitnya.


Sebelum memejamkan matanya, ia pun tak lupa untuk membaca do'a sebelum tidur.


Bismika Allahumma ahyaa wa bismika amuut


(Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup, dan dengan nama-Mu aku mati)


Hoaaaamm,


Lagi-lagi ia menguap, karena mengantuk.


Waktunya tidur!


Semoga aku dapat bertemu dengan Irwan dalam mimpi. ucap Riri tersenyum tipis dengan mata yang sayu.

__ADS_1


Akhir tahun itu, Riri dan Irwan belum sempat untuk bertemu. Namun, mereka berencana untuk bertemu setelah kelulusan sekolah, dan memutuskan untuk tidak terlalu sering memberi kabar. Karena mereka akan sibuk mempersiapkan Ujian Nasional.


Tahun baru, lembaran baru.


__ADS_2