
Matahari mulai terbenam di ufuk barat, kedua orang tua Lina sudah pulang, sehingga Riri pun memutuskan untuk pulang ke rumahnya.
Dalam perjalanan pulang, ia berjalan sambil menendang-nendang batu kerikil kecil yang ada di jalanan. Ia pulang dengan hati yang begitu hampa.
"Assalamu'alaikum." seru Riri.
"Wa'alaikumussalam." sahut Ambu dan Abah yang sedang berada di ruang TV yang tidak jauh dari ruang tamu dan kamarnya.
Riri pun pergi ke toilet untuk membersihkan dirinya untuk membasuh wajahnya. Setelah itu, Riri masuk ke kamar dan menggantinya dengan menggunakan baju tidur.
Huhhh!
Riri merebahkan diri di tempat tidurnya, sambil memeluk bantal guling berwarna biru dengan motif kartun kesukaannya, serta menatap tembok yang berwarna putih.
Riri pun memutar lagu galau yang ada di ponselnya dan mendengarkan lagu itu dengan menggunakan earphone berwarna putih yang ia beli di taman saat akan bertemu dengan Irwan.
"Apa salahku sampai kau mengabaikanku?" ucap Riri sedih dengan air mata yang begitu deras, karena di dukung oleh lagu yang sesuai dengan perasaan yang ia alami saat itu, dan membuat hatinya semakin hancur.
Triing..
Suara sms dari ponsel Riri berbunyi.
Riri merasa senang, ia berharap kalau Irwan membalas pesannya. Saat ia melihat ponselnya, ternyata pesan masuk itu dari Lina.
"Ri, Irwan bls cmc aq." (Ri, Irwan bales sms aku).
Malam itu terasa seperti di penuhi oleh suara dordar gelap. Padahal, malam itu terlihat damai karena adanya suara binatang kecil saling bersahut-sahutan yang terdengar sangat merdu.
"Hah? Irwan bales pesan dari Lina? Padahal aku sms dia, tapi dia gak balas pesan dari aku. Aku kirim pesan di Facebook juga dia cuma baca doang?" gumam Riri.
Riri merasa cemburu kepada Lina, karena pujaan hatinya itu lebih memilih untuk membalas pesan dari Lina, daripada memberi kabar kepadanya. Ia meneteskan air mata karena ia menunggu kekasihnya yang tak kunjung memberinya kabar.
Akhirnya Riri pun memutuskan untuk menelepon Lina.
Tuuutt..
Panggilan telepon itu langsung di jawab oleh sahabatnya.
"Halo Ri?"
"Iya Lin, gimana? Irwan bales apa ke kamu?" tanya Riri penasaran.
"Dia cuma bilang hmm doang Ri." jawab Lina.
"Lin, dia gak kasih aku kabar selama 2 hari ini. Tapi dia bales sms kamu. Hikkks, hikksss, hikksss." ucap Riri sedih.
__ADS_1
"Ih kok dia gitu ya? Ya udah nanti aku marahin dia, bisa-bisanya bikin sahabat aku nangis." jawab Lina menenangkan.
Hikkss hikkss hikkss..
Riri yang mendengar perkataan Lina pun dapat membuat hatinya merasa damai dan terharu, karena mempunyai sahabat yang sangat pengertian kepadanya.
"Ya udah ya Ri, kamu jangan nangis lagi." ucap Lina menenangkan hati Riri yang sedang rapuh itu.
"Iya Lin, makasih ya,"
"Iya, sama-sama."
Mereka saling bercengkrama melewati panggilan telepon itu, dan Lina yang kekanak-kanakan dapat menjadi pendengar yang baik untuk Riri.
Ia mendengarkan curahan hati sahabatnya itu selama hampir setengah jam. Karena sudah terdengar adzan maghrib, akhirnya mereka pun memutuskan untuk mengakhiri panggilan telepon itu.
Riri pun kembali merenung sambil menatap layar ponselnya, ia menunggu kabar dari kekasihnya itu.
Ckliikk suara gagang pintu kamar terdengar seperti ada yang ingin membukanya.
"Ri, sholat dulu!" seru Ambu yang tidak bisa membuka pintu kamar Riri karena di kunci dari dalam. Sehingga, Ambu mengetuk pintu kamar Riri, dan memanggilnya agar Riri keluar dari kamar dan segera melaksanakan sholat.
"Iyaaa Ambu!" sahut Riri sambil mengusap air matanya.
Riri pun segera membuka pintu kamarnya yang ia kunci menggunakan selot. Ia pun segera bergegas meninggalkan kamarnya dan pergi ke kamar mandi untuk membasuh dirinya dengan air wudhu.
Setelah selesai sholat, hati Riri merasa begitu tenang. Sehingga membuatnya tidak merasakan kesedihan yang ia alami itu.
Riri pun beranjak ke tempat tidurnya dan mengambil ponselnya yang tidak ada pemberitahuan sms sama sekali.
"Ah, aku buat status aja deh di Facebook." ucapnya sambil membuka akun Facebooknya itu.
Profil
Rhie Eanx Clallu Terchakity
Tinggal di Kota Bandung
Bekerja di PT Mencari Cinta Sejati
"Hmmm, aku buat status apa yaaa?"
Riri memikirkan kalimat yang pas sesuai dengan isi hatinya. Sehingga, ia mengetik status itu dengan perasaan yang ada di hatinya.
Rhie Eanx Clallu Terchakity
__ADS_1
Jika hadirku tak di inginkan, tak mengapa. .
Biarkan aku mencoba untuk menyadarinya, bahwa aku memang tak pantas berada di dekatmu.
Status Riri yang sedang galau itu tidak menggunakan penulisan yang agak lebay. Sehingga membuatnya agak sedikit bijak dalam mengendalikan kegalauannya, dengan menggunakan penulisan yang jelas.
Seperti biasa, status itu langsung di kerumuni oleh teman pria di Facebooknya.
Pah : Knp nenx? (Kenapa neng?)
La : Knp nenx? Crita ma aa. (Kenapa neng? Cerita sama aa)
Whan : Pntez koq. (Pantas kok)
Ke : Cma aq ajh. (Sama aku aja)
Shi : Galau
Angan : Di dkat qu ajh. (Di dekat ku saja)
Tidak lama ia membuat status, komentar itu berdatangan membuat Riri pusing, karena inbox nya pun semakin banyak.
"Duh banyak banget yang inbox." ucap Riri.
Tringg..
Tiba-tiba saja sms berbunyi dari ponsel Riri.
1 pesan belum terbaca
Ia pun segera membuka pesan itu.
"Ri mff ea, aq gx ngasih tw qmu klw aq sbuk krja. Td aq lg sbuk bgt, aq puzink. Jd aq mrah2 ama qmoe., mff ea."
(Ri maaf ya, aku gak kasih tau kamu kalau aku sibuk kerja. Tadi aku lagi sibuk banget, aku pusing. Jadi aku marah-marah sama kamu, maaf ya!)
Ternyata pesan yang masuk itu dari Irwan, membuat Riri tersenyum kembali, karena ia sudah menunggu kekasihnya itu.
"Iya gpp." balas Riri, padahal hatinya sudah terasa hancur di buatnya.
Mereka pun saling mengirim pesan, namun tidak lama. Karena waktu pun sudah mulai malam dan Irwan sudah mulai mengantuk karena aktivitasnya yang membuatnya merasa lelah.
"Huh, gak peka banget sih jadi orang, udah tau aku tuh kangen sama dia. Aku juga bisa ngertiin dia, kalau dia sibuk. Setidaknya kabarin aku kek! Jadi kan aku juga paham kalau dia sibuk." gumamnya debgan wajah yang masam.
Jika memang kau sudah bosan denganku, mohon ucapkan padaku walaupun itu akan menyakiti hati dan perasaanku.
__ADS_1
Jika memang kau tak menginginkanku, aku akan mencoba untuk memahami. Karena aku pun sadar, jika aku tak sempurna seperti wanita lain.
Maka, jangan kau gantung perasaanku, dan kau pertahankan aku, karena kau merasa kasihan kepadaku. batin Riri.