
Hari yang di tunggu-tunggu akhirnya tiba. Riri dan Irwan berencana untuk bertemu.
Oookooookkkkk.. okokokooookkk.. krik.. krikk.. krikk..
Suara ayam berkokok saling bersahutan dengan ayam jantan di tempat lain dan diiringi oleh suara jangkrik pada subuh itu.
Riri terbangun dari tidurnya, jam alarm yang biasa berbunyi pun masih terdiam karena ia berbunyi pada pukul 05.00 WIB. Sementara pagi itu, Riri sudah terbangun sebelum pukul 05.00 WIB. Ia bangun lebih pagi daripada biasanya, karena dirinya sudah bersemangat untuk bertemu dengan pujaan hatinya.
Setelah Riri selesai bersiap-siap, jam pun menunjukkan pukul 06.30 pagi. Ia memakai setelan rapi dengan rambut ikal yang berwarna hitam terurai.
"Ambu, Riri pergi dulu ya, Assalamu'alaikum!" ucap Riri sambil mencium tangan ambu.
"Wa'alaikumussalam, iya hati-hati ya!" kata Ambu.
"Iya." kata Riri sambil memasang helmnya dan menaiki motor Lina yang sudah menunggu di halaman rumahnya.
Di perjalanan menuju taman Kota Bandung, Riri sangat menikmati angin pagi yang begitu segar.
Wuuuuuussshhhh..
Ia merasakan angin pagi yang mengenai wajahnya, rasanya segar seperti hati yang ia rasakan saat itu.
Saat tiba di tempat tujuan, Lina menaruh motornya di tempat parkir dengan mengunci leher motor miliknya agar tetap aman. Lina melepaskan helm yang ia pakai dan berbicara kepada Riri
"Ri, sini helm kamu! Biar aku simpan!" kata Lina sambil menyodorkan tangannya kepada Riri.
Riri pun melepaskan helm dan memberikannya kepada Lina, untuk ia simpan di motor.
Setelah itu, mereka segera berjalan melewati kerumunan orang yang sedang beraktivitas. Disana banyak orang yang berjualan seperti makanan, pakaian, hingga perabotan rumah tangga dan masih banyak lagi. Serta banyak pula orang yang melakukan aktivitas seperti olahraga, jalan-jalan dan kepentingan lain termasuk Riri dan Lina.
Tetot.. Tetot.. Drrrttt.. Tetot.. Tetot.. Drrrrtt..
Suara sms ponsel Riri bergetar di saku celananya. Ia pun segera melihat isi pesan itu.
"Ri, qmu dmn? Aq dah sampe." (Ri, kamu dimana? Aku udah sampai), kata Irwan mengirim pesan lewat sms.
Deg.. deg.. deg..
Jantung Riri berdebar sangat kencang, karena itu adalah hari pertama ia bertemu.
"Ih Lin, dia udah sampeee." kata Riri senang sambil memegang tangan Lina yang dingin karena angin pagi itu.
Riri pun membalas pesan Irwan
"Aq ugha dah sampe nih." (Aku juga udah sampai nih).
Beybeh beybeh beybeh ooo laik..
Suara ponsel Riri berdering, yang tak lain adalah Irwan. Riri pun menjawab panggilan telepon itu.
"H_lo? Sa_ang ka__u dim_na? Ki_a ketemu_an di _man sebel__ ujung ya!" ucap Irwan lewat telepon.
__ADS_1
Suara Irwan terputus-putus karena sinyal yang tidak bagus.
"Hah apaa?" kata Riri.
Panggilan itu tiba-tiba terputus.
Beybeh beybeh beybeh ooo laik..
Suara telepon pun kembali berdering.
"Ih Irwan, kenapa sih gak sms aja? udah tau gak jelas suaranya!"
Karena ponsel itu terus berdering, akhirnya Riri menjawab teleponnya.
"Iyaa halo?" ucap Riri
"Ri, kamu dimana? Aku di tempat parkir di sebelah utara. Nanti kita ketemuan di taman sebelah ujung yang ramai itu ya!" kata Irwan.
"Iyaaaa, siap. Kamu pakai baju warna apa?" jawab Riri.
"Oke, aku pakai baju warna kuning ya. Kalau kamu pake baju warna apa?" kata Irwan.
"Aku pakai baju warna biru. Irwan, kita smsan aja ya, kurang jelas suaranya soalnya." jawab Riri.
Keramaian orang disana membuat Riri tidak bisa mendengar suara Irwan dengan jelas, walaupun samar-samar, namun suara telepon itu tidak putus-putus seperti sebelumnya. Sehingga mereka pun memutuskan untuk mengirimi pesan singkat dan mengakhiri panggilan teleponnya.
Klotrak.. klotrak..
Suara sepatu pantopel itu terdengar berisik.
Setelah sampai, di tempat tujuan. Riri melihat pria yang memakai baju berwarna kuning seperti ciri-ciri baju yang Irwan pakai.
"Ri, si Irwan pakai baju apa?" tanya Riri.
"Katanya sih pakai baju warna kuning." jawab Riri.
"Riiiiii lihaaat! dia ganteng bangeeeett." ucap Lina mengenggam tangan Riri.
Riri yang sudah melihat pria itu pun langsung menjawab
"He.. he.. he.." Riri kaget karena pria itu menggunakan baju yang berwarna kuning.
Pria itu terlihat tampan, memiliki hidung mancung, kulit putih, dan postur tubuh yang tinggi. Sehingga baju kuning yang ia pakai di tubuhnya pun sangat cocok di pakai serta membuatnya terlihat bersinar. Wanita yang melihatnya pun seperti terhipnotis oleh pesona ketampanannya.
"Hah? Dia Irwan bukan ya? Ganteng banget." kata Riri dalam hati sambil memegang erat tangan Lina dan berbalik badan agar orang itu tak melihatnya.
"Ri mana Irwan? Dia yang ganteng itu bukan?" kata Lina sambil menoleh ke belakang dan melihat pria itu berjalan menghampirinya.
Deg.. deeggg.. degg..
Riri yang mendengar Lina berbicara kalau pria itu menghampiri, jantung Riri merasa sakit. Ia merasa belum siap untuk bertemu karena malu.
__ADS_1
"Ih aku gak tau. Tapi ini ganteng banget daripada fotonya di Facebook." kata Riri sambil menggelengkan kepalanya.
Pria itu berjalan dan terfokus melihat ponsel mahalnya serta memakai earphone yang menempel di telinganya.
Tiba-tiba..
Dugg!!
"Aduuhh." ucap Riri tersenggol oleh oleh seseorang dengan posisi badan yang tersungkur ke jalanan beraspal itu.
"Ririi." ucap Lina kaget dan hanya dapat memegang tangan Riri.
"Upsss, sorry." ucap seorang wanita yang membuatnya hampir jatuh.
Riri terlihat kesal dan marah, karena mereka pergi meninggalkan dirinya, seperti sengaja membuat dirinya jatuh. Entah seperti apa ia menyenggol sampai Riri terjatuh.
Hahaha..
Mereka tertawa melihat Riri terjatuh, Riri dan Lina pun melihat wanita itu. Ternyata mereka adalah Dinda dan Sani. Mereka berjalan pergi meninggalkan tempat Lina dan Riri berpijak dengan berlagak sombong.
"Huh wanita itu lagi." gumam Riri.
Gadis itu ingin membalas dendam yang pernah ia alami karena ulah mereka. Namun, ia tak bisa membalasnya, karena disana terdapat banyak orang yang pasti akan membuat ramai. Untungnya tidak banyak orang mengetahui dirinya terjatuh.
"Woy, dasaaaar ne___!" teriak Lina terhenti karena Riri memotong ucapan Lina.
Ssstttt..
"Udah Lin, biarin aja!" ucap Riri.
Tap!
Tiba-tiba seseorang memegang kedua tangan Riri dan membantunya untuk bangun.
"Kamu gak apa-apa kan?" kata seseorang itu.
Deg!
Riri kaget, ternyata itu adalah suara pria yang entah siapa rela membantu dirinya yang jatuh itu.
"Kamu gak apa-apa kan?" ucap pria itu lagi sambil membantu Riri untuk berdiri tegak.
"I..iyaa." Riri berdiri menyeimbangkan diri dan kaget melihat posisi pria itu yang sudah berada di depannya.
Wuuusssshhhhh
Angin yang berhembus secara perlahan pun dapat menebas rambut panjang Riri saat itu. Entah mimpi apa ia semalam, sampai akhirnya ia bertemu dengan pria tampan yang membantunya bangun karena terjatuh.
"Tadi tuh siapa?" kata pria itu sambil menunjuk kedua wanita itu.
Riri terpanah saat melihat wajah pria itu.
__ADS_1
"Hah sedekat ini? Apa aku gak mimpi?" batin Riri.
Mata Riri yang sipit itu terbelalak melihat pesona indah yang ada di hadapannya. Rasanya seperti berada di dalam mimpi.