Akun Facebook Si Pendiam

Akun Facebook Si Pendiam
Bucin


__ADS_3

Siang itu begitu terang, sinar matahari pun menyilaukan mata. Riri pulang dari sekolahnya seperti lemas tak berdaya.


Ia membuka kunci pintu rumahnya menggunakan kunci cadangan yang kemana pun ia bawa. Rumah itu terlihat sepi, karena Abah sedang bekerja dan Ambu pergi arisan di rumah tetangga yang tak jauh dari rumahnya.


Ia pun menutup pintu yang menjulang tinggi berwarna cokelat tua itu dan segera bergegas ke kamarnya dengan langkah yang begitu cepat.


"Ah, hari yang menyebalkan!" Riri membantingkan tasnya dan menjatuhkan diri ke tempat tidurnya itu dengan keadaan tengkurap sambil memeluk bantal.


"Kenapa sih? Baru saja aku membuka hati lagi, namun tetap saja hanya kekecewaan yang aku dapatkan."


Nitnit.. Nitnit..


"Hmm, siapa lagi yang sms?" kata Riri sambil mengambil ponselnya yang ada di dalam tas ransel berwarna hitam itu.


1 pesan belum terbaca


Riri membuka pesan itu, ternyata itu adalah Irwan.


Irwan : Met siang (Selamat siang)


Ih ngapain sih dia sms? Udah punya pacar masih aja sms cewek lain. ucap Riri sambil membalas pesannya.


Riri : Y


Irwan : Kok spj sih Ri?


(Kok Singkat Padat dan Jelas sih Ri?)


Riri : Hehe


Irwan : Kenapa? Koq cuek sih?


Riri : Gpp.


Irwan : Kenapa sih Ri? Jangan cuek donx!


Riri : Oh ea, aq mw tnya, qm punya pcr kan? Tp koq bilanx chyank ke aq? Cuma bikin baper aq ajh atw gmn sich?


(Oh ya aku mau tanya, kamu punya pacar kan? Tapi kok bilang sayang ke aku? Cuma bikin baper aku aja atau gimana sih?)


Irwan : Mff Ri, coz ea aq nyman cma qmu,


(Maaf Ri, soalnya aku nyaman sama kamu).


Riri : Yh, tpi kan qm dah pnya pcr


(Ya tapi kan kamu udah punya pacar).


Irwan : Ea Ri, tp dia cuek cm aq, tp pas aq knal ama qm, aq nyaman and chyank ama qmu. Qmu mw gx jd pcr aq yg ke 2?


(Iya Ri, tapi dia cuek sama aku, tapi setelah aku kenal sama kamu, aku nyaman dan sayang sama kamu. Kamu mau gak jadi pacar aku yang ke-2?)


Riri : Hah? jd aq cma jd plampiasan qm doank selama ini, krna qm mrasa ksepian and di cuekin pcr qm? Mff ea kyknya aq gx bza!!


(Hah? jadi aku cuma jadi pelampiasan kamu doang selama ini karena kamu merasa kesepian dan di cuekin pacar kamu? Maaf ya kayaknya aku gak bisa!).

__ADS_1


Setelah kejadian itu, Irwan tiba-tiba menghilang tanpa kabar, dan Riri pun mencoba untuk melupakan Irwan. Hari-hari yang ia lalui itu terasa hampa walaupun banyak teman di Facebook yang mengirim pesan padanya.


Tapi tetap saja, baginya sangat sulit untuk melupakan Irwan, walaupun baru seminggu ia mengenalnya, tapi rasa sayang itu sudah muncul begitu dalam.


3 hari berlalu ia lewati tanpa adanya kabar dari Irwan.


Wussshhhh...


Sore itu terasa sejuk, karena angin berhembus masuk melewati jendela kamar yang di buka lebar oleh Riri.


Tiba-tiba..


Netnot.. Netnot..


1 pesan


Assalamu'alaikum!


Riri yang sudah mulai melupakan Irwan ternyata perasaan itu muncul kembali hanya sekedar salam.


Netnot.. Netnot.. (dering sms kembali berbunyi)


"Ri, maafin aku ya."


Ia yang sudah melewati hari-hari tanpa ada sms dari siapapun akhirnya terasa ramai saat Irwan memberikan pesan singkat kepada Riri.


"Kenapa sih dia kabarin aku lagii????"


Terus melangkah melupakanmu.. (suara dering panggilan telepon)


"Hallo? Assalamu'alaikum." ucap Irwan.


Riri sangat gugup untuk menjawab salamnya, namun ia mencoba untuk memberanikan diri


"Wa'alaikumussalam." sahut Riri jutek, padahal hatinya sangat senang karena ia mendengar kembali suara Irwan yang ia rindukan.


"Ri, maafin aku ya! Aku gak bermaksud bikin kamu sakit hati. Tapi aku emang sayang banget sama kamu. Selama tiga hari gak ada kabar kamu, aku selalu mikirin kamu."


Aduduhhh, kenapa sih bikin aku baper lageeehhhh? batin Riri.


Riri yang sedang menjaga image menjawab singkat, "Hmm terus?"


"Aku udah putus sama pacar aku."


"Ya terus apa hubungannya sama aku?" jawab Riri.


"Aku putusin pacar aku karena kamu!" ucap Irwan merajuk.


Deg!


Mendengar hal itu, perasaan Riri tumbuh kembali.


"Ha.. hah? Kok bawa-bawa aku sih?"


"Soalnya kamu udah bikin aku sayang sama kamu!" jawab Irwan.

__ADS_1


Lagi-lagi Riri mendengar ucapan yang membuat hatinya terasa luluh.


"Y.. Ya terus?" ucap Riri canggung.


"Kamu mau gak jadi pacar aku?"


Wuusssshhh..


Angin begitu terasa kencang mengenai wajah dan membuat rambut Riri dapat di tebas olehnya saat Riri melihat pemandangan di luar kamarnya. Sekelompok burung yang sedari tadi ia lihat berada di halaman rumahnya tiba-tiba membentangkan kedua sayap yang indah dan terbang ke angkasa.


"Halo?"


Riri bengong dan menghiraukan ucapan Irwan yang telah ia dengar tadi. Perasaan Riri seperti terbang jauh ke angkasa, di bawa oleh burung-burung yang ia lihat itu.


"I..iyaaa?" jawabnya kaku.


"Kok diem sih?" tanya Irwan.


"Kalau kamu belum bisa jawab sekarang, gak apa-apa kok. Aku tungguin!" lanjutnya.


Ihh, masa iya aku harus terima dia sih? Gengsi dong, gimana kalau dia cuma pura-pura? Hih sok kegantengan banget, bisanya cuma gombal. Eh tapi kalau gak di terima, dia bakalan cari yang lain dong? ucapnya dalam hati sambil berpikir.


Huuufffttt


Riri menghela nafas.


Ah sudahlah aku gak peduli. batin Riri.


Ia yang terasa gengsi, namun masih menyimpan perasaan pada pria itu. Akhirnya ia memberanikan diri untuk menjawab dengan lantang.


"Maaf, aku gak mau!" jawab Riri.


"Mm.. maksudnya Ri?" ucapnya sedih.


"I.. iya.. Aku engga mau! Aku gak mau kalau kamu ninggalin aku!"


Plaak, Plaakkk, Plaakk!


Ia pun menepuk-nepuk jidatnya yang luas itu, "adduuuuuhhh, kenapa malah terburu-buru gini sih Ri? Kenapa malah di terima sih? ah bodohnya aku!"


Padahal sebelumnya, Irwan mengatakan kalau dia menginginkan Riri menjadi pacar ke-2 nya. Tapi akhirnya, Riri tidak peduli dengan hal itu, ia malah mempercayai Irwan, kalau dia adalah alasannya putus dengan kekasihnya dan kini, Riri menjadi orang yang labil karena cinta.


"Hah, jadi kamu terima aku Ri? Aku gak mimpi kan? Ahhh, terimakasih Tuan Puteri. Aku akan mencoba untuk tidak membuatmu sakit hati, dan tak akan pernah meninggalkanmu. Aku janji!" ucapnya meyakinkan, membuat hati Riri merasa bahagia.


Akhirnya mereka pun bercengkrama melepas rindu yang telah hilang selama 3 hari.


Setelah satu jam mereka mengobrol dan membuat kuping Riri terasa panas. Akhirnya mereka memutuskan untuk mengakhiri panggilan telepon itu.


Krubukk.. Krubukk..


Suara perut Riri terdengar jelas oleh telinganya, ia pun merasakan lapar perutnya sehingga ia keluar dari kamarnya.


Terlihat Ambu sedang mengobrol dengan Abah di ruang TV.


Wah, ternyata cinta sejati terlihat begitu indah. Aku ingin mempunyai teman hidup seperti abah yang mencintai ambu dan menyayangi keluarga tanpa batas, serta tidak lepas dari tanggung jawabnya. Selalu pengertian, baik dan setia. kata Riri dalam hati sambil melihat kedua orang tuanya itu.

__ADS_1


Begitulah kisah Riri, ia sekarang sudah menjadi bucin alias budak cinta.


__ADS_2