Akun Facebook Si Pendiam

Akun Facebook Si Pendiam
Blokir!


__ADS_3

Ndha Clallu Muetz (Dinda Selalu Imut)


Pemilik akun facebook itu bernama Dinda. Ia adalah teman sekelas Riri di SMK yang pernah membuat hidup Riri merasa terpuruk.


"Sebelum aku blokir, aku lihat-lihat dulu deh akun Facebooknya." kata Riri sambil terlentang di atas tempat tidurnya dan mengadahkan tangan sambil memegang ponsel, tepat di atas wajahnya.


Treengg..


1 teman yang sama


"Hmmm satu teman yang sama? Siapa nih yang berteman sama dia?" ucap Riri penasaran.


"Hah, Irwan? Dia berteman sama Irwan juga? Aku lihat postingannya deh." jari Riri menekan tombol keyboard itu dengan cepat.


Scroll.. Scroll.. Scroll....


"Hah, Irwan like postingan dia? Duh! Irwan kenal sama Dinda gak ya?" ucap Riri dengan wajah yang begitu kaget.


"Hmm, dia memang manis, tapi tak semanis ucapannya." kata Riri dengan wajah masam sambil melihat foto Dinda.


Dugg!!


Aduhhhh..


Ponsel Riri tiba-tiba jatuh tepat di wajahnya.


"Ihh sakiiiit!" kata Riri sambil mengusap wajah dengan telapak tangannya.


Riri pun membalikkan badan dengan keadaan tengkurap dan mencari posisi yang enak, dan ia pun segera melanjutkan bakat stalking nya.


"Duhhh, aku blokir atau jangan ya? Tapi dia tuh ganggu banget!" ucap Riri kebingungan.


"Ya sudah deh, blokir saja!" lanjutnya.


Riri pun memblokir akun Facebook Dinda, sehingga ia tak bisa melihat akun Facebooknya, dan Dinda pun tak bisa melihat, dan mengomentari lagi akun Facebook Riri.


"Ahh legaaa." kata Riri dengan wajah yang berseri-seri.


Tringg..


Suara pesan dari Facebook itu membuat Riri penasaran. Setelah ia membuka pesan, ternyata itu adalah Irwan.


Wanz : "Hy Ri, aph kbar? Minggu dpan add acara gx qmue?"


(Hai Ri, apa kabar? Minggu depan ada acara ga kamu?)


"Haaaahhhhh, setelah sekian lama aku menunggu, akhirnya dia memberi aku kabar. Aaahhh, manisnyaaaa!" kata Riri tersenyum sambil memeluk ponselnya.


Riri pun membalas pesan dari Irwan,


Rhie : Kbar aq baik, klw qmu?


(Kabar aku baik, kalau kamu?)


Rhie : Hmmpp, aq gx ada acara chie minggu dpan, emg ea knph? (Hmm, aku gak ada acara sih minggu depan, memangnya kenapa?), lanjut Riri.


"Duhh kok jadi deg-degan gini yah hihihi." Tiri bergumam.


Wanz : Minggu dpan qta ktemuan kuy, wktu itu khan gx jdi. Qta ktmu lghie di tmpat wktu itu qta janji mw ktemuan gmn? km mau khan? plissss!


(Minggu depan kita ketemuan yuk, waktu itu kan gak jadi. Kita ketemu lagi di tempat waktu itu kita janji mau ketemuan gimana? Kamu mau kan? Please!)


"Ah dia ngajak ketemuan dooong." ucap Riri tersenyum lebar.

__ADS_1


Rhie : Ea aq mw hihihi. (Iya aku mau hihihi)


Krikkk.. Krikk.. Krikk..


Suara jangkrik selalu terdengar di telinga Riri saat malam tiba. Sedangkan kunang-kunang di sekitar memperlihatkan dirinya bercahaya. Riri menikmati suasana malam yang indah itu sambil menatap langit yang di penuhi bintang.


Tiba-tiba..


Kau gadisku yang cantik, coba lihat aku disini


(nada dering telepon Riri)


"Eh ada yang telepon, tapi siapa ya ini? Kok nomornya di sembunyikan? Jawab atau jangan ya? Tapi takutnya ada info penting." kata Riri bingung melihat ponselnya yang masih berbunyi.


"Hemm, aku jawab aja deh."


"Halo?." ucap seseorang yang bersuara di telepon itu.


"Iya?" jawab Riri.


"Boleh kenalan?" ucap orang misterius itu.


"Siapa ya? Tau nomor aku darimana?" kata Riri.


"Aku dapet nomor kamu dari gosokan a*e-a*e" ucap pria itu. (a*e-a*e - produk minuman yang kemasannya di gosok dan mendapatkan hadiah apabila beruntung).


"Ih serius!" kata Riri kesal sembari takut, namun saat ia mendengar ucapan pria itu, suaranya seperti tak asing lagi bagi Riri.


"Dua rius deh, suer!" ucap pria itu.


"Irwan ya?" tanya Riri.


"Irwan siapa? hahaha." jawabnya.


Deg!!


"Halo?"


Riri pun masih terdiam.


"Hahahah, lucu deh kamu!" Irwan tertawa.


"Ihh Irwan yaaa? kamu nyebelin banget!" kata Riri salah tingkah mendengar suara kekasihnya.


"Walaupun nyebelin, tapi ngangenin kan? hehehe." ucap Irwan dengan percaya diri.


"Iyaa deh, hihihihi." Riri pun tertawa bahagia.


Dugaan Riri ternyata benar, suara lembut yang ia dengar adalah kekasihnya. Irwan sengaja menjahili dengan menyembunyikan nomor telepon miliknya, karena ingin mengetahui reaksi Riri saat ada yang ingin berkenalan dengannya.


Setelah bercakap-cakap, Irwan pun bernyanyi. Sedangkan Riri tersenyum mendengarkan suara kekasihnya itu, sambil menikmati indahnya malam.


"Haaaaa, meleleh akuuuuuuu denger dia nyanyi." ucap Riri dalam hati.


Setelah dua jam mereka melakukan panggilan telepon.


"Irwan, kamu udah ngantuk belum?" tanya Riri.


"Belum, kamu udah ngantuk ya?" kata Irwan.


"Belum juga kok." ucap Riri berbohong.


"Kalau kamu mau tidur, kamu akhiri aja panggilan teleponnya!" ucap Irwan.

__ADS_1


"Ah kamu aja!" kata Riri.


"Kamu!!" jawab Irwan


"Kamu!" ucap Riri.


"Kamu aja sayang!" ucap Irwan menggoda Riri.


"Kamu aja yang matikan panggilan teleponnya!" kata Riri baper.


"Kamuuuuuu!" ucap Irwan.


Riri pun terdiam dan tak menjawabnya.


"Ri?" ucap Irwan lagi, karena Riri terdiam selama 1 menit.


"Ri udah tidur ya?" lanjutnya.


"Eh iya, apa? belum ngantuk kok aku." kata Riri berbohong dan memaksakan matanya melek padahal sudah merah dan berair.


Karena dirinya masih rindu kekasihnya itu. Ia pun segera menutup jendela kamarnya dan segera beranjak ke tempat tidur untuk merebahkan dirinya sambil memakai selimut.


"Ya udah, aku nyanyiin buat kamu lagi ya." kata Irwan.


"Iya." kata Riri meletakkan ponsel di telinganya sambil mendengar suara Irwan.


Irwan pun bernyanyi, membuat Riri tertidur karena sudah mengantuk.


"Ri..?" sahut Irwan.


Riri tak membalas ucapan Irwan.


"Hallo?" kata Irwan.


"Udah tidur ya? Yasudah, selamat malam Ri! lanjutnya.


Akhirnya Irwan memutuskan panggilan telepon itu. Karena ia menduga, kalau Riri sudah tidur.


Kriiingg.. kriingg!


Alarm berbunyi, namun Riri mengabaikannya, karena ia masih tenggelam dalam tidurnya yang membuat ia merasa sangat nyaman.


Braakkkk!


Ambu membuka pintu kamar Riri, Ia mematikan alarm yang berada di kamar Riri yang sudah hampir setengah jam berbunyi.


"Ri banguuuun! Udah jam setengah 7. Cepet ke air, terus sarapan!" kata Ambu menarik selimut Riri dan segera membuka gorden serta jendela kamar itu, sehingga angin pagi pun berhembus ke dalam kamar Riri, menyebarkan dinginnya yang segar.


"Heemmmm." kata Riri dengan mata yang masih tertutup rapat sambil menutup tubuhnya kembali dengan selimut.


Sorotan cahaya mentari yang menembus jendelanya membuat Riri membalikkan badan, karena menghindari diri dari sorotan cahaya itu.


"Heh, Bangun!" kata ambu sambil menggoyahkan tubuh Riri, dan membuat Riri terpaksa bangun dari tidurnya karena Ambu membangunkannya.


"Heeeemm." Riri pun bangun dari tidurnya dengan posisi duduk, dengan mata yang masih tertutup.


"Cepet bangun!" kata ambu sambil meninggalkannya pergi.


Namun ia kembali merebahkan dirinya di tempat tidur dan membentangkan selimut lembut yang sudah bau apek itu.


Sementara itu, Ambu dan Abah menunggu Riri di meja makan. Karena Riri yang tak kunjung datang, sehingga mereka melanjutkan sarapan tanpa Riri.


Krubuk.. Krubukk..

__ADS_1


"Hah lapeerrr!" Riri membuka mata dan terbangun dari tidurnya karena lapar.


Ia melihat jam di ponselnya, "Hah udah jam 9?" ucapnya kaget.


__ADS_2