
Lydia pun pulang kerumahnya karena ada urusan yang tidak bisa dia tinggalkan.Dia merasa sedih karena meninggalkan ku begitu saja.Sekarang aku sendiri.
”Enaknya ngapain,ya?"gumam gue.Setelah berpikir sangat lama aku memutuskan untuk jalan jalan melihat untuk melihat penduduk sekitar sini.
Sebelum pergi,aku mandi dulu lalu ganti baju.Bajunya yang kebanyakan berwarna hijau.Aku memilih gaun yang simpel dan bagian kerahnya terdapat kain yang menjuntai tapi pendek sampai bagian dada aja.Aku mulai tournya.Walaupun daerah nya kecil tapi penduduknya banyak banget.Bikin aku takjub itu ada elf yang bisa terbang.
Kebanyakan elf di daerah ini bekerja sebagai pengrajin dan peracik obat.Elf dari luar penduduk sini juga mampir untuk dibuatkan obat.Sepertinya penduduk sini tidak ada istirahatnya.Ketika aku mau lihat lihat pernak pernik di toko kecil.Aku melihat sekelebat bayangan hitam dari kejauhan dan para elf mengejar bayangan tersebut.Tapi entah kenapa aku merasa tidak enak seperti akan terjadi sesuatu.Aku pun memutuskan untuk pulang dan tidak melanjutkan jalan jalanku.Tiba tiba aku ditabrak sesuatu yang besar.Sampai membuatku jatuh ke genangan lumpur.
"Aaaaakhh"Teriak gue.Ketika aku mau keluar dari genangan itu tiba tiba lumpur itu menghisapku semakin dalam lagi dan lagi.
"Tolong"teriak gue sambil berusaha agar dapat keluar dari sini.Sayangnya di tempatku tercebur sedang tidak ada orang satu satu yang ada hanyalah yang menabrakku tapi dia mungkin sudah pergi.
"Aku sepertinya tadi menabrak orang,deh. Enggak mungkinlah disana kan kawasan lythari dan juga lythari enggak mungkin jalan kaki "gumam yang menabrak tadi.
"Tapi gimana kalo tadi orang,kan di sana ada genangan lumpur hisap.Orang yang terhisap di sana bisa bisa mati kehabisan napas.Ke sana atau kejar bayangan itu,ya?gumam yang menabrak allesia yang kebingungan dan berhenti berlari.
Jika aku tidak mengejarnya juga masih ada lythari yang lain bantu tangkapnya.Yang menabrak allesia pun memutuskan untuk memastikan kalo yang aku tabrak tadi orang apa halusinasinya saja.
Ketika aku sampai,ternyata dugaannya benar itu orang. Orang itu sudah terhisap sampai matanya. Dia memikirkan cara agar dia bisa keluar dari genangan itu tapi kalo aku banyak buang buang waktu bisa bisa dia mati. Untungnya didekat genangan itu ada tanaman menjalar jadi aku gunakan itu sebagai talinya.
"Lebih baik tanamannya ku lilit dua kali agar saat menarik nanti tidak putus"pikirnya.
"Ketika aku lempar ini kamu tangkap, ya? "
katanya dengan keras sambil melempar talinya.Allesia pun meraba raba di genangan lumpurnya tapi tidak menemukan tali itu.
"Talinya ada di depanmu"ucap lythari.Aku meraih tali itu dengan tanganku.
"Dia akan menarikku.Aku harus bertahan sebentar"pikir allesia sambil memegang talinya.
Di sisi lain,zendra masih sibuk akan pekerjaan yang diberikan tetua.Karna haus ia membuat minuman tiba tiba gelas yang aku ambil jatuh.
"Pyaar....."Sura gelas jatuh.
"Apa ada sesuatu yang dengan Allesia atau Lydia?"kata zendra sambil menyelesaikan pekerjaannya cepat cepat karena dia punya firasat buruk antara mereka atau salah satu dari mereka.
Ketika hampir sampai di tepi genangan tangan ku yang memegang tali pun semakin mengendur karena sudah tidak ada tenaga.Lythari itu pun menarik tangannya dengan badan lythari terikat tali yang diikat di pohon kalo rencana 1 gagal.Lythari mendapat perlawanan yang kuat.Setelah pergolakan yang lama akhirnya dia terlepas dari lumpur hisap.
__ADS_1
"Auuuuww...."teriak lythari dengan kencang yang tertindih orang itu lalu memindahkannya dari badanku ke tanah dengan kasar.
Lythari merasa heran, " kenapa dia enggak bangun. Meskipun aku teriaki dan kuperlakukan seperti itu".
"Apa dia terbentur,ya? Atau dia mati? "Kata lythari yang khawatir akan keadaannya.
"Aku tidak boleh berpikiran yang tidak tidak"Kata Lythari sambil geleng geleng kepala.Aku mengingat ingat pernah di situasi apa belum.
"Oh,iya.Saat itu, kan aku pernah lihat elf hutan nolong lythari lain seperti ini juga.Ketika itu, ia mengetes nadi kalo nadi lemah.Dia kasih CPR ke lythari saat itu "gumam lythari sembari mengingat kejadian itu.
"Masa aku kasih CPR, sih.Tapi ini salah ku juga"gumam lythari kesal dengan dirinya sambil mengacak acak rambutnya.Dia masih bimbang mau ngelakuin itu apa enggak.
"Demi nyawanya"gumam lythari sebelum mau melakukan CPR.Ketika ia mau CPR sambil menutup matanya.
Allesia merasa kepalanya pusing banget dan tidak ada tenaga.Aku kaget ketika seorang laki laki dihadapannya sambil memajukan bibirnya ke aku.Aku tampar pipinya dengan tanganku lalu ia beranjak bangun.
"Auuuwww"teriak lythari yang kesakitan sambil memegang pipinya.
"Orang ini pasti punya niat jahat "Batin gue sambil beranjak bangun dari tanah.Aku pun tak buang buang waktu lagi.Aku hajar dia habis habisan sampai dia tau rasa.
"Allesia di lawan.Jadi, jangan sekali sekali macam macam sama aku,ya"Kata aku yang mengancam lythari itu.Saat aku lengah, dia mengunci kedua tanganku dan leher dari samping.
"Kamu hebat juga.Meskipun badanmu kayak ular.Meskipun gesit tapi tidak gesit dan selincah aku "kata Lythari yang menyindir Allesia.Aku pun mencari waktu yang tepat untuk membalasnya.
"Aku bakal ngelepasin kamu tapi kamu harus kasih tau namamu?Gimana mau apa enggak, nih?"Kata Lythari dengan tangannya yang masih menguncinya.
"Sekarang waktunya"Batin gue sambil menginjak kakinya.Lalu aku lari sekencang kencangnya.
"Auuuwww, jangan lari"teriak lythari sambil mengangkat kaki yang diinjak dan mengelusnya sebentar lalu mengejarnya meskipun jalannya terpincang pincang.
Aku menengok ke belakang apa dia mengejarku.Ternyata dia masih tidak mau ngelepasin gue juga.
"Dasar cowok kadal.Kenapa kepalaku pusing di saat seperti lagi ?"gumam gue sambil memegang kepalaku. Tubuhku sudah terasa lemas dan jalanku sempoyongan.Sontak lythari itu berlari ke arahku.
Sebelum aku pingsan, aku melihat orang menghampiriku dan menggendongku.
"Kamu...."ucap gue sambil menunjuknya dengan penglihatan ku yang buram.Akhirnya aku pun pingsan.
~~~~|@). .(@|~~~~
∆
__ADS_1
(______)
Afran seperti biasanya latihan bela diri,memanah, mengasah kekuatan airnya. Lama kelamaan aku bosan setiap hari seperti ini terus.Ketika latihan, ia menyuruh pengawalnya untuk mengambilkan barang yang ada di kamar.
"Pengawal, tolong ambilkan barangku yang ada di kamar.Cepetan?Dan juga bilang sama ayah kalo aku mau ke hutan"Kata afran yang tidak suka orang yang tidak cekatan sambil berjalan ke kandang kuda.
Pengawalnya pun berjalan menuju ke kamar tuannya.Ketika afran mau ke kandang kuda.Tak berselang lama,akhirnya aku sampai.Aku menunggu pengawal ku yang suruh bawa barang berburuku.Aku pun berjalan mondar mandir sembari menunggu.
"Lama banget, sih.Disuruh ambilin barang sama bilang ke ayah aja kalo aku mau ke hutan.Mending aku ke hutan duluan aja,deh daripada nungguin di sini "gumam Afran yang bete sambil naik dan langsung menunggang kuda kesayangannya.Ketika aku keluar istana, semua elf perempuan menatapku dengan kagum.
"Kamu lihat pangeran Afran ganteng banget?"Kata elf perempuan berambut ikal sambil menatap pangeran Afran yang begitu berkharisma.
"Aku mau ke sana ,ah"kata elf perempuan berambut keriting sambil berlari ke arah Pangeran Afran.
Semua elf perempuan pun ingin mendekati Pangeran Afran saking tampannya dan gagah dibandingkan elf lainnya.Mereka memutuskan ikut ke sana
"Hei, jangan"kata elf laki laki yang didekat elf berambut ikal yang memperingatkan elf berambut keriting.Dan elf berambut keriting itu pun tidak menggubris kata katanya.
"Pangeran Afran, aku cinta kamu"teriak elf yang berambut keriting sambil berlari ke arah Pangeran Afran.
Ketika Afran mendengar itu serasa mau muntah.Ia tak mempedulikan kata elf itu dan tetap melaju dengan kudanya.Tapi, terhalang oleh sekumpulan penjaga kerajaan.
"Kalian cepat minggir kalo tidak.Aku usir kamu dari kerajaan Sentoria"Kata Afran yang mengancam sambil memegang tali pengait kuda.
Penjaga kerajaan tidak mempedulikan katanya dan tetap bersikukuh menghadang Pangeran Arab karena itu perintah Baginda Raja.
"Oke, kalo kalian tidak mau"Kata Afran yang yang kecewa.
"Apa yang bakal tuan lakukan,ya ?"pikir penjaga kerajaan Sentoria sambil menghadang kudanya agar tidak bisa lewat dengan kedua tangannya direntangkan.
Afran pun menghentak kudanya dengan kakinya bersamaan dengan menggerakkan tali pengait kuda ke bawah dan ke atas agar jalan.Kudanya pun menerobos penjaga itu dengan cepat.Dan untungnya penjaga itu sudah menghindar saat kudanya berlari.
__ADS_1