
Dia masih menunggu. Aku pun menghampirinya dan setuju mau ikut dengannya. Sebelum pergi dia menyuruhku ganti baju takut orang yang ketemu kita berpikiran yang aneh aneh sambil mengeluarin pakaian dan memberikannya ke aku.Aku ingin banget nolak karena bajunya seperti cowo.Aku pun ganti baju di semak semak. Tak berselang lama aku selesai ganti baju.
" Kalo dipikir pikir dia baik juga enggak kayak cowok tadi br*****k tadi.Udah br*****k, rese,nyebelin. Kenapa aku inget dia.Akhhh.. " batin gue sambil keluar dari semak dan menghampiri zendra.
Zendra yang duduk manis di batu besar dekat sungai.Dia menungguku sambil melihat sungai yang arusnya tenang.Tak butuh semenit aku sudah berada di tempatnya.
" Karena aku banyak bicara sampai lupa kenalan.Perkenalkan namaku zendra.Aku adalah elf hutan.Kalo kamu ?" kata zendra sambil senyam senyum dan berinisiatif berjabat tanganku.
" Namaku allesia " kata gue sambil ngelepasin tanganku karna dia seperti tidak mau lepasin tanganku.
" Maaf, aku karna..." kata zendra yang tidak peduli perilakunya terhadap ku.
" Enggak apa apa.Ayo, kita jalan takut kemaleman nanti pulangnya " kata gue sambil memotong pembicaraan dan mengalihkan pembicarannya.
" Aku harus kontrol diriku kalo tidak nanti dia jaga jarak sama aku " kata zendra dalam hati.
Setelah berjam jam kami berjalan di hutan.Akhirnya kita sampai di tujuan.Di sini banyak sekali rumah pohonnya dan orang orang nya ramah sekali. Tak disangka di hutan masih dihuni banyak orang.Aku melihat rumah pohonnya yang dihias dengan cantik dan bunga bunga yang merambat di sekitar pohon itu.
" Ini tempat tinggalmu sekarang.Kamu boleh tinggal sepuasnya kalo kamu butuh sesuatu panggil aja lydia atau aku.Aku tinggal di sebelah rumahmu sedangkan lydia di sebelah depan rumahmu " kata zendra dengan ramah.
" Wooow,bagus banget rumahnya " kata allesia yang takjub.
" Rumah ini enggak ada yang nempatin kok.Jadi tenang aja " kata zendra sambil menunjuk rumah pohon itu.
" Makasih banyak buat semuanya.Aku enggak tau lagi mau gimana bales kebaikanmu. Gimana kalo? Aku bakal bales kebaikanmu di lain waktu atau kalo kamu butuh aku bantu sesuatu aku siap kok " kata allesia yang pelan dan ceria.
" Kamu yakin,mau lakuin apa aja ?" kata zendra sambil merangkul allesia dan senyum sedikit dengan nada yang sedang.
__ADS_1
" Iya,aku yakin banget malahan.Emang mukaku kelihatan bercanda " kata allesia dengan
Saking senangnya,aku memeluk zendra dengan erat.Zendra juga senang banget karena allesia memelukku.Rasa senang zendra tak bisa diungkapkan dengan kata kata.Saat dia memelukku,aku binggung mau memeluk atau enggak.Allesia menyadari dia memeluk zendra sehingga aku melepaskan tiba tiba.
-----●○◎※—※◎○●-----
Kami pun bertemu dengan seorang cewek yang berambut kuning dan corak bajunya hampir sama dengan zendra tapi modelnya yang berbeda. Zendra juga mengenalkanku dengan cewek itu dan juga sebaliknya. Cewek itu bernama lydia.
" Halo, lydia. " kata gue sambil senyum
" Halo, allesia.Aku tak pernah melihatmu. Apa kamu orang baru ?" kata lydia dengan tatapan tajam dan berjalan memutarku. Setelah itu, dia melihatku dari atas sampai bawah.
" Iya,dia orang baru.Dan kamu jangan melihatnya seperti itu.Itu membuatnya takut" kata zendra sambil menjelaskan ke temannya.
" Maaf,tingkah ku aneh karena... " kata lydia dengan nada pelan dan menurunkan kedua alisnya.
Zendra mengalihkan pembicaran agar tidak mengarah kesitu.Saat dia selesai mengalihkannya.Lalu.
Zendra langsung merangkul bahu lydia dan menepuknya dengan keras seperti memberi isyarat ke lydia agar tidak membicarakan itu. Lalu lydia tau akan isyarat zendra.
" Ooo.., SoAL Itu.Lupakan aja tadi itu enggak penting kok " kata lydia dengan nada sedang sambil merangkulku berdua.
" Sepertinya ada yang mereka sembunyikan dari ku tapi apa,ya ?" batin gue.
Lydia pun membawaku masuk ke dalam dan melihat dalamnya seperti apa.Zendra mengikutiku dari belakang.Lydia merasa familiar dengan baju yang aku pakai sambil tersenyum ke zendra.Zendra melihat itu memalingkan wajahnya.Aku tak mempedulikan itu dan berjalan untuk melihat pemandangan indah sekali melalui jendela kamar.Lydia mendekatiku dan menunjukan banyak pakaian yang indah dan elegan di lemari bahkan ada yang mewah dari sekian banyak baju.
" Ini cocok buat kamu.Kalo kamu masih pakai itu nanti dikira cowok, lo " kata lydia yang mengejekku sambil merangkul bahuku.
__ADS_1
" Menurutku semua pakaian yang dipakai allesia cantik kok seperti dia " kata zendra yang membela allesia dengan nada yang tinggi.
" Kok kamu yang marah, sih?Aku kan ngejek allesia bukan kamu.Jangan jangan " kata lydia yang mengejek zendra sambil menunjuk nunjuk dia.
" Aku muak sama tingkahmu,lydia " kata zendra yang pergi menjauh dari kita.
Sebelum dia pergi,dia mengedipkan matanya ke allesia dan aku pun diam saja tidak membalasnya.
" Apa maksud kedipannya.Apa dia suka sama aku?Tidak mungkin,tidak mungkin massa mbaru kenal langsung suka " batin gue.
" Aku juga " gumam lydia dengan lirih sambil memilih baju untuk gue.
Ucapan lydia membuat ku terbangun dari bengong ku. Aku mengambil pakaian dan ganti baju karena pakaian yang ku pakai punya zendra.
" Ini baju mending aku balikin setelah aku cuci aja,deh ?" batin gue sambil memegang bajunya.Aku pun keluar.
" Gimana cocok apa enggak ?" kata gue sambil berputar sampai ujung baju bawah bergerak seperti ombak dengan halus
" Cocok kok " kata lydia dengan pelan sambil mengacungkan kedua jempolkku ke allesia.
Kami pun lapar dan pergi ke dapur.Setelah sampai, lydia dan aku apa ada bahan makanan tapi tidak ada apa apa.Aku pasrah dan agak sedih karena tidak bisa makan sambil menaruh kepalaku ke meja dengan mata terpejam.Ketika lydia melihatku.
" Untung aku,bawa buku catatan tentang mantra dan ada mantra makanan walaupun masih belum sempurna.Mantra ini hanya bisa ngeluarin bahannya aja " batin lydia sambil mengambil buku itu dan membacanya.Dan keluarlah bahan makanannya.Makanan yang kubuat ini agak mudah dan sulit.Dan akhirnya jadi juga.
" Ooo..., ini dia makanannya. Makanan spesial ala lydia untuk lydia.Aku belajar buat makanan ini hampir 3 tahun " kata lydia dengan bangga karena makanan yang dia buat akhirnya tidak gagal lagi.
" Ini enak banget " kata gue dengan nada sedang sambil senyum.
__ADS_1
"Gue binggung buat salad begini aja butuh belajar masak sampai 3 tahun.Gimana yang susah, ya ?" batin gue.
Kami pun menyantap makanannya dengan lahap. Setelah selesai,kami pun mencuci peralatan makanan yang kami gunakan lalu kembali ke kamarku. Kita mengobrol dan bercanda bersama. Sampai kita tidak menyadari hari sudah pagi.