Allesia dan Elf

Allesia dan Elf
Episode 20


__ADS_3

Aku pun membuka mata perlahan lahan dan melihat langit langit di dinding terdapat ornamen seperti bangunan di Inggris.


" Apa aku sudah balik dari duniaku ?" gumam Allesia yang bahagia karena sudah balik Adri duniaku. Aku pun bangun dari tidur dan merasakan semua badanku pegal.


" Mungkin karena terlalu lama tidur ?" gumam Allesia yang duduk di tepi tempat tidur lalu berdiri untuk meregangkan badannya.


Meskipun, awalnya merasa kesakitan. Aku penasaran sama laki laki tersebut. Aku pun menghampiri laki laki yang tertidur tersebut namun wajahnya tertutup i oleh tangannya. Ketika ia membalikkan badannya.


" AAA,APAA ? " ucap Allesia yang lantang sampai laki laki tersebut terbangun.


" Bicara yang pelan dong, ganggu tidur aja " ucap laki laki tersebut dengan mata terbuka sedikit.


" Jadi, aku masih ada di dunia ini. Untuk bisa kembali, aku harus menemukan tasku terlebih dahulu " gumam ku yang membelakangi laki laki tersebut.


" Maksud kamu tas ini ?" ucap laki laki tersebut yang tidak lain adalah Afran sambil bangkit dari tidurnya dan menunjukkan tasnya.


" Iya, itu punyaku " ucap Allesia dan berusaha merebut tas tersebut dari Afran. Namun, aku tak cukup gesit darinya.


" Aku akan memberikan ini ke kamu asal kamu jadi pasanganku nanti. Jadi, kamu mau apa tidak ?" ucap Afran yang masih memegang tas tersebut.


" Cuma jadi pasangan aja kan ?" ucap Allesia.


" Iya. Jadi mau apa tidak ?" ucap Afran yang memegangi tas tersebut agar tak diambil oleh allesia.


" Beri aku waktu untuk berpikir ?" ucap Allesia sambil berjalan mondar mandir.


" Aku beri waktu kamu sebelum malam " ucap Afran sambil bersandar di kursi dan membaca mantra untuk menghilangkan tasnya sembari allesia yang masih fokus berpikir.

__ADS_1


Tok.... Tok.... Tok.....


" Ada apa ?" ucap Afran dengan lantang.


" Saya membawa pakaian sesuai keinginan, tuan " ucap maid tersebut dengan tangan membawa pakaian tuannya dan gaun perempuan.


" Silakan masuk. Pintunya tidak saya kunci " ucap Afran yang mempersilakan maidnya masuk ke dalam kamarnya. Maidnya terkejut ada wanita di kamar tuannya dan memandang ku dengan sinis.


" Ini taruh dimana, tuan ?" ucap maid yang bertanya ke tuannya.


" Di tempat tidur. Apakah sudah ada topengnya ?" ucap Afran.


" Sudah ada " jawab maid tersebut.


" Kenapa kamu masih di sini ? Cepat kembali bekerja " ucap Afran yang kesal.


" Iya. Sana... Sana.... " ucap afran yang mengusir maidnya pergi.


"Jika kamu setuju, kamu pakai pakaian tangannya ada di tempat tidur itu " ucap Afran.


Aku bingung dengan dia. Jika aku enggak setuju, aku takut dia nanti bakar tasnya. Aku tidak peduli dengan tas, tapi isi tas tersebut.


" Kan cuma jadi pasangannya aja ?" batin Allesia.


" Iya, setuju " ucap Allesia dan mengambil pakaian tersebut.


" Dimana kamar mandinya ?" ucap Allesia yang bertanya ke afran.

__ADS_1


" Itu " ucap Afran sambil menunjuk kamar mandinya. Allesia pun ke kamar mandi sekalian mandi karena akhir akhir ini banyak masalah yang menimpaku. Sedangkan afran ganti baju dengan sihirnya. Dengan sekejam, afran sudah mengganti bajunya.


" Dia lama sekali. Jangan jangan dia pingsan lagi seperti waktu itu ?" ucap Affan yang mulai khawatir dengan Allesia karena sudah menunggu beberapa jam. Decitan pintu yang terbuka dan afran pun memandang ke arah suara itu. Kemudian, Allesia keluar dari kamar mandi dengan rambut terurai dan sudah memakai gaun dan mengenakan topeng tersebut.


" Tidak kusangka ternyata dia cantik sekali " batin afran sambil menatapnya sangat lama.


" Bagaimana menurutmu ?" ucap Allesia yang meminta saran tentang penampilannya.


" Emangnya ada apa ? Sampai aku harus memakai gaun seperti ini " ucap Allesia. Perkataan allesia yang membuat afran sadar dan kembali dari kenyataan.


" Nanti malam akan ada festival air di kerajaan Sentoria. Ayahku berharap aku datang " ucap Affan yang menjelaskan hal tersebut.


" Terus kenapa aku harus ikut bersamamu dan menjadi pasanganmu ? " ucap Allesia yang masih bingung akan situasi tersebut.


" Aku sedang menghindar dari seseorang " ucap Afran.


" Perempuan, ya?" ucap Allesia yang spontan.


" Iya. Tapi jika penampilan mu seperti ini terlihat kurang menyakinkan " ucap Afran yang berdiri dan mengelilinginya.


" Tapi menurutku ini sudah cukup kok " ucap Allesia yang percaya dengan penampilan untuk festival nanti.


Afran pun memanggil para maid. Para maid berdatangan dan menanyakan kenapa mereka disuruh ke sini? Tidak biasanya tuan memanggil kami sebanyak ini. Aku ingin kalian mendandani dia sampai tidak ada yang bisa menandinginya. Para maid hanya menganggukkan kepala. Dan menyuruhku duduk di kursi untuk dirias. Sembari menunggu dia, Afran membaca buku yang biasa ia baca.


" Tuan, sudah selesai ?" ucap maid yang menepuk bahu tuannya.


" Coba aku lihat ?" ucap Afran yang penasaran dan maid tersebut memutar kursinya ke arah tuannya

__ADS_1


" Ini sih lebih dari kata sempurna. Luar biasa karena kalian sudah berusaha keras.Saya akan memberikan kalian gaji dan cuti " ucap Afran yang senang.


__ADS_2