
Esok harinya....
Aku pun terbangun karena sinar matahari mengenai wajahku.Aku pun meregangkan kedua tangan ku dan mengucek kedua mataku. Aku mengambil jam beker dan melihat jam berapa.
"Apa...?Udah jam 11 siang " kata gue yang teriak sambil mulut menganga dan tangan menghentak ke kasur.
Setelah mendengar itu, bibi (pembantu yang sudah bekerja sama pama sejak aku lahir dan dia berumur 46 tahun) datang ke kamarku dengan berlari. Bibi mengangapku seperti anaknya sendiri karena dia tidak memiliki anak . Aku dan pama sudah mengangap bibi seperti keluarga sendiri.
" Ada apa,Non?" kata bibi atau pembantu yang sedang khawatir dan membuka pintu dengan kencang.
" Bi.., kan udah aku bilang jangan panggil non tapi sia aja.Kita ini udah seperti keluarga.Masak bibi enggak anggap aku keluarga dan jangan lakuin itu lagi ya,Bi ?" kata gue dengan nada yang sedang dan agak kecewa sama bibi.
" Tidak seperti itu, Non....Bukan tapi Sia. Iya, bibi enggak akan ngulangin lagi " kata bibi yang merasa bersalah dengan nada yang pelan.
"Jadi, tadi ada apa, Sia?" kata bibi yang masih risau.
" Pama udah berangkat liburan apa belum ,Bi ?" kata gue yang gelisah kalo pama udah berangkat liburannya.
" Baru aja berangkatnya dengan terburu buru karena tadi bapak dan ibu bangunnya kesiangan.Saking paniknya mereka lupa berpamitan sama Sia. Bapak dan ibu juga berpesan kalo Sia udah bangun disuruh menelpon bapak atau ibu" kata bibi sambil menjelaskannya kepadaku dengan nada yang halus dan mengelus elus pundakku dengan pelan.
"...... " kata gue yang termenung dan tidak merespon apa apa.
" Sia, jangan sedih masih ada bibi yang nemenin sia " kata bibi sambil menghiburku agar tidak terpuruk dalam kesedihanku.
" Makasih,Bi. Aku sekarang udah enggak apa apa.kok ?" kata gue sambil menenangkan bibi agar tidak mengkhawatirkanku sambil memeluk bibi dengan erat.
" Kamu bau iler,tuh. Cepatan mandi sana" kata bibi sambil melepaskan pelukanku.
" Iya...iya..,Bi.Aku mandi" kata gue dengan muka datar sambil mengambil handukku.Aku pun mandi.
" Bibi mau melanjutkan bersih bersih rumah.Kalo kamu mau makan Udah bibi siapkan di tempat makan " kata bibi yang berjalan keluar kamarku untuk melanjutkan pekerjaannya dengan nada yang agak keras.
" Iya,Bi " kata gue yang berteriak karena aku masih di kamar mandi dan baru selesai mandi.
Lalu aku mengenakan pakaianku yaitu gaun yang sampai di atas lutut dengan warna merah muda keputihan dan pergi ke tempat makan untuk makan siang.Aku pun sampai dan makan makanan yang udah disiapkan bibi.
---------★✩★—★✩★---------
Aku teringat belum menelpon pama.Aku akan menelponnya setelah selesai makan.Dan menelpon pama.
" Kalo aku nelpon papa nanti pasti ganggu papa nyetir mobil.Mending aku nelpon mama aja,deh"
kata gue dalam hati sambil memegang handphoneku.Aku pun menelpon mama.
●●●
"LAGU SENORITA " nada dering hp mama.
__ADS_1
" Ma, handphone mu berdering,tuh. " kata papa yang fokus menyetir.
" Oh..., iya." kata mama sambil mencari dan mengangkat handphone.
Lalu, " Siapa yang nelpon,Ma ?" kata papa yang penasaran dan masih menyetir mobil.
"Allesia,Pa" kata mamadengan nada yang pelan.
" Maaf,Ma.Aku bisa nelpon sekarang" kata gue yang pelan sambil jalan ke kamar untuk ambil surat, liontin, senter kemudian aku taruh ke tas gas polku.
" Enggak apa apa.Kamu habis apa,sia?" kata mama.
" Habis makan.Aku sayang mama dan juga bilang ke papa kalo juga sayang sama papa mama.Udah dulu nelponnya ya, ma" kata gue yang masih berjalan.Dan sampai di kamarku.
" Kok nelponnya bentar? Apa allesia enggak sayang sama pama ?" kata mama yang kecewa karena mama masih ingin kangen kangenan sama allesia.Aku pun berhenti saat mama mengucap itu.
" Enggak gitu.Ya udah aku enggak jadi nutup telponnya,deh ?" kata gue yang menghibur mama.
" Gitu,dong. Itu baru anak mama " kata mama dengan senang.
" Ma,mama baru sampai di mana sekarang?" kata gue yang penasaran sambil bersandar ke dinding.
" Ini hampir sampai di bandara.Kalo kamu bosen di rumah pergi ke rumah temen kamu aja tapi pulangnya jangan malem malem,ya " kata mama.
" Enggak bosen kamu baca buku aja ?" kata mama dan udah sampai di bandara.Lalu pama cari bangku sambil menunggu dan menyuruh sopir bawakan koper mereka.
" Kalo bosen mainan handphone dong " kata gue
" Ma..., penerbangannya berangkat jam berapa ?" kata gue.
" Jam 1 siang.Emang ada apa ?" kata mama yang resah yang sambil digandeng papa.
" Ini, kan udah jam 12.40 " kata gue.
" Apa... ? Papa..Mama... sayang kamu. Muaach Udah dulu telponan,ya" kata mama yang kaget seketika bangun dari bangku dan berlari untuk ke pintu masuk pesawat.
" Perhatian! Kepada penumpang yang menuju ke maldove segera masuk pesawat geer binggo yang akan berangkat " kata staf bandara yang menggunakan pengeras suara.Pama pun masuk ke pesawat dan duduk sesuai tiket yang udah dipesan papa.
" Karena tadi telponan sama Sia jadi lupa waktu dan hampir aja ketinggalan pesawat " kata mama dalam hati.Setelah, mama menutup telponnya.
●●●
----(@) (@)----
¿
[<>]
Aku pun pergi ke tempat baca dan membawa tas gaspolku.Akhirnya, aku sampai ditempat baca.
__ADS_1
" Dimana ya buku itu" kata gue dalam hati sambil berpikir dan mencari bukunya.
Tak berselang waktu yang lama, "Akhirnya ketemu juga bukunya" kata gue yang senang sambil mendorong ke depan.
Seketika aku mendengar pintu terbuka dan melihat ke arah suara itu.
" Kreek....." suara pintu rahasianya terbuka.
Di dalam sana sangat gelap.Jadi, aku menyalakan senterku dan masuk ke dalam.Aku akan terjadi sesuatu yang tidak enak.Aku tidak menghiraukan perasaan ku.Setelah aku masuk,pintu itu tertutup sendiri.Aku pun mencoba untuk membukanya tapi tidak bisa.Kalo berteriak pun tak ada yang dengar karena ruangan ini dibuat kedap suara.
" Apa yang bersinar terang ini?" gumam gue yang bingung dan mencari kemana arah cahaya biru itu.
" Ada di tasku? Ti,tidak tidak mungkin? Ini pasti aku salah lihat " kata gue dengan nada yang tinggi sambil meletakkan kedua telapak tanganku di kepala dan mengeleng gelengkan kepalaku.
Saking tidak percayanya aku akan hal itu,aku menampar pipiku sendiri.
"Aaaauuuuww....Jadi ini benar dan tidak mimpi" gumam gue sambil melihat apa yang bercahaya itu di tasku.Dan yang bercahaya biru itu adalah LIONTIN NENEK.Aku pun mengambil liontin elf dan melepaskannya dari kain transparan lalu memakainya.Aku melihat sesuatu.
TIBA-TIBA..
JADI, jawablah yang benar menurut kalian karena jawaban yang benar merupakan cerita eps selanjutnya.
Apa yang dilihat allesia setelah memakai liontin itu ?
A. Allesia menemukan maksud dari surat nenek
B. Allesia melihat hewan berbisa
C. Allesia melihat lubang besar berwarna biru yang menuju ke suatu tempat.
Jangan lupa untuk
Subcribe dan like sebanyak banyaknya serta comment untuk menjawab pertanyaan diatas
Karena dengan subcribe dan like dapat memberikan dukungan kepada author
Terima kasih yang sudah membaca novel Allesia dan Elf
__ADS_1