
Allesia masuk ke dalam kereta yang disusul oleh Afran. Allesia yang takjub meskipun ia sudah pernah naik mobil di dunianya. Tempatnya yang sangat luas. Aku duduk di depan sedangkan dia duduk di belakang. Namun, itu membuatku merasa tidak nyaman. Meskipun kami tidak duduk bersebelahan karena tempat duduknya yang berhadapan.Selama di perjalanan, kami hanya diam dan sekali bertatapan mata.
" Apakah dia merasa bosan, ya?" batin Afran yang menatap Allesia karena Allesia tau aku menatapnya. Afran mengalihkan tatapannya ke l menatap ke arah kempalan tangannya.
" Tidak kusangka ternyata ada jendela di dalam keretanya ?" batin Allesia yang menatap ke arah jendela.
" Bu, lihat ada kereta kerajaan?" ucap elf kecil ke ibunya sembari menunjuk ke kereta yg aku naiki.
" Oh, iya kamu benar " ucap ibunya yang merasa senang dan bahagia.
Allesia yang melihat hubungan anak dan ibu tersebut membuatku bahagia dan senang di dalam hati kecilku. Allesia tersenyum sembari melambaikan tangan ke mereka melalui jendela.
" Ibu, dia siapa ?" ucap elf kecil yang menunjuk ke arahku. Allesia hanya tersenyum ke mereka.
" Ibu juga tidak tau siapa dia " ucap ibu elf kecil tersebut.
" Ibu kakaknya cantik sekali, ya, bu ?" ucap elf kecilnya.
" Iya, nak " ucap ibu sembari mengelus kepala anaknya.
" Sepertinya dia bukan berasal dari sini " batin ibu tersebut sembari masih mengelus kepala anaknya.
Hubungan mereka mengingatkan allesia tentang rumah, barang barangmu serta kerinduanku dengan keluargaku. Serasa baru kemarin aku sama ibu. Perasaan ini tiba tiba terasa dalam lubuk hatiku.
Para penjaga berdatangan dalam Festival Air. Semua elf air bahagia dengan kedatangan mereka. Mereka merasa bahwa Pangeran Afran sudah ditemukan. Sontak Baginda raja yang melihat hal tersebut langsung menyuruh pelayan untuk memanggil mereka dan menghadapnya.
" Menurutmu kita akan diberi apa pada Baginda Raja?" ucap PSBG.
" Entahlah, aku mana tau " ucap PSBJ dengan muka flatnya.
" Apa kamu enggak ingin sesuatu gitu ? Kalo aku ingin dimasukkan ke PSBJ " ucap Peio yang bahagia dan tergiang di kepalanya.
" Jika kamu masuk ke PSBJ,tanggungjawab mu nanti sangat besar karena kamu harus membantu para elf yang sedang kesusahan, menjaga kerajaan, serta menjaga nama baik PSBJ dan Sentoria. Apakah kamu bisa melakukan nya?" ucap Kicr yang serius.
Pelayan itu pun menghampiri para penjaga. Saat penjaga sampai di sana. Seketika lampu penerang mati. Para elf mulai panik dan berlarian ke sana kemari. Kami pun tiba.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian....
Takdir berkehendak lain. Aku pun terpisah dengan Afran. Pada saat kami berjalan berdampingan bak pasangan Romeo and Juliet.Lampu penerang hidup kembali dan menyorot tempat Afran berdiri.
" Kemana perempuan itu pergi? Aku tidak menyangka dia mengingkari janjinya itu. Kalo itu kemauannya, jangan harap aku bakal mengembalikan tasmu " batin Afran yang kesal dan kecewa terhadap Allesia.
Para elf yang membawa allesia ke tempat yang lebih jauh dari keberadaan Afran. Tempat tersebut yang begitu asing baginya.Aku pun tak berani tuk menanyakan keberadaanku ini ada dimana. Sekalipun kubertanya juga tak tau daerahnya.
"Apa yang harus kulakukan ? Diam di sini atau berjalan tanpa arah dan tujuan " batin Allesia.
"Memang tidak kusangka kita yang baru balik disuruh jaga Lythari seperti dia" ucap Peio.
" Baginda raja tak berperasaan.Jika bukan disuruh aku juga tidak mau"ucap Kicr yang kesal.
"Mau bagaimana lagi udah nasibmu seperti ini?Kau tak bisa berbuat apa apa selain menerimanya dengan lapang dada dan tabah" ucap Peio.
"Andai aku bisa memutar waktu sebelum ini terjadi pasti aku sudah berada di festival air sambil menikmati pemandangan di sana" ucap Kicr.
" Bagaikan bunga yang layu yang tak bisa mekar lagi" ucap Peio yang mulai puitis.
Allesia pun tidak ingin berada di sini. Aku memutuskan berjalan meskipun tidak tau arahnya. Memang tidak ada jalan lagi selain ini. Aku mendengar ada orang meminta tolong dengan suara pelan dan lirih. Allesia mencoba mendekatinya. Namun, suara tersebut seperti nya berasal dari sini.
" Apa aku masuk saja sembari meminta tolong ke dia. siapa tahu dia bisa bantu aku keluar dari sini ?" gumam Allesia.
"Tapi aku tak tau apakah tempat tersebut berbahaya atau tidak?Yang jelas dia butuh pertolongan " ucap Allesia yang bimbang ingin menolongnya atau tidak.
" Aku aja tersesat massa bantu dia sih? Aku saja punya masalah. Massa aku bantu dia. Mending aku masuk ke sana atau cari jalan keluar dari sini " ucap Allesia yang bingung dan bimbang sembari berjalan ke sana kemari.
" aku tak tega membiarkan dia seperti itu" ucap Allesia.
Allesia pun memutuskan untuk menolong dia. Aku membuka pintu besi yang kokoh tersebut. Allesia punya firasat akan terjadi sesuatu yang besar setelah ini.
" Mungkin itu firasatku saja karena kelelahan berjalan " gumam Allesia.
" Ini seperti penjara. Tapi kok modelnya kuno sekali. Kalo ini penjara kenapa tak ada yang jaga " ucap Allesia yang melihat ke sekelilingnya.
__ADS_1
"Kamu aja yang jaga nanti baru aku?"ucap Peio yang ingin bersantai di tempat tersebut.
" Maksudnya kita jaga bergantian gitu. Memangnya kamu sanggup melakukan nya.Klo aku udah jelas sanggup. Kamu tau kan aku penjaga Senior bagian Jontor" ucap Kicr.
" Jangankan jaga. Lari keliling kerajaan 10.000× kalaupun aku sanggup ?" UCAP Peio yang terlalu percaya diri dan menantang dia.
" Yang bener kamu, kamu aja jalan dari sini sampai tempat latihan aja udah kecapekan. Apalagi lari keliling kerajaan 10.000×?"ucap Kicr.
" Tolong....., orang atau siapapun yang mendengar ini tolong bantu aku?"ucap laki laki tersebut yang terkapar lemah dan tak bertenaga.
Allesia melihat seorang laki laki yang terkapar di lantai tersebut. Dia merasa tidak asing dengan laki laki yang terkapar tersebut.
" Itu karena wajahnya pasaran. Jadi, tidak asing. Mungkin seperti itu?" batin allesia sambil mencoba membuka pintu. Namun, tidak bisa karena digembok.
" Cepat tolong saya ?" ucap laki laki tersebut.
" Kamu enggak jaga didalam saja ?"ucap PSBG sambil menepuk punggung temannya.
" Ngapain jaga didalam, kamu kan tau kalo pintu masuk sama pintu keluarnya lewat sini. Jika ada orang yang coba masuk atau keluar udah ketauan sama kita " ucap Kicr sambil menengadah tangannya.
" Tumben banget kamu pintar? Enggak biasanya seperti ini. Emangnya kamu tadi ngapain sampai jadi, seperti ini " ucap Peio yang memuji temannya tersebut.
" Jadi, maksud kamu aku bodoh begitu " ucap Kicr.
" Aku cuma memujimu bukan mengejek kamu" ucap Peio.
" Tapi yang kamu ucapkan seperti mengejek elf tau. Apa karena jabatanmu lebih tinggi?jadi kamu seenaknya begitu. Kamu kan tau semua elf itu punya kelebihan dan kekurangan. Seharusnya elf yang memiliki kelebihan bisa menutupi elf yang punya kekurangan. Bukannya mengejek elf yang punya kekurangan. Di dunia ini kita diciptakan untuk saling tolong menolong " ucap Kicr.
" Aku udah muak jelasin kamu seperti ini" ucap Kicr yang berjalan menjauh dari Peio yang songong.
" Iya, aku emang ngejekmu. Aku juga tidak mau berteman dengan elf bodoh seperti kamu. Aku melakukan itu karena kasihan kepadamu. Kamu sulit bergaul dengan orang lain. Jadi, Jangan pernah kamu mengajakmu makan bersama atau bahkan jalan jalan " ucap Peio dengan lantang agar mantan teman dapat mendengarnya.
" Dia tidak tulus berteman denganku. Kalo itu maumu, aku tidak akan sedih. Aku malah bahagia karena kamu sudah tidak perlu pura pura baik denganku. Emangnya aku engga bisa berteman dengan elf lain?" batin Kicr yang kecewa dan pergi ke hutan.
Mereka mengakhiri hubungan mereka dengan cara tidak baik. Walaupun, Kicr merasa agak kecewa dan sedih mengingat saat mereka melakukan hal bersama sama dalam keadaan suka maupun duka. Itu semua hanya Peio lakukan hanya karena dia merasa kasihan saja.
__ADS_1