Allesia dan Elf

Allesia dan Elf
Episode 11


__ADS_3

Penjaga kerajaan pun masuk dan mencari terompet. Ia pun meniupnya agar semua pengawal dan semua elf yang ada di kerajaan tau kalo Pangeran Afran melarikan diri. Sontak yang mendengar tiupan itu pun menghampiri ke mana asal suara itu karena penasaran sesuatu telah terjadi. Semua pengawal pun sampai di gerbang utama lalu kami merapatkan barisan.




"Apa ada sesuatu yang genting sampai sampai kamu meniup terompet segala ?" kata pengawal berambut gimbal.




Pengawal yang lain juga sama penasaran dan bingung sebab mereka dikumpulkan di sini sambil berbincang bincang dengan teman disebelahnya.




"Harap tenang. Saya akan menjelaskan kenapa kalian dikumpullin di sini ?" kata penjaga kerajaan sambil tangannya digerakkan ke atas dan kebawah.




Tanpa basa basi penjaga kerajaan pun menjelaskan alasan mereka dikumpulkan di sini. Sebagian dari mereka pun mengejar dengan kuda dan sebagian lagi terbang untuk mengejar Pangeran Afran. Aku mending memberitahukan ini ke Baginda Raja.




" Ayo, cepat nanti, keburu Pangeran Afran pergi jauh !" Kata pengawal senior dengan lantang dan keras sambil membagi tugas.




Mereka pun menjawabnya dengan kompak dan bergegas naik kuda. Kami pun mengejarnya. Setelah kita berjam jam menunggang kuda ternyata kita tidak menemukan Pangeran Afran. Karena elf yang terbang sudah lelah.Kami pun memutuskan istirahat sebentar.




" Kayaknya ini udah jauh, deh ?" Kata Afran sambil menengok ke belakang.




Saking jauhnya aku menunggang kuda, aku tak sadar sampai di sebuah tempat. Aku heran ternyata masih ada tempat seperti ini.




" Tapi di sini tempatnya indah juga ?" Gumam Afran sambil turun dari kudanya. Aku pun melihat tempatnya.



" Kalo aku enggak pergi pasti aku enggak bisa liat ini ?" Gumam Afran yang tidak menyesali perkataannya.




Tapi ketika aku jalan jalan untuk melihat tempat ini, orang sini memandangku dengan sinis dan menerimaku dengan tidak hangat. Dan mereka pun berbisik bisik.




" Apa mereka enggak kenal aku ? Aku kan terkenal di seluruh kerajaan Sentoria. Masa mereka kudet, sih " batin Afran yang masih jalan jalan.



" Kok bajunya berbeda sama kita, ya ? Apa dia mata mata suruhan penyusup kemarin, ya ?" Kata orang berambut cepak yang ada di sini yang menaruh curiga kepada Afran.



" Iya. Pasti dia penyusup " jawab orang yang sebelahnya.




Aku pun aba aba ke semua untuk menangkapnya dan membawa ke tetua.


Tak perlu waktu yang lama, kami menyergapnya meski ada perlawanan darinya tapi kami pun bisa membekuknya lagi. Lalu kami membawanya ke tetua.Mereka seperti mengarak aku keliling tempat itu seperti sudah berbuat yang tidak baik saja.


-----✓¶✓`°_°`✓¶✓-----


Lythari pun membawa gadis itu ke tempat temannya. Walaupun kami berbeda tapi itu tidak membuat hubungan kami rusak. Rumah temanku ada di sebelah desa tapi jaraknya tidak jauh dari sini. Aku pun membawanya dengan cepat.



20 MENIT KEMUDIAN


Lythari pun sampai di temannya,yaitu Zendra. Zendra juga tidak tau kalo itu Allesia karena badannya tertutupi lumpur.




" JEN " Kata Lythari yang khawatir dengan gadis yang digendongnya.



"JEN,CEPAT KELUAR. KALO KAMU ENGGAK KELUAR AKU DOBRAK PINTU MU " Kata Lythari yang kesal karena temannya enggak cepat keluar.



" Oke, kalo itu mau " Ucap Lythari dengan emosi nya yang sudah memuncak. Ia pun meletakkan gadis itu di tempat yang agak jauh agar tidak dia terkena pintu.Aku pun berjalan mundur untuk ambil ancang ancang sekitar 2 meter.




" Satu .. Dua .... Ti... " gumam Lythari yang akan mendobrak pintunya.Tiba tiba, Lydia datang dan menghampiri Lythari itu.



" JANGAN " kata Lydia sambil menghalanginya agar tidak mendobraknya. Dan dia pun tak jadi mendobrak pintunya.



" Kamu pasti cari Zendra, ya ?" Kata Lydia dengan halus.



" Iya. DIMANA DIA SEKARANG?Aku lagi butuh bantuan dia " kata Lythari yang agak meninggi.



" Emangnya ada apa dan segawat itukah ?" Kata Lydia yang penasaran.



" CEPAT KATAKAN DIMANA DIA ?" Kata Lythari yang mulai marah dan tidak sabaran.



" Dia lagi ada di tempat Tetua Elf Hutan " Kata Lydia sambil menjelaskan.




Karena kelamaan bicara,aku sampai lupa dengan gadis itu.Aku pun berjalan ke arah gadis itu. Ketika sampai, aku pun memegang tangannya dan badannya terasa dingin kaya es batu.Lydia juga mengikutinya.Aku pun menjelaskan alasan ku mencari Jen. Lydia pun memeriksa gadis itu dan menyuruhku menggendong gadis itu agar badannya tetap hangat.Sedangkan Lydia mencari kuncinya di tanah dekat pintu. Akhirnya ketemu, aku membuka pintu. Dan menyuruh Lythari itu masuk ke dalam.


__ADS_1



" Letakkan dia di sini " Kata Lydia sambil menunjuk ke tempat tidur.




Lalu aku menyuruhnya mencari air hangat dan handuk.Aku belum bilang tempatnya. Dia malah langsung pergi saja. Aku pun memberinya selimut agar badan tetap stabil.




" Nih...."kata Lythari sambil memberi air hangat dan handuk. Dia masih berkukuh ingin menemani gadis itu.



" Kamu keluar dulu dan menyuruhnya ke tempat Tetua Elf Hutan" Kata Lydia yang sambil mendorongku keluar. Saat aku kembali,gadis itu menginggau.



" Papa... Mama ... .Jangan tinggalin allesia" Kata gadis itu sambil salah satu tangannya menjulur ke depan.



" Ini pasti aku salah denger. Pasti bukan dia" gumam Lydia terkejut dan tidak percaya akan kenyataan ini sambil geleng geleng kepala.




Aku pun membasuh wajahnya dan badannya agar badannya tetap hangat .Ketika aku membasuh badannya. Lydia terkejut ternyata itu benar Allesia.Di sisi lain zendra menyelesaikan kerjaannya.



" Akhirnya, selesai juga" Gumam zendra sambil merentangkan badannya di kursi.Tak butuh waktu yang lama, aku pun tertidur di kursi.



" JEN, CEPAT KAMU KELUAR "Kata Lythari yang tidak sabaran.



" Tolong, kamu bersabar. Kami akan beritahu orangnya tapi kamu tidak perlu berteriak seperti ini " Kata elf penjaga sambil menenangkan amarahnya.



"Jadi, siapa yang kamu cari ?"Kata elf penjaga.



" Aku tidak punya waktu banyak.JEN, KELUAR KAMU " Kata Lythari dengan nada tinggi sambil menerobos masuk ke dalam.



Di sisi lain, Zendra terbangun dari tidurnya.Aku pun merapikan mejaku sebelum mau pulang ke rumah.



" Kamu lihat tadi ada orang aneh yang menerobos masuk ke sini ?" Kata elf yang berambut pirang sambil merangkul temannya.



" Iya, aku lihat.Dan katanya dia mencari yang namanya Jen atau apa gitu " jawab temannya.



" Di sini kan enggak ada nama Jen Tapi


Zendra " Kata elf berambut pirang.Aku merasa aneh dengan sikap laki laki tadi.



Setelah selesai merapikan, aku mendengar ada yang menyebut orang aneh. Aku penasaran dengan orang yang membuat keributan itu.Ada orang yang lewati mejaku.




" Ada di bawah " kata elf perempuan sambil menunjuk ke lantai bawah.




Aku pun mengucapkan terima kasih kepadanya.Tanpa pikir panjang aku pun ke lantai bawah karena penasaran dengan wajahnya. Ketika aku turun, aku kaget melihat wajah orang itu karena muka mirip dengan temanku dari kejauhan.Untuk memastikan kalo itu benar benar temanku aku mendekat ke arah keramaian itu.




"Julius .... " Kata Zendra yang memanggil temannya dengan nada lantang. Elf lain bingung dan kaget karena keakraban mereka seperti sahabat dari kecil.



" Jen, Tolong suruh orang ini lepasin aku " Kata Julius yang meringis kesakitan. Tanpa berkata , sekejap aku menatap mata mereka. Mereka pun mengerti maksudku dan melepaskan tangan temanku.



" Segitu aja udah nangis minta ampun.Gimana kalo perang. Kamu pasti mau aku cariin pacar kan ? Kalo tentang itu lagi aku enggak bisa" kata Zendra yang mengejek Julius dengan candaan.



" Pede banget, Lo. Aku ke sini bukan bahas soal itu " Kata Julius sambil menyenggol bahu Zendra.



" Tumben banget kamu ngomong kayak gini lagi kesambet apa ?" ejek Zendra sambil tertawa terbahak bahak karena tingkahnya yang serius. Karena biasanya dia suka jail.



"Tolong serius, Jen "kata Julius dengan nada lantang sambil memegang bahunya. Zendra pun khawatir dengan perubahan perilaku temannya



" Aku juga serius " Kata Zendra yang meniru gaya nya.



Tanpa basa basi lagi aku pun menjelaskan alasan ku ke sini dan gadis itu sekarang ada di rumahmu.Tanpa pikir panjang, dia pun memegang tanganku dan berlari ke rumahnya.Saat Aku dan Zendra pergi, mereka berbisik bisik.



" Kamu lihat Zendra enggak sahabat aja udah diperlakukan seperti itu gimana pacar, ya?" kata teman kerja Zendra sambil membawa ramuan obat.



"Iya juga ,ya"jawab teman satu sambil membayangkan kalo dia jadi pacarku. Tapi saat aku berkhayal diganggu temanku.



" Ayo, pergi. Nanti keburu dimarahin Tetua " Kata teman kerja Zendra sambil memukul kepalaku dengan keras.



" Sakit tau "Jawab temannya bernama Nadia sambil memegang kepalanya yang dipukul.



" Siapa suruh kamu berkhayal?Udah tau ditolak masih aja mau ngejar dia apa enggak ada cowok lain yang nyantol di hatimu "Kata teman Nadia sambil salah satu tangannya bersandar di bahunya.



" Hati ku ini untuk Zendra seorang "Kata Nadia dengan nada lembut sambil memegang dadanya.



" Terserah kamu aja, deh" Kata temannya Nadia sambil tangannya di taruh ke kepalanya.

__ADS_1



Aku dan Zendra pun sampai dan masuk ke dalam ke rumah. Ketika masuk,aku terkejut ternyata orang yang ditabrak Julius adalah ALLESIA.



" Aku mau menangis tapi aku kan anak cowok jadi tidak boleh lemah.Kalo aku lemah gimana aku nanti jaga Allesia"batin Zendra.Ia pun menerima itu dengan lapang dada.



" Cewe ini apa pacarnya zendra, ya ?" kata Julius ke Lydia yang berbisik ke telingaku dengan lirih.



" Maafin aku, kalo aku enggak menabraknya semua ini enggak bakal terjadi" Kata Julius yang menyalah diri sendiri dan memohon maaf ke Lydia dan Zendra.



"Nasi sudah jadi bubur mau bagaimana lagi. Kita ambil hikmah aja. Dan soal mau minta maaf ke dia bukan ke kita" kata Zendra lalu Lydia juga sependapat dengan Zendra.



" Setahu ku dia enggak pacarnya. Emang nya ada apa?"Kata Lydia sambil tangannya menengadah dengan nada pelan agar tidak terdengar oleh Zendra.



Aku pun memeriksa keadaannya. Badannya terasa dingin, aku pun mencari selimut lagi agar badan tetap hangat. Keadaan mulai memburuk dan badannya terdapat banyak ruam seperti digigit serangga beracun.



" Tolong, kalian cari kan rumput biru sebelum matahari terbenam ?" Kata Zendra dengan nada sedang.



" Emangnya apa yang terjadi kalo aku nemuin ya setelah matahari terbenam ? Kata Julius yang penasaran sambil salah satu tangannya bersandar di bahu Lydia.



"Dia ma..tilah" Kata Lydia dengan nada keras sambil melepaskan tangannya.



Aku dan Lydia pun pergi dan mencari tanaman itu. Meskipun tanaman itu sudah langka. Aku dengar dengar dari komunitas ku. Di Kerajaan Sentoria ada banyak karena tanaman itu dapat meningkatkan sihir mereka. Sebelum digunakan, mereka mengekstraknya terlebih dahulu.



" Meskipun kamu tingkahmu kayak gini. Tapi kamu tau banyak, ya"kata Lydia sambil mengejek dan memujinya.



" Lihat orang itu jangan menilai orang itu dari luarnya tapi dari dalamnya " Kata Julius dengan bijak sambil memegang bajunya.



" Iya " Kata Lydia dan mengangguk.



Kami memutuskan ke sana yaitu kerajaan Sentoria. Sebelum berangkat, mereka membawa barang bawaan untuk dijalan nanti.


∆∆∆


Aku pun bermimpi, aku ada di tempat yang bercahaya.Lalu aku melihat papa dan mama bergandengan tangan dari kejauhan. Aku pun menghampiri mereka.



" Sia, kangen banget sama papa dan mama " kata gue sambil memeluk Pama.



" Kami juga " jawab Pama.



" Pa... MA.. Maafin Allesia enggak dengerin apa kata kalian" Kata gue yang meminta maaf dan menyesali sambil menangis karena sudah melakukan itu.



" Anak Papa kan kuat enggak cengeng kayak gini "kata papa dan mama yang menenangkan ku sambil mengusap mataku.



" Sia, ini bukan tempatmu. Jaga kesehatan. Selamat tinggal,Sia" kata Pama yang berjalan menjauhiku dan menghilang ke cahaya itu.



" Pa .... MA ...., JANGAN TINGGALKAN ,SIA?" Kata Allesia dengan menangis.


∆∆∆


Zendra pun mengusap air matanya yang membasahi pipinya.Aku mulai khawatir akan keadaannya karena semakin memburuk.



"Udah jam 2 siang. Apa mereka bisa dapetin tanaman itu,ya ?" Kata Zendra yang khawatir kalo mereka enggak dapat tanaman itu.



Di sepanjang jalan kami berpikir agar bisa masuk ke kerajaan itu. Setelah lama berpikir, kami memutuskan jadi pengawal. Sekitar tempat yang kami lewati banyak menjual pernak pernik. Aku membeli barang itu meskipun Abal Abal tapi bentuk dan warnanya sama dengan yang asli.



"Bagaimana kamu bisa kenal Zendra?" Kata Lydia sambil menggali informasi.



" Kamu tanya seperti ini. Jangan jangan kamu suka sama dia?" Kata Julius sambil menebak kalo dia suka beneran sama Zendra.



"Siapa juga yang suka sama cowok nyebelin kayak dia lagi?" Kata Lydia yang menyangkal perkataan Julius dan juga tersipu malu.



"Itu buktinya. Pipimu merah saat kamu bilang cowok nyebelin. Ngaku aja udah ketahuan lagi sama aku, aku enggak bakal ceritain ini sama siapapun" Kata Julius sambil membujuk Lydia kalo tebakan dia itu benar.



"Iya, aku ngaku aku suka sama dia. Emangnya aku enggak bisa suka sama Zendra?"Kata Lydia yang agak bete .



" Aku saranin kamu cepatan tebak dia takutnya nanti dia udah punya pasangan "Kata Julius khawatir dia udah punya gebetan.



"Kenapa harus aku?Kalo aku nebak duluan dikira aku cewek gampangan lagi. Lydia cucu kesayangan kakek{Tetua Elf Hutan} massa enggak bisa buat Zendra jatuh cinta kepadaku setengah mati? Enggak level lah " kata Lydia yang jual mahal.







™™™™™™


Lythari itu bukan nama melainkan komunitas. Lythari itu sejenis manusia setengah serigala. Lythari yang seringkali ku sebut itu bernama Julius dan sahabatnya Zendra.





__ADS_1



__ADS_2