
Allesia mencari kunci dari gembok tersebut. Suara pintu terbuka yang sangat nyaring. Seketika bersembunyi di belakang pintu tersebut. Peio membuka pintu sebagian.
"Sepertinya aku tadi mendengar suara berisik dari sini. Apa aku salah dengar, ya ?" gumam peio sambil memegang ganggang pintu dan melihat ke kiri - kanan. Allesia mundur hingga tembok agar penjaga tersebut tidak melihatnya.
" Semoga dia tidak melihat ke sini. Jangan ke sini. Jangan " batin allesia yang berdoa agar dia tidak melihat ke belakang pintu.
Saat itu, ia melihat kunci di saku penjaga tersebut. Jika allesia yang ingin mencoba mengambil kunci tersebut. Jantungnya berdegup dengan kencang seperti mau lepas. Resiko yang besar untuk itu dan juga kemungkinan dia ketahuan 30%.
" Agar dia tidak tau, aku harus mengambilnya secara perlahan lahan dan cepat. Kesalahan sedikit saja sudah fatal. Aku ditangkap " batin Allesia yang merencanakan strategi tersebut dengan matang.
" Aku bisa berhasil. Apabila keberuntungan bersama padaku dan kecepatan tanganku " batin Allesia yang menunggu waktu yang tepat untuk mengambil kunci.
Allesia mengambil kunci tersebut dengan pelan dan cepat. Allesia merasa panas dingin saat mengambil kunci. Penjaga tersebut menutup pintunya dengan perlahan. Allesia pun merasa senang sampai teriak. Penjaga membuka pintu secara tiba tiba.
" Siapa itu?" ucap Peio dengan lantang.
Allesia merasa ketakutan lalu dia menutup hidung dan mulutnya dengan tangan. Peio melangkah masuk ke dalam. Peio yakin bahwa suara tersebut berasal dari dalam penjara tersebut.
" Jangan kamu pikir saya tidak tau kamu ada di sini. Cepat keluar! Kalo tidak ingin aku mengotori tanganku ini " ucap Peio dengan tegas dan melihat ke sekitar penjara tersebut.
" Massa sih aku salah dengar. Aku yakin sekali. Suara tadi itu berasal dari sini " batin Peio.
" Penjaga, saya ingin bicara kalo.... " ucap tahanan wanita yang melirik ke arahku.
Allesia memohon ke tahanan tersebut agar dia tidak bilang kalo aku yang teriak tadi. Aku juga berjanji untuk membebaskan dia dari tempat tersebut. Tahanan tersebut juga setuju untuk tidak memberitahu kan keberadaanku.
" Kamu melihat apa, sih ?" ucap Peio yang penasaran.
" Tidak melihat apa apa, SAya Mau BILANG KALO yang teriak Itu Saya " ucap tahanan tersebut dengan nada naik turun.
__ADS_1
" Tapi dari nada bicaramu seperti ada keraguan. Apa ada yang kamu sembunyikan dari saya?" ucap Peio curiga dengan gelagat bicara tahanan tersebut.
" Sebenarnya ada yang saya sembunyikan dari anda. Tetapi, saya bingung. Gimana ngomong nya dengan anda ?" ucap tahanan wanita tersebut yang berbicara malu malu seperti kucing.
" Ada apa dengan tahanan ini? Belum 1 menit moodnya udah berubah aja " batin Peio.
" Ngomong aja gpp kok. Enggak perlu sungkan begitu? " ucap Peio yang sembari tersenyum.
" Beneran gpp nih. Saya ngomong " ucap tahanan tersebut.
" Tidak bisa ku percaya dia mau mengingkari janjinya " batin Allesia yang geram dan kesal dengan tahanan tersebut.
" Aku hanya bisa pasrah saja. Mengaduh nasibku yang sial ini. Kenapa hidup seperti ini? Setiap saat selalu mengalami bahaya " batin Allesia yang menerima nasibnya dengan lapang dada.
" Iya, gpp. Jadi, kamu mau ngomong apa sih?" ucap Peio yang makin penasaran dengan yang ingin diomongkan tahanan tersebut.
" Apa! Kamu suka sama saya? Ha... Haa.. " ucap Peio yang terkejut dan tidak percaya dengan yang ia dengar.
" Emangnya salah ya kalo tahanan suka sama PSBJ. Rasa suka itu kan datangnya tiba tiba seperti saya sama kamu " ucap tahanan tersebut dengan nada pelan dan bergaya imut.
Peio pun menutup pintu dan keluar dari penjara tersebut. Ia memuntahkan makanan yang tadi dia makan karena omongan tahanan tersebut membuat perutnya serasa terombang ambing. Allesia menghampiri tahanan tersebut.
" Terimakasih karena kamu tidak bilang ke dia tentang aku. Aku pikir kamu tadi mau bilang ke dia soal aku. Maaf sudah berprasangka buruk padamu " ucap Allesia yang merasa bersalah karena berpikiran yang tidak tidak tentang tahanan wanita tersebut.
" Iya, engga apa apa. Sekarang buruan kamu lepaskan gembok ini " ucap tahanan tersebut.
" Sebentar, aku sedang cari kunci yang cocok dengan gembok ini ?" ucap Allesia yang mencoba kunci tersebut satu per satu.
" Buruan sebelum penjaga tersebut kembali ke sini. Aku tidak mau mati di sini. Cepetan! " ucap tahanan wanita yang tidak sabaran. Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya aku menemukan kunci yang pas.
__ADS_1
" Sekarang kamu bebaskan tahanan yang lain. Aku mau bebasin dia ?" ucap Allesia yang memerintah tahanan wanita tersebut dan memberi dia sebagian kuncinya.
" Tapi kan kita engga punya banyak waktu. Gimana kalo nanti kita ditangkap ? " ucap tahanan wanita yang menolak.
" Jika kita tidak membebaskan mereka nanti mereka memberitahu keberadaan kita kemudian kita ditangkap juga. Sama aja dong kita ditangkap juga " ucap Allesia yang menjelaskan keadaan tersebut ke tahanan tersebut.
" Benar juga yang dikatakan oleh dia. Engga ada ruginya aku membantu dia " batin tahanan tersebut yang menyakini bahwa yang dia katakan ada benarnya juga.
Tahanan tersebut setuju dan melakukan hal tersebut. Ia mengambil sebagian kunci dari tangan allesia dan membebaskan tahanan lainnya. Allesia membuka pintu dan membantu orang itu berdiri.
" Berat juga ini orang. Makannya apa sampai berat begini ?" ucap allesia yang meletakan tangan orang itu ke pundakku dan tanganku memegang punggungnya untuk membantu dia berjalan.
" Semua tahanan udah aku bebaskan. Sekarang apa?" ucap tahanan wanita tersebut.
" Terimakasih sudah membantu. Sekarang kamu buruan kabur sebelum penjaga tersebut kembali " ucap Allesia yang membopong orang itu.
" Seharusnya aku yang terimakasih karena kamu sudah membantuku dan semua tahanan. Mau kubantu bawa orang ini?" ucap tahanan wanita tersebut yang menawarkan bantuan.
" Tidak usah, biar aku saja yang bawa " ucap Allesia yang menolak karena tidak ingin merepotkan dia.
" Beneran engga mau,nih? Aku pergi dulu,ya! " ucap tahanan wanita tersebut yang menawarkan bantuan lagi dan meninggal -kan mereka berdua.
" Beneran engga usah " ucap allesia yang bersikukuh menolak tawaran nya.
"Sebentar, aku mau tanya nama kamu siapa?" ucap allesia yang memanggil tahanan tersebut.
" Aku akan beritahu namaku bila kita bertemu lagi " ucap tahanan wanita tersebut dengan pakaian compang camping sehingga tidak terlihat wajahnya dengan jelas. Lalu tahana tersebut pergi dan melanjutkan jalannya sembari tersenyum sedikit.
Allesia dan para tahanan tersebut pintu belakang. Sebenarnya pintu tersebut dibuat oleh orang yang misterius. Semua penjaga penjara tidak ada mengetahui pintu tersebut. Pintu tersebut tembus keluar kerajaan Sentoria.
__ADS_1