Allesia dan Elf

Allesia dan Elf
Episode 24


__ADS_3

Allesia dan para tahanan tersebut pintu belakang. Sebenarnya pintu tersebut dibuat oleh orang yang misterius. Semua penjaga penjara tidak ada mengetahui pintu tersebut. Pintu tersebut tembus keluar kerajaan Sentoria.


" Krak.... Krak.... " suara pintu yang berdecit.


Peio yang mendengar hal tersebut segera masuk ke dalam penjara. Peio terkejut karena semua tahanan tidak ada di penjara. Peio memanggil komandan untuk memberitahukan soal semua tahanan yang melarikan diri.


" Ko...mandan, pen.. jara...?" ucap Peio yang terengah entah karena berlari dari penjara.


" Tarik napas buang setelah kamu sudah mendingan baru cerita " ucap komandan PSBG yang menenangkan Peio.


Peio tarik napas dan membuangnya lewat mulut. Peio sudah agak tenang setelah melakukan seperti interuksi komandannya. Ia pun menjelaskan apa yang terjadi di penjara.


" Apa? Kamu bilang semua tahanan kabur. Bagaimana itu bisa terjadi? Bukan kamu kan yang membebaskan mereka " ucap komandan yang panik & terkejut serta menuduh anak buahnya yang tidak tidak.


" Bukan saya, komandan. Tiba tiba, ketika saya masuk sudah tidak ada tahanan. Terus gimana sekarang, komandan? " ucap Peio yang resah serta bingung harus berbuat apa.


" Biarkan saya berpikir sebentar dulu " ucap komandan PSBG yang memikirkan untuk berbuat apa sekarang.


" Buang buang waktu kalo kau mau melakukan itu. Keburu semua tahanan pergi" ucap elf laki laki yang berkharisma.


Semua penjaga yang melihat ke arah suara itu berasal. Sontak penjaga terkejut. Tidak biasanya dia datang menghampiri para penjaga. Mereka bingung ada keperluan apa sampai datang ke tempat penjaga.


" Pangeran Afran?" ucap salah satu penjaga yang terkejut melihat pangeran afran yang tiba tiba datang.


" Sekarang!! Kamu kerahkan semua pasukan untuk menangkap semua tahanan " ucap pangeran Afran dengan tegas.


" Apa kalian engga dengar perintah saya? Buruan kalian pergi. Kalian jangan mempermalukan Sentoria maupun baginda raja karena sudah mengangkat kalian " ucap Pangeran Afran memerintahkan semua pasukan untuk pergi mencari para tahanan yang kabur.


Para penjaga pergi dan meninggalkan pangeran Afran sendirian. Afran sedikit kecewa dengan penjagaan mereka yang tidak maksimal. Tidak seperti biasanya mereka membuat masalah yang begitu besar dan fatal.

__ADS_1


" Apa yang akan terlintas di pikiran ayah jika tahu hal ini ? Aku tak bisa bayangkan" batin Afran yang bingung.


" Apa ini ada hubungannya dengan wanita itu,ya? Siapa ya namanya!! Aku lupa " ucap Afran yang mengingat nama wanita tersebut.


" Seingatku nama itu Al gitu. Oh,iya. Allesia. Tapi, engga mungkinlah dia. Kenapa aku mikirin dia sih " ucap Afran yang meracau ke mana mana.


Afran memutuskan untuk melupakan dia yaitu dengan membantu para penjaga mencari tahanan. Afran memanggil mereka karena mereka pergi tidak begitu jauh.Mereka berhenti dan berbalik ke belakang.


" Kenapa pangeran Afran memanggil kita lagi? Jangan bilang dia mau membunuh kita" ucap salah satu penjaga.


" Kamu mau mati?" ucap penjaga yang disebelahnya.


" Ya, enggaklah. Aku mau mati setelah aku udah punya istri cantik dan anak laki laki yang tampan seperti ku" ucap salah satu penjaga tersebut.


" Jadi, jangan pernah ngomong sembarangan " ucap penjaga di sampingnya.


" Untung, aku aja yang dengar. Bagaimana kalo elf lain? Udah babak belur kamu sekarang " ucap penjaga penjaga di sampingnya.


" Tapi, ini juga untuk keselamatan rakyat elf air di Kerajaan Sentoria. Kalo aku tidak mencoba mengambil tanggungjawab ini. Bagaimana aku bisa jadi pemimpin yang bertanggung jawab nanti ?" ucap Afran yang menyakinkan Komandan PSBG agar aku bisa ikut serta dalam pencarian tersebut.


Para penjaga yang mendengar tersebut terdiam karena apa yang dikatakan pangeran Afran ada benar juga. Penjaga tersebut sebenarnya bingung mau jawab apa. Jika Baginda raja tau dia akan memarahi para penjaga atau lebih buruk lagi yaitu dihukum mati. Pangeran Afran yang melihat ke para penjaga bahwa ada keresahan dalam raut wajah mereka.


" Tenang saja, kalian tidak perlu khawatir soal itu. Apabila aku terjadi apa apa nanti aku tidak akan salahkan kalian karena ini keinginan ku sendiri " ucap Afran agar tidak perlu mengkhawatirkan pekerjaan mereka.


"Ayo, kita berangkat!!"ucap komandan PSBG yang memerintah kan semua pasukan untuk pergi mencari mereka.


" Sebentar, jangan pergi dulu. Lebih baik para penjaga dibagi menjadi dua. Terserah kamu sih. Mau menerima saran ku atau tidak? " ucap Afran yang memberi saran ke komandan PSBG.


" Aku setuju dengan saran pangeran. Dengan begitu akan lebih mudah untuk kita menemukan mereka " ucap Peio.

__ADS_1


Para penjaga yang lain juga sependapat dengan pangeran Afran dan Peio. Tanpa pikir panjang, komandan PSBG menerima saran dari pangeran Afran. Pasukan pertama dipimpin oleh komandan PSBG dan pasukan kedua dipimpin oleh pangeran Afran.


" Pasukan pertama kalian cari di sekitar kerajaan. Aku dan pasukanku akan cari mereka di luar kerajaan!!! " ucap Afran yang memerintahkan pasukan mereka dan pasukan pertama.


" Jangan lupa untuk kembali ke sini lagi nanti " ucap Afran.


" Baik, pangeran " ucap para pasukan pertama sembari memberikan hormat sebelum mereka pergi mencari.


" Mari, kita tangkap mereka" ucap Afran untuk menyemangati mereka.


Pasukan pertama pergi danberpencar untuk mencari para tahanan. Pasukan pertama pun mulai mencari dari toko, tempat makan.Namun, tidak menemukan para tahanan.


" Kamu lihat tadi engga bukannya tadi itu penjaga sentoria. Sepertinya mereka sedang mencari seseorang deh? " ucap elf berbadan besar.


" Ya aku juga setuju. Tapi, kalo dilihat dari tingkah mereka tadi. Sepertinya ada orang kabur dari penjara. Tidak tau akan ada bencana apa lagi yang datang menimpa Sentoria " ucap teman elf berbadan besar yg di sebelahnya.


" Kamu itu apa keturunan cenayang. Tebakanmu benar sekali ?" ucap pelayan yang mendengarkan berkataan elf tersebut dari tadi.


" Tidak menyangka aku menebaknya dengan benar " ucap elf berbadan besar yang menyombongkan dirinya.


Lydia, Zendra dan Nadia juga mendengar perkataan mereka karena suara mereka yang keras.


" Apakah yang mereka maksud itu Julius ?" ucap Zendra yang menebak orang yang dicari para penjaga.


" Tidak mungkin karena aku sudah bilang akan menyelamatkan dia " ucap Nadia yang tidak percaya bahwa yang mereka cari Julius.


" Tapi, bagaiman kalo yang yang dikatakan Zendra benar ?" ucap Lydia.


" TIDAK MUNGKIN " teriak Nadia sembari memukul meja dengan keras hingga para pengunjung menatap ke Nadia.

__ADS_1


" Maafkan teman saya ini sehingga membuat kalian sampai terganggu" ucap Zendra memohon maaf ke para pengunjung.


__ADS_2