Allesia dan Elf

Allesia dan Elf
Episode 21


__ADS_3

Kemudian, Afran memanggil dan membisikkan sesuatu ke maid. Dan juga memanggil penjaga untuk memberitahu dia kalo penjaga yang ditugaskan mencariku sudah datang lalu bawa mereka ke pusat kota. Afran berharap itu berjalan sesuai rencananya. Mereka pun pergi meninggalkan kami. Kami hanya berdua di kamar tersebut. Aku hanya duduk di depan kaca karena menggunakan gaun jadi tidak bisa leluasa untuk bergerak. Hari yang mulai beranjak malam.


" Sepatunya belum kamu pakai. Biarkan aku yang memakaikan ?" ucap Afran sambil memakaikan ku sepatu berkilau biru.


" Kamu jangan macam macam, ya?" ucap Allesia yang memperingatkan Afran.


" Siapa yang mau macam sama kamu? Aku memakaikan ini juga karena takut kamu merusak gaunnya. Dan gaunnya itu cuma ada satu.Sampai tujuh turunan aja kamu belum tentu mampu untuk membelinya ?" ucap Afran.


" Dasar pelit " celetuk Allesia yang kesal.


" Kamu tadi ngomong apa ?" ucap Afran sambil memandang ke arah ku.


" Enggak ngomong apa apa " ucap Allesia sambil merapikan rambutnya yang dibuat bergelombang dan terurai.


" Oh, ya. Bagaimana caranya aku tahu perempuanmu itu ?" ucap allesia sambil membalikkan badan ke samping.

__ADS_1


" Kamu tak perlu tahu itu. Yang penting kamu terlihat seperti pasanganku dan serasi " ucap Afran yang berdiri dan merapikan bajunya serta memakai topengnya.


Komandan PSBJ memerintahkan para anak buahnya untuk kembali ke kerajaan Sentoria. Setelah, kami melakukan perjalanan yang panjang dan akhirnya kami sampai di gerbang Sentoria. Kami datang sudah tepat waktu. Ada seseorang penjaga menghampiri mereka untuk langsung ke pusat kota.


" Apakah ada perayaan untuk kita ?" ucap penjaga magang yang bahagia dan senang. Mereka yang mendengar tersebut juga sependapat dengannya. Para penjaga bersorak sorai bahagia.


" Diam semua, kita sebagai penjaga harus memperhatikan kelakuan kita. Jika tidak ingin menjadi sorotan para elf lain " ucap komandan PSBJ yang menenangkan mereka meskipun dia juga senang dalam hati. Karena komandan sulit mengekspresikan diri.Seketika mereka pun diam dan berjalan ke sana dengan tegap sambil tersenyum ke para elf.


Penjaga tersebut pun sampai di depan pintu kamar tuannya. Kemudian, Penjaga tersebut masuk ke dalam kamar tuannya. Tuan marah akan tindakan penjaga yang masuk ke dalam kamarnya tanpa permisi. Allesia pun terkejut akan tingkah Afran yang memarahi penjaga cuma gara gara enggak memberitahunya. Semua masalah bisa dikatakan dengan baik baik enggak harus gunakan amarah seperti itu.


" Hamba ingin membicarakan soal itu " ucap penjaga tersebut sambil menundukkan kepala.


" Terima kasih, kamu boleh pergi " ucap Afran yang menyuruh penjaga tersebut keluar dari sini.


" Ayo, kita ke sana. Festivalnya sudah dimulai " ucap Afran sambil mengulurkan tangannya untuk membantu Allesia berdiri.

__ADS_1


" Tidak usah aku bisa sendiri " ucap Allesia yang keras kepala. Ketika aku mau berdiri, aku menginjak gaunnya yang ribet kemudian aku terjatuh. Untungnya, Afran menopang badanku sehingga aku tidak terjatuh.


" Jadi cewe itu jangan keras kepala. Ini kan akibatnya " celetuk Afran. Allesia hanya diam terpaku.Salah satu tangan Afran berkacak pinggang. Pada awalnya, allesia menolak.


" Kalo kamu mau kayak tadi sih enggak apa apa. Tapi, jangan harap aku akan menolongmu lagi. Mau apa tidak nih ? Tanganku capek tahu " ucap Afran yang mengomel seperti emak emak. Kemudian, allesia menggandeng tangannya.


Selama perjalanan di sana, kami tak bicara sedikitpun. Keheningan itu membuatku teringat akan yang tidak tidak dari nenek & kakek yang meninggal, menemukan lubang aneh yang membawaku ke sini hingga Lydia yang membenciku.


" Ada apa dengan perempuan ini ? Biasanya dia kan slalu buat aku emosi. Tumben banget ?" batin Afran sembari memandang allesia.


" Dari semua perempuan yang ada hanya dia yang tidak suka sama aku. Aku juga makin penasaran dengan dia. Dan sekarang dia jadi pasangan dalam festival ini " batin afran yang kemudian menatap ke depan.


" Setelah, semua yang terjadi aku sampai lupa kenapa aku bisa disini? Ku harap aku bisa memecahkan pesan dari nenek agar aku bisa kembali ke duniaku" batin allesia yang menyakinkan dirinya untuk fokus pada tujuan utamaku.


" Silakan, kamu naik dulu, Allesia "ucap Afran yang memegang salah satu tangan Allesia untuk naik ke kereta.

__ADS_1


Allesia masuk ke dalam kereta yang disusul oleh Afran. Allesia yang takjub meskipun ia sudah pernah naik mobil di dunianya. Tempatnya yang sangat luas. Aku duduk di depan sedangkan dia duduk di belakang. Namun, itu membuatku merasa tidak nyaman. Meskipun kami tidak duduk bersebelahan karena tempat duduknya yang berhadapan.Selama di perjalanan, kami hanya diam dan sekali bertatapan mata.


__ADS_2