
EPISODE 13
Ketika Julius mau pergi dari situ dihadang oleh penjaga gerbang. Julius berpikir segini aja mudah buat aku kabur karena penjaga yang menghadangnya hanya dua dan semua pengawal ditugaskan untuk mencari Pangeran Afran. Julius kabur lewat ke arah kanan dan kedua penjaga itu pun menghadangnya. Lalu aku merubah arah dengan singkat, akhirnya aku lolos dari mereka meski mereka masih mengejar ku.
" Dasar penjaga bodoh " gumam Julius sambil melarikan diri dari mereka.
" Ayo, kejar dia sebelum dia pergi jauh "kata pengawal dengan nada tinggi sambil mengejarnya.
" Kamu ingat mantra perangkap itu apa enggak ?" Kata penjaga itu sambil mengejar temannya dan menepuk bahunya. Temannya pun berhenti.
" Iya , aku ingat " kata temannya sambil mengucapkan mantra perangkap.
Setelah Lythari terperangkap, aku mencari cara agar bisa keluar dari situ. Tapi Penjaga satunya menembakku dengan obat bius. Seketika penglihatanku menjadi kabur lalu gelap gulita. Akhirnya aku tak sadarkan diri. Kedua pengawal itu pun menghampiri Lythari itu. Ketika mereka sampai.
" Ayo, kita angkat hewan ini. Aku angkat badannya yang depan dan kamu bagian belakang " kata penjaga sambil menikmati keempat kaki agar tidak kabur. Ketika kami mengangkat hewannya yang diikuti oleh sorak bahagia penduduk elf air.
" Hidup Kerajaan Sentoria.Hidup Kerajaan Sentoria " ucap penduduk elf air secara serentak.
" Hewan ini kita apa kan ?" kata penjaga sambil mengangkat hewan itu.
" Setahuku hewan ini bernama Lythari. Manusia setengah serigala. Nanti dia bakal balik lagi jadi manusia. Jadi, lebih baik kita penjarakan dia di bawah tanah aja " kata penjaga dengan bangga karena pencapaian mereka dapat menangkap hewan ini.
" Enggak dibunuh aja " kata penjaga.
" Nanti kita tanya aja ke Baginda raja. Ingin diapakan dia "kata penjaga.
Semua pengawal yang ingin kembali ke kerajaan Sentoria. Banyak pengawal yang mengeluh karena sudah sudah dicari ke mana mana pun juga enggak ketemu Pangeran Afran.
" Apa kalian lupa motto kalian jadi Pengawal Kerajaan Sentoria " kata pengawal senior bagian Jontor dengan nada yang lantang dan tinggi sambil berdiri dari duduknya.
" Baru diangkat jadi pengawal senior aja. Sombong nya minta ampun.Gimana kalo jadi raja " batin pengawal senior bagian gagmis. Aku duduk dengan jarak yang cukup jauh dengannya.
"Kami ingat pantang pulang sebelum menyelesaikan tugas kami atau misi " kata pengawal dengan lantang dan kompak.
"Jadi, kita tidak akan pulang sebelum....."kata
PGBJ dengan nada berat dan serak.
" Sebelum menyelesaikan misi " kata semua pengawal dengan kompak.
" Kamu lihat Senior itu enggak ?" kata pengawal senior gagmis sambil menatap pengawal senior dengan sinis.
" Iya, aku lihat. Emangnya dia kenapa ?" kata pengawal magang yang tidak tau apa apa seperti bayi baru kemarin.
" Dia bisa jadi pengawal bagian Jontor karena dia curang .... " kata pengawal senior bagian gagmis (PSBG) ke pengawal magang.
Ada teman pengawal senior bagian jontor (PSBJ) datang dan menyangkal perkataan pengawal tersebut.
" Aku tau kamu dari dulu enggak suka dia kan ? Kalo iri bilang aja. Enggak usah jelek jelekin orang dari belakang. Dan untuk kalian jangan perkataan busuk dia " kata teman PSBJ yang dengan menyindir dan memperingatkan untuk tidak mempedulikan elf PSBG.
Dan pengawal yang lain pun mengangguk yang mengartikan mereka tidak akan mendengarkan dan mempedulikan kata elf PSBG.
---------
NB:
Pengawal Kerajaan Sentoria terbagi menjadi 2, yaitu Pengawal Senior dan Pengawal Junior.
Pengawal senior itu memiliki bagiannya sendiri sendiri. Bagian tersebut akan menentukan banyak atau tidaknya misi. Apabila dia mendapat misi yang banyak dan dapat melaksanakannya, maka dia dimasukkan ke kelompoknya. Pengawal Junior adalah pengawal yang termasuk baru masuk.
Pengawal senior yang terbagi atas 2 bagian, yakni Pengawal Senior Bagian Jontor (PSBJ) dan Pengawal Senior Bagian Gagmis.
Pengawal SBJ yang menjadi komandan dari semua pengawal (pengawal inti). Pengawal ini bisa menjadi inti karena mereka melakukan misi dengan baik dan jumlah misi yang dilaksanakan paling banyak. Untuk menjadi PSBJ itu sangat sulit bahkan kamu curang pun mereka bakal memonyongkan bibirnya elf dan memakaikan kalian pakaian elf wanita. Pengawal ini merupakan kepercayaan Baginda Raja Elf Air.
Pengawal SBG termasuk pengawal yang gagal melaksanakan misi dan jumlah misi yang dilaksanakan sedikit.
---------
Kedua penjaga tadi menghadap ke Baginda Raja. Kami ke sana masih dengan membawa dia. Kami merasa bingung kenapa Lythari membuat keributan di kerajaan Sentoria. Tak berselang lama kami pun sampai.
" Hormat kami kepada Baginda Raja " kata penjaga sambil meletakkan dia dan membungkuk lalu menundukkan kepala.
" Ada keperluan apa kalian ke sini ?" kata Raja Sentori sambil tangannya maju ke depan dan kembali seperti awal.
" Hamba tadi menangkap Lythari karena dia membuat keributan. Jadi, menurut Baginda kami apakan dia ?" kata penjaga yang masih membungkuk dan menundukkan kepala.
" 2 hari lagi kita akan mengadakan festival air. Jadi, dia penjarakan saja dulu. Untuk hukuman akan saya bahas lagi setelah festival saja " kata Baginda Raja sambil tangannya maju ke depan dan naik turun mengisyaratkan mereka untuk berdiri.
__ADS_1
" Baik, baginda Raja. Kami undurkan diri dulu" kata penjaga sambil menunduk kepala kepada Baginda Raja dan berdiri lalu mengangkat Lythari itu.
" Hmmm " kata Raja Sentoria dengan nada yang serak dan berat.
Lalu kedua penjaga itu membawa Lythari ke penjara dan meninggalkan altar utama Baginda Raja. Mereka senang sekali sebentar lagi akan ada festival air. Setelah sekian lama, para elf air menunggu akhirnya datang juga waktunya.
" Ooo, iya. Kita tadi kan ninggalin gerbang utama. Dan di sana enggak ada yang jaga dong. Gimana ini kalo nanti ketahuan Baginda Raja ?" kata penjaga bernama ucul yang khawatir dan risau.
Kalo Baginda Raja yang tahu gerbang utama tidak dijaga. Ia akan menghukum kita kalo kita ketahuan tidak menjaga.
" Kamu itu oon atau bodoh sih. Massa Baginda Raja mau hukum kita. Setelah kita menangkap Lythari yang membuat risuh kota " kata penjaga yang bernama ocol sambil menendang bokongnya dengan pelan.
" Kalo aku oon kamu apa dong ?" kata ucul dengan nada tinggi rendah dan muka agak bete.
" Kamu beneran lupa sama aku. Kita udah kenal selama 5 abad. Biar aku ingetin dan dengerkan dengan baik baik. AKU PENJAGA YANG PALING HEBAT DAN PALING TAMPAN YATU O ... C .... O .... L .Sudah tau apa belum " kata ocol yang kesal karena temannya tidak mengenalnya dengan baik.
" Kalo kamu tampan harusnya kamu sudah punya pacar dong sekarang. Ketika kamu ngomong yang paling tampan tadi aku serasa mau muntah tau " kata ucul yang meledek ocol.
" Aku lagi males berdebat sama kamu. Aku ingin kita cepat cepat bawa dia sebelum dia bangun " kata ocol sambil mempercepat jalannya.
" Kamu bisa pelan pelan enggak sih jalannya " kata ucul.
" Kamu saja jalannya lambat kayak
perempuan " kata ocol yang masih kesal.
Setelah kami berdebat di perjalanan, kami tidak menyadari kalo kami sudah sampai di penjara. Kami pun masuk dan memenjarakan dia lalu kami melepaskan ikatannya. Lalu kami mengunci penjara dan pergi dari situ. Kami pun kembali pergi ke gerbang utama. Tak berselang lama, akhirnya ucul dan ocol sampai di sana.
___^ - *___
Mentari menyapaku di pagi hari. Sinarnya pun masuk ke dalam melalui celah celah jendela. Kemudian, sinarnya mengenaiku. Gue pun membuka matanya perlahan - perlahan. Aku pun melihat sekitar dari tempat tidur. Tempat ini terasa asing bagiku. Aku merasa bingung karena aku tadi pingsan saat itu.
" Jadi, siapa yang bawa aku ke sini ?" batin Allesia yang penasaran dan bingung.
Zendra merasa agak bosan. Untuk menghilangkan keheningan itu. Zendra mendapatkan ide untuk menghilangkan kesedihan dari kita semua.
Afran pun memalingkan badannya karena kesal dengan ejekan Zendra.
" Ya, enggak enaklah dikurung apalagi dibawa keliling dan sorak'i begitu " kata Nadia yang juga menggoda Afran.
" Terserah kalian saja " kata Afran yang dingin dan berjalan menuju ke kamar karena kesal.
Di sisi lain, Allesia pun tersadar dari tidurnya karena serangga yang menggigitnya.
" Kepalaku pusing sekali. Apa karena aku pingsannya itu,ya? Kenapa di luar berisik sekali ? kata Allesia sambil bangun dari tempat tidurnya dan memegang pelipis kepalaku.
Lalu aku duduk di tepi tempat tidurku. Salah satu kakiku menyentuh lantai yang dingin. Saat aku berdiri, kakiku terasa masih lemah untuk menopang badanku. Aku memaksa untuk berjalan karena aku ingin tahu apa yang terjadi di luar. Kaki pun mulai tidak kuat dan akhirnya jatuh di tempat tidur.
" Aku harus bisa.Mending aku pegang dinding yang dekat tempat tidur agar aku nanti tidak jatuh batin Allesia. Dan jarak antara dinding dengan tempat tidur sekitar 1,5 meter.
Aku pun berdiri dan hampir mau menggapai dinding itu. Afran pun sampai kamarnya. Afran tak menyadari kalo kamar yang dimasukinya itu kamar Allesia.
" Sudah tahu baru pingsan masih saja beranjak dari tempat tidur " batin Afran.
Allesia merasa mau jatuh karena takut aku menutup mataku. Secepat kilat, Afran menolong allesia.
" Kenapa aku enggak merasa sakit, ya ?" batin Allesia.
" Enak banget, ya ? " kata Afran yang menopang badan allesia sambil menatap wajahnya.
" Ternyata dia cantik juga. Aku ini mikirin apa sih " batin Afran. Allesia pun mulai membuka matanya.
" KAMU.... " kata allesia dengan nada yang tinggi yang tidak percaya bisa ketemu dia. Saking tinggi suaranya, membuat Afran kaget dan melepaskan pegangan ke Allesia.
__ADS_1
" Auuuwww. Kamu lagi bales dendam sama aku, ya ?" kata Allesia yang kesal dengan cowok itu.
" Udah ditolongin enggak berterima kasih malah dituduh sembarangan " kata Afran dan pergi keluar dari kamar.
Aku pun merasa pusing sekali dan akhirnya aku pingsan di lantai. Afran punya firasat tidak baik karena suasananya sunyi. Afran pun menengok ke belakang dan firasat nya itu benar.
" Dasar perempuan keras kepala " gumam Afran sambil menggendong Allesia ke tempat tidurku.
" Bakal aku bales kamu " batin Allesia sambil mencubit tangannya.
" Ooo, jadi begitu rupanya. Kamu masih enggak mau bangun " kata Afran sambil menghadang ke depan dan kepalanya mendekat ke wajah Allesia.
" Apa yang akan dia dilakukan, ya ? Kalo dia ngapa ngapain aku gimana dong " batin Allesia.
" Iya, aku bohong. Terus kenapa wajahmu dekat banget denganku ?" kata allesia yang membuka matanya. Takutnya dia macam macam ke aku.
" Masa kamu enggak tahu sih? Apa mau aku ingatin lagi itu. Aku belum pernah ketemu cewe yang tidak sopan kepadaku seperti kamu itu " kata Afran yang menggoda Allesia.
" Kalo kamu macem macem bakal aku lakuin seperti waktu itu. Emangnya kamu siapa sampai aku harus berperilaku baik ke kamu ? Dan juga aku enggak peduli kamu itu siapa. Mau kamu seorang direktur, bos mafia,atau pun pemimpin perusahaan aku juga enggak peduli. Daripada aku berbicara sama kamu mending aku tidur aja " kata Allesia sambil menarik selimut dan membelakangi Afran.
" Ngomong enggak berhenti berhenti. Dan juga suaramu jelek kaya suara babi tau " kata Afran yang kemudian lirih sambil menjauh dan menutup telinganya.
" Tadi kamu bilang apa tadi ? " kata Allesia dengan nada yang tinggi yang penasaran sambil menunjuk ke Afran.
" Siapa juga yang mau dekat dekat sama kamu. Aku cuma mau ngambil handuk kok " kata Afran sambil mengambil handuk di sebelah kepala Allesia.
" Jadi, orang itu jangan kegeeran dulu " kata Afran sambil meninggalkan Allesia.
" Siapa juga yang kegeeran ?" batin Allesia sambil menurunkan selimut dan menjulurkan lidahnya sedikit ke Afran.
Afran merasa ada yang mengejeknya. Lalu ia menengok ke belakang. Sebelum Afran menengok ke belakang, Allesia pun bersembunyi ke selimut.
" Mungkin itu firasat ku saja " gumam Afran sambil memalingkan wajahnya dan pergi keluar kamar.
Zendra, Nadia dan Lydia menatap ke arah Afran. Mukanya Afran terlihat masih marah ke mereka. Lydia pun membujuk Afran agar tidak marah lagi.
" Aku mau melihat keadaannya Alessia dulu?" kata Zendra yang khawatir karena sudah lama ia terbaring.
" Allesia terus yang ada dipikirannya. Semoga Zendra enggak sayang ke dia, deh. Kalo iya, jangan harap aku akan baik ke cewe genit itu" batin Lydia yang kesal dan muak dengan Allesia.
" Biar aku saja yang melihat keadaan Allesia " kata Lydia yang menawarkan bantuannya ke Zendra.
" Terima kasih atas tawarannya. Tapi biar aku saja yang menjenguknya. Kamu pasti kecapekan karena kamu tadi malam tidak tidur sama sekali " kata Afran yang menolak mentah mentah bantuan Allesia.
" Aku tidak apa apa, biar aku saja yang melihat keadaannya " kata Lydia yang masih ngotot dengan keinginannya.
Lydia pun menyikut tangan Nadia. Nadia tidak tahu kenapa Lydia menyikutnya. Lydia pun mencobanya berkali kali. Tapi.
"Tingkah lakumu hari ini enggak seperti biasanya Kamu ini kenapa, sih? Kalo mau ngomong aja, enggak usah begitu " kata Nadia.
" Aku bakal ngomong yang sebenarnya asal kamu mau dengerin aku dulu ?" kata Lydia sambil mendekat ke arah Zendra dan memegang tangannya yang hangat.
__ADS_1