Allesia dan Elf

Allesia dan Elf
Episode 4


__ADS_3

Setelah nonton drakor aku balik ke kamarku dan membawa tas gas polku.Aku pun sampai di tempat tidurku dan langsung tiduran. Karena bosan.Aku mengambil handphoneku di dalam tas dengan tidak sengaja aku menemukan amplop yang diberikan oleh mama, kemarin.


Di amplop tertulis namaku di pojok kanan atas,


" Untuk cucuku tersayang, allesia" dan di dalam amplopnya terdapat surat dan liontin.



" TAHUN 2019,Nu..lis surat. U..dah gak ja..man Lebih enak pakai aplikasi Waitsob " gugam gue dengan gaya khas gue sambil menengadah dan melungkupkan tangan.



Aku pun mengeluarkan semuanya maksutku surat dan liontin lalu membaca surat itu. Liontin itu dibungkus dengan kain transparan.



-----+-------+---------+------+----------+-----------+--------+--


SURAT UNTUK CUCUKU TERSAYANG,


ALLESIA DARI NENEK



Mungkin kamu baca surat ini ketika nenek sudah tidak ada di dunia ini



"Sesuatu yang sudah terjadi, tidak bisa kembali lagi. Seperti, hal yang tertanam dalam ingatan


Namun tersimpan rasa di dalam hati. Walaupun sudah tak ada rasa di sana. Rasanya masih terukir di lubuk hati kau yang dalam"



Kamu pasti binggung dengan kalimat nenek


Jadi kamu harus cari tau maksud dari kalimat nenek


SEBELUM TERLAMBAT,itu sudah terjadi


dan HANYA KAMU yang bisa tau maksud kalimat itu

__ADS_1


Nenek yakin kamu pasti bisa


Karena kamu cucu nenek




Liontin ini sangat berguna saat kamu terdesak


Ketika kamu tau itu tolong gunakan sebaik baiknya dan jangan salah gunakan


Cu, tolong jaga liontin nenek ini dengan baik ——————————————————————————



Setelah membaca surat itu, aku langsung mencari maksud dari kalimat itu.Aku membuka handphoneku dan mencarinya di woogle. Karena di woogle enggak ada aku berencana besok pergi ke perpustakaan kota.



"Apa maksud dari kalimat itu,ya ? " kata gue sambil berpikir dan menopang daguku dengan kedua telapak tanganku.




Ketika aku melihat liontin itu.Aku merasa kalo liontin nenek jauh berbeda dengan liontin pada umumnya. Karena bentuk liontinnya seperti elf dan dihiasi dengan permata biru.Aku memegang di ujung tali kain itu dan membaliknya.Aku di belakang liontin itu ada huruf " S " inisial dari nama nenek yaitu Seresa.




Setelah itu, mama memanggilku dari luar kamarku untuk makan malam bersama.



" Sia, ayo makan. Mama tunggu kamu di bawah" kata mama sambil mengetuk pintu kamarku.



" Iya..., Ma. Sebentar " kata gue dengan panik karena kamarku berantakan sambil merapikan dan membersihkannya.

__ADS_1


Kalo mama tau ini aku bakal omelannya seharian penuh. Dan mama pun pergi. Papa yang menunggu kedua perempuan yang dia sayangi sambil membaca koran dan duduk dengan salah satu kaki diatas kaki yang lain.



Saking fokusnya membaca, papa tidak menyadari kalo mama duduk disampingnya. Aura ketampanan papa pun bertambah berkali lipat saat membaca koran dengan kancing baju bagian atas tidak di kancingkan dan memakai kacamata nya sehingga terlihat dadanya yang kekar dan berotot meskipun jarang olahraga. Ketika melihat itu, membuat mama berpikiran yang tidak tidak.



" Pa... Ma.... " kata gue sambil mengagetkan mereka. Dan sontak membuat khayalan mama menjadi buyar.



" Tadi papa habis melakukan apa, hayo ? Sampai sampai kancing baju terbuka sebagian " kata gue yang meledek papa.Saat aku mengucap itu, membuat tersipu malu dan muka mama yang memerah.



" Papa tidak habis melakukan apa apa. Kalo kancing baju karena papa kepanasan aja jadi aku buka sebagian kancing baju, deh " kata papa.



" Mas..sak..? Tapi tadi pas aku bicara muka mama memerah,lo " kata gue dengan nada tidak percaya sambil mencolek papa.



" Iya ,bener.Papa enggak ngelakuin apa apa " kata papa sambil mengancingkan bajunya.



" Kalo enggak ngapa ngapain berarti mama tadi melihat itu.Jadi mikirin yang bukan bukan ,iya kan, Ma ? " kata gue agak nakal.Dan mama pun terdiam.



" Udah udah, nanti makanannya keburu dingin, lo " kata papa yang memberhentikan pembicaraan kami.



Setelah selesai makan dan mencuci peralatan makan yang kami gunakan.



__ADS_1




__ADS_2