Allesia dan Elf

Allesia dan Elf
Episode 18


__ADS_3

Nadia pun bergandengan tangan dengan mereka lalu memejamkan mata sambil membayangkan tempat ketika Julius bertengkar dengan penjaga dalam sekejap kami pun sampai di sana. Nadia pun membuka matanya perlahan lahan.


" Kita sudah sampai di Sentoria " ucap Nadia yang bahagia karena ramuan yang dibuatnya selama 2 abad akhirnya berhasil.


" Wow, bagus banget. Yang, coba kamu lihat ada lentera dan gelembung gelembung air yang berterbangan " ucap Lydia yang takjub akan keindahan festival airnya.


" Beneran kita udah sampai ?" ucap Zendra yang masih menutup matanya.


" Kalo kamu enggak buka mata bakal kami tinggal kamu " ucap Lydia sambil melepaskan tangan Zendra dan Nadia. Kemudian, aku menghentakkan kakiku dengan keras - pelan - berhenti. Aku dan Nadia pun bersembunyi di belakang Zendra.


Zendra pun membuka matanya tetapi mereka tidak ada di hadapannya.


" Kamu jahat, yang. Awas aja kamu nanti... " ucap Zendra yang kesal.


Lydia pun kesal dan menepuk bahu Zendra dengan keras sampai dia kaget. Zendra refleks memegang tangan yang menepuknya dan membantingnya ke tanah.


" Auuuwww. Kamu kenapa sih yang ?" ucap Lydia yang kesakitan.


" Siapa suruh kamu ngagetin aku. Jadi, aku kan refleks. Biar aku bantu kamu bangun " ucap Zendra sambil mengulurkan tangan.


" Gak usah. Nadia, tolong bantu aku berdiri " ucap Lydia yang ngambek.

__ADS_1


" Enggak enak juga,ya. Punya pacar dikit usil usil kalo dibales ngambek " gumam Zendra sambil menepuk keningnya.


" Ooo, iya. Ini aku lupa kasih kalian karena festival ini menggunakan topeng " ucap Nadia sambil memberikan topeng ke mereka.


" Wahai, rakyatku semua. Saya ingin beritahu bahwa festival akan dirayakan nanti malam. Saya sangat meminta maaf kepada kalian karena hal ini " ucap Baginda Raja ke rakyatnya di balkon istana.


" Mending kita makan dulu sambil nunggu festivalnya " ucap Zendra yang menyarankan ke mereka.


" Enggak sekarang aja kita bebasin Julius ?" ucap Nadia yang terlintas di pikirannya.


" Kalo kita bebasin sekarang kemungkinan kita ketangkep besar " ucap Zendra yang menjelaskan situasi tersebut.


Nadia pun mengerti akan situasi tersebut setelah dijelaskan. Lydia pun menunjuk ke sebuah tempat makan sebelum melakukan penyelamatan tersebut.


" Lydia....., Tunggu. Kalo urusan makan aja cepet sampai kayak gitu, tapi kalo disuruh apa gitu males " ucap Nadia yang teriak kemudian lirih.


" Kamu kan tahu sifatnya seperti itulah ? " ucap Zendra dengan salah satu tangan ke depan yang mengarah ke Lydia.


" Maksud kamu kekanakan " ucap Nadia yang menjelaskan perkataan zendra yang bertele-tele tele.


" Meskipun dia kekanakan, aku masih tetap suka dia kok. Aku suka dia, apa adanya ?" ucap Zendra yang mengungkapkan isi hatinya.

__ADS_1


" Cieee, yang lagi jatuh cinta dan tak berani ngomong ke si dia " ucap Nadia yang mengejek zendra sambil mendorong badannya ke arah Lydia.


Zendra pun yang akan jatuh karena dia dapat menjaga keseimbangan tubuhnya. Dan akhirnya dia tidak jatuh ke lantai. Nadia melihatku sambil tertawa terbahak - bahak. Kami pun memasuki tempat makan tersebut. Ketika masuk ke tempat tersebut terlihat dinding sudah mulai usang tetapi ada yang membuatku mengganjal. Banyak elf yang berkunjung ke tempat tersebut. Tiba tiba datang seorang elf yang berbadan besar menabrak Lydia sampai dia jatuh. Untung, zendra menangkap Lydia sehingga dia tidak jatuh di lantai.


" WOY, Kamu " ucap Zendra yang marah karena pacarnya diperlukan seperti itu.Elf yang berbadan besar tersebut berhenti dan berbalik ke arah belakang.


" Apa ?" ucap elf yang berbadan besar dengan kepala mendongak ke atas dan melihat kedua tangannya sampai terlihat otot ototnya yang besar.


" Yang, enggak usah. Aku juga enggak kenapa - napa dan enggak terluka. Tolong enggak usah, yang. Sekali ini aja dengarkan aku " ucap Lydia sambil memegang tangan pacarnya agar tidak terjadi pertengkaran di situ.


Zendra pun menoleh ke arah wanita yang memegang dengan mata berbinar - binar. Karena tak kuasa akhirnya Zendra menuruti perkataan pacarnya.


" Jadi, kamu mau ngomong apa ?" ucap elf yang berbadan besar yang menghampiri Zendra dengar sangar.


" Aku mau menaktirkanmu makan " ucap Zendra yang terlintas di pikirannya karena elf tersebut terlihat sangat marah.


" Beneran kamu mau bayarin, aku makannya banyak Lo " ucap elf yang berbadan besar sambil memukulnya pelan dan menyenggol Zendra dengan raut wajah tersipu malu.


Zendra hanya menganggukkan kepalanya dan tidak bergeming. Elf berbadan besar kembali ke temannya dengan berjalan seperti perempuan dan tidak lupa memberi cium selamat tinggal ke Zendra. Zendra yang melihat tingkahnya itu merasa jijik sedangkan Nadia dan Lydia menertawakan elf yang berbadan besar yang genit ke Zendra.


" Aku kira dia elf yang gagah perkasa tapi nyata seperti ini " gumam Zendra sambil menjauh darinya dan geleng geleng kepala.

__ADS_1


Kami pun duduk di tempat yang masih kosong dan memanggil ke pelayan untuk memesan makanan dan minuman.


__ADS_2