
Beberapa menit kemudian.....
Kami pun tiba di rumah sakiterbesar di kota ini. Saking paniknya papa langsung menggendongku untuk diperiksa oleh dokter.
" Dok...Sus...Siapa saja yang mendengar ? TO...LONG A..NakKu.. ? " kata papa sambil berteriak di depan meja resepsionis Rs ini.
Resepsionis pun terkejut akan teriakan bapak itu.Saya dengan segera menelpon dokter tapi tidak bisa tersambung.Sedangkan mama pergi setelah mengantar ku ke Rs untuk mengurus pemakaman kakek dan nenek.
" Tolong tenang,Pak. Jangan membuat kegaduhan disini nanti mengganggu pasien ! " kata resepsionis yang ketakutan terhadap bapak itu sambil menenangkannya.
Kemudian datang suster yang baru selesai menangani pasien transfusi darah.
" Sus...... Tolong panggilkan dokter " kata resepsionis sambil melambaikan tangannya ke suster.
" YANG CEPAT, YA " kata resepsionis dengan nada yang tinggi.
" Iya... " kata suster dengan nada yang halus.
" Kalo setiap hari saya harus menghadapi seperti ini yang bisa membuat kepala ku tuli dan telingaku pening mendingan gue jadi kuli bangunan aja" kata resepsionis yang kesel dalam hati.Gara gara bapak itu ngomongku malah ngelantur kemana mana.
Waktu makan siang pun tiba......
Dokter pun mengeluarkan kotak makannya. Aku pun memakan makanan kesukaanku yaitu baso ikan tuna.
" Ketika mau makan , " Siapa yang berisik bikin gue enggak nafsu makan aja ? " kata dokter dalam hati sambil mengangkat kedua alisnya saking kesalnya , aku pun memukul meja yang adadi depanku.Aku pun melanjutkan makan dan menusuk basoku dengan garpu lalu memakannya.
TIBA TIBA......
----+--+---+●○◎※—※◎○●--+--+--+---
" BRAKK....... " suara pintu berdentum dengan kerasnya sampai membuat telingaku berdeging.
__ADS_1
Itu pun membuat dokter tersedak.
Anak magang pun datang nolongin dokter,
" Sebentar, Dok. Biar aku bantu " kata anak magang sambil menepuk pundak dokter dengan keras.
" Untung ada kamu " kata dokter dengan muka auto ramah tamahnya.
" Dok... " kata suster yang terpotong karena baso itu pun masuk kedalam mulutnya .
" Lu...mayan dapet baso gratis " kata suster yang langsung menelan baso itu bulat bulat dan masuk ke dalam perutnya.
Dokter itu terlambat memperingati suster itu .Nasi sudah menjadi bubur.Anak magang dan dokter pun merasa JI..JIK dengan suster itu karena tingkah lakunya yang aneh. Suster pun melanjutkan ucapannya yang terpotong tadi.
" Begini, Dok. Ada pasien " kata suster yang menghela nafas karen nafas nya belum stabil.
" Tolong bawa mereka ke ruangan saya dan jangan lari, ya " kata dokter dengan muka auto ramah tamah dan sok peduli supaya image nya enggak hancur. Saat aku mendengar ucapan dokter itu membuat hati luluh seketika.
Aku pun terkejut.Karena ucapan dokter itu,membuatku bangun dari khayalanku yang indah berdua bersama dokter sambil menikmat pemandangan pantai.
Tak berselang waktu ang lama aku pun sampai di depan meja resepsionis.
" Tolong ikuti saya, Pak. " kata suster dengan halus terhadap bapak itu.Bapak itu pun mengikuti suster dan masih mengendong anaknya.
--------★✩★—★✩★---------
Setelah sampai papa pun meletakan allesia ke tempat tidur untuk diperiksa oleh dokter.
" Bagaimana keadaan anak saya,Dok " kata papa sambil memegang tanganku.
" Dia baik baik saja.Dia hanya syok dan mengalami maag ringan.Apabila dia sudah sadar bisa segera di bawa pulang ke rumah dan ini RESEP OBATNYA.Jangan lupa diminum secara teratur. " kata dokter dengam muka auto ramah tamahnya.aku pun sadar.
Mamapun dateng untuk menjengukku setelah selesai mengurus pemakaman kakek dan nenek.
__ADS_1
" Ma ..aku ada dimana ? Dan kenapa aku bisa ada di sini ? " kata gue yang bingung sambil menoleh ke kiri dan ke kanan di tempat yang aku tiduri.
" Di Rs kamu tadi pingsan jadipama bawa kamu kesini karena khawatir akan keadaanmu, Sia " kata mama sambil mengelus kepalaku.
Karena pama tau kalo gue enggak suka di Rs.
" Kapan anak saya boleh pulang, Dok ? " Kata papa yang antusias karena ingin membawaku pulang ke rumah.
" Sekarang juga boleh tapi setelah mengurus administrasinya terlebih dahulu. " kata dokter.
Kemudian papa pergi untuk mengurus administrasi.Tak berselang waktu yang lama papa pun kembali dari resepsionis.
----------™♡™—™♡™---------
Di perjalanan pulang, ketika di mobil suasana terasa sangat canggung dan hening diantara kami bertiga. Aku tau kalo pama mau bicara sesuatu padaku tapi bibir mereka keluh sehingga tidak bisa bicara. Aku pun mulai berbicara untuk menghilangkan keheningan diantara kami bertiga.
" Pa...Ma...kalo mau bicara , bicara aja. Aku enggak apa apa, kok " kata gue yang merajuk pama sambil memegang bahu pama yang gue gerakkan ke depan dan ke belakang.
" YA..NG BE..NER.... " papa dan mama pun menjawabnya dengan kompak .
" Iya. Ja.di, bagaimana bisa kakek dan nenek kecelakaan " kata gue yang hampir meluapkan amarahku ke pama namun bisa ku kendalikan.
" Mobil yang berlawanan arah menabrak mobil yang ditumpangi oleh kakek dan nenek.Mobil itu melaju dengan kecepatan yang tinggi dan orang yang mengendarai mobil itu adalah seorang pemabuk berat. " kata papa dengan nada yang pelan dan halus agar gue tidak syok lagi.
Kemudian .....
Mama mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.
Apakah itu ?
TUNGGU DI EPS SELANJUTNYA
__ADS_1