Allesia dan Elf

Allesia dan Elf
Episode 26


__ADS_3

Afran berjalan ke arah kuda sembari membawa perempuan tersebut.Para pasukan yang dipimpin oleh Afran pun merasakan ada yang aneh dengan tingkah laku pangerannya.Karena tidak biasanya dia mudah akrab dengan orang lain,terutama perempuan. Apabila ada perempuan yang menyentuh saja langsung dia tepis.


Apakah dia mau mencabik cabik badanku yang bagus ini ya?Atau aku akan dikurung di penjara seumur hidup? batin Allesia yang memikirkan apa yang akan dilakukan Afran terhadap dirinya.


"Tidak... tidak...." gumam allesia sambil menggelengkan kepalanya.


" Dasar cewe aneh " pikir afran.


Kami pun sampai di kuda milik Afran. Afran meletakkan allesia seperti karung beras dengan badan tengkurap dan kepala menghadap ke tanah. Dia pun naik sambil mengapitku dengan kudanya agar tidak jatuh. Dia menunggangi kudanya dengan cepat.


" Bagaimana rasanya terombang ambing dengan kudaku?" ucap Afran sambil tersenyum jahat.setelah beberapa menit dengan posisi yang tidak mengenakkan.


" Tolong, biarkan aku duduk karena aku akan muntah " ucap Allesia dengan raut wajah yang pucat.


Afran pun turun dari kuda lalu membantu allesia. Setelah selesai menurunkan allesia, aku pun muntah karena sudah tidak tahan untuk mengeluarkan isi yang ada di dalam perutnya.


Siapa sangka muntahan tadi mengenai pakaian Afran?


" Dasar cewe engga diuntung. Udah ditolongin malah memuntahkan isi perutmu ke aku? " ucap Afran yang kesal sambil memegang sisi bajunya agar tidak kena ke badannya.

__ADS_1


" Maafkan aku, pangeran Afran. Aku tidak sengaja habisnya kamu tadi menunggangi kudanya cepat sih " ucap Allesia sembari mengelap mulutnya.


"Jadi, kamu nyalahin ke aku nih. Harusnya aku biarkan saja kamu disiksa sama pengawal tadi itu" ucap Afran.


Tiba-tiba....


Dia membuka bajunya hingga terlihat roti sobek yang kekar dan six pack karena badannya lengket akibat dari muntahan Allesia. Aku memalingkan wajahku darinya dan meminta maaf karena dengan tidak sengaja menatap badan yang kekar tersebut. Afran tersenyum melihat tingkah lucunya, allesia. Allesia yang tersipu malu sambil menutup kedua pipinya yang tiba tiba memerah.


" Ada apa denganku ini?"pikirku yang masih menutup wajahku dengan kedua tanganku dan berbalik badan dari arah Afran.


" Atau aku jatuh cinta sama dia, ya? Jangan sampai aku jatuh cinta sama cowo rese ini" batin allesia sembari menggeleng - gelengkankan kepalanya.


" Ternyata perempuan ini polos banget. Akan kukerjain dia biar tau rasa" batin Afran yang tersenyum jahat.


" Karena kamu sudah melihatnya kamu harus tanggungjawab padaku" ucap Afran masih berdiam diri.


" Otakmu dimana ?Hah, masa tidak sengaja melihat saja harus tanggung jawab" ucap Allesia yang berbicara membelakangi afran.


" Kamu perempuan kan? Kalo iya, ngomongnya yang sopan dong. Massa bicara tidak menghadap ke lawan bicaranya?" ucap Afran yang menghina allesia.

__ADS_1


Allesia dapat mengendalikan amarahnya terhadap Afran. Meskipun, kesabaran Allesia ada batasnya. Allesia mencoba agar tidak marah.


" Aku perempuan tau?" ucap Allesia yang mendongak kepalanya ke arah Afran.


" Mana mungkin kamu perempuan, siapa tau bukan? Bicara sama aku saja masih dengan mata terpejam " ucap Afran.


" Apakah dia tidak punya otak,ya? Dasar laki laki tidak punya rasa malu" batin Allesia yang berkata dengan kesal.


Allesia berjalan meraba raba mencari Afran dengan mata terpejam. Aku tak sengaja tersandung batu. Untung, Afran memegang badanku. Jika tidak ada dia, mungkin aku sudah jatuh ke tanah. Siapa sangka cowo yang ngeselin itu ternyata juga punya hati. Aku kira tidak ada.


Aku membuka mataku. Kami pun saling bertatapan mata satu sama lain.


"Aku tidak tahu ini kenapa hari ini aku sesial ini semenjak bertemu dia,ya ?" gumam allesia dan aku pun tersadar dari lamunanku. Seketika aku membalikkan badanku karena dia telanjang badan.


" Terimakasih sudah menolongku" ucap Allesia.


" Jangan kamu kira.Itu gratis nanti kamu harus membayarnya" ucap Afran yang mulai perhitungan dengan cewe itu.


" Akan kubayar perbuatan mu itu. Tidak kusangka ternyata pangeran Afran kekurangan uang sampai sampai memeras perempuan yang tidak punya uang sepertiku" ucap Allesia yang menyindir afran.

__ADS_1


__ADS_2