
EPS 28
Allesia yang mendengar suara tersebut merasa bulu kuduknya berdiri. Allesia mengira bahwa itu hantu. Ia pun mencoba lari dari sini namun tidak bisa seperti ada yang menahannya.
" Siapa pun hantu yang ada disini? Maafkan aku karena sudah mengganggu kamu. Jadi, biarkan aku pergi dari sini" ucap Allesia yang ketakutan dengan nada lirih dan kedua tangannya memohon ke hantu yang ada di hutan sini.
" Aku akan lepaskan kamu asalkan kamu mau berbalik badan ke belakang " ucap hantu dengan nada menyeramkan.
" Jika aku berbalik badan dan melihat wajahnya nanti malam aku engga bisa tidur karena saking takutnya. Ini pertama kalinya aku melihat hantu " batin Allesia dengan badan gemetaran dari ujung kaki sampai ujung rambut dan panas dingin.
" Cepetan sebelum aku.... " ucap hantu tersebut.
Seketika Allesia membalikkan badan sembari menutup matanya dengan raut wajah ketakutan.
" AKU SUDAH BERBALIK " ucap Allesia yang lantang. Suaranya mengakibatkan telinga si hantu berdengung seperti lalat yang terbang.
" Karena kamu sudah membuat telingaku sakit akan aku makan kamu sekarang " ucap si Hantu sembari menahan sakit.
Suasana dalam hutan tersebut terasa mencekam. Suara burung burung yang bersahutan satu sama lain membuatku semakin takut.
" Hahaaaa.... " ucap hantu tersebut yang keras.
Allesia pun memberanikan diri untuk membuka matanya. dia terkejut ketika melihat wajah hantu itu.Dia tidak menyangka bahwa orang yang menakutinya tadi adalah dia.
" Kamu... " ucap Allesia sembari menunjuk ke wajah Afran.
" Kamu tadi lucu banget tahu engga?" ucap Afran yang masih tertawa.
" Engga lucu tahu " ucap Allesia.
" Aku tadi mati bagiamana kamu mau tanggung jawab " ucap Allesia yang memarahi Afran habis habisan.
" Toh, kamu engga mati " ucap Afran yang santai sambil menjentikkan jarinya tanpa sepengetahuan Allesia.
__ADS_1
" Mari kita pulang " ucap Afran yang menggandeng tangan Allesia.
" Ta-tapi kan aku belum cuci bajumu " ucap Allesia dengan salah satu tangan yang lain memegang baju Afran.
" Kan sudah kamu cuci kenapa harus kamu cuci lagi ?" ucap Afran yang berjalan dengan tangan tetap menggandeng Allesia.
" Kamu ini ngelantur ya mana mungkin sudah aku cuci " ucap Allesia yang menyangkal perkataan Afran.
Tiba tiba Afran berhenti dan berbalik badan ke Allesia. Allesia merasa malu karena sudah melihat postur badannya tersebut lalu ia pun menunduk dan melihat ke arah baju Afran.
" Kemana baju Afran ?Kalau jatuh juga engga mungkin tadi kan masih pegang bajunya " ucap Allesia yang bingung. Allesia melihat ke sekeliling nya namun tidak dia temukan.
" Kok engga terdengar langkah kaki cewe itu ya?" ucap Afran yang seketika sudah mengenakan pakaian nya.
" Kamu kehilangan sesuatu ya?" ucap Afran yang berpura pura tidak tahu.
" A-aku kehilangan sesuatu. MANA MUNGKIN!!" ucap Allesia yang gusar dan gelisah kemudian lirih dan menyembunyikan tangannya.
" Kalau enggak kehilangan sesuatu,kenapa wajahmu gelisah begitu dan tanganmu kamu sembunyikan begitu " ucap Afran yang seperti lagi menginterogasi orang.
" Kalau enggak adayang hilang. Ayo, kita balik " ucap Afran yang acuh dengan masih mencari baju Afran.
" Bagiamana bisa pakaian Jacob sudah bersih ?Aku tadi kan engga cuci bajunya. Apa aku salah lihat ya? " ucap Allesia yang terkejut lalu mengucek matanya.
" Kamu mau di sini terus?" ucap Afran yang seketika sudah mengenakan pakaian nya.
"Kamu pasti bingung ya? Karena aku sudah memakai pakaian.Engga usah bingung sebenarnya aku pakai..... " ucap Afran yang tersenyum bahagia dan meletakkan tangannya di bahu Allesia.
" Sihir kan? Jadi, kamu ngerjain aku nih? Kamu sungguh ter...la....lu.... " ucap Allesia yang kecewa karena sudah dipermainkan seenakanya sendiri.
" Bukan sihir tapi mantra tahu? Kalau marah sih boleh, tapi ngomong yang bener dong " ucap afran yang memberitahu ke allesia.
" Terserah aku mau ngomong apa ? Mau air tersedak ikan kek itu juga bukan urusan elo " ucap allesia yang kesal.
__ADS_1
" Iya,iya. Terserah elo tapi buruan dong jalannya " ucap afran yang lagi malas menghadapi tingkah laku allesia.
------♠♪♠~~~♣♪♣--------
Sekelompok prajurit menyusuri rumah elf,taman, area jalan hingga base camp tempat mereka istirahat namun tidak ada satu pun petunjuk tentang keberadaan tahanan yang kabur. Komandan PSBJ merasa ada tempat yang belum mereka datangi dan berusaha untuk mengingatnya kembali. Para penjaga merasa gelisah karena tidak bisa menemukan keberadaan mereka.
" Kalian, jangan memikirkan sesuatu yang belum terjadi. Terpenting sekarang kita berusaha semaksimal mungkin dan siapa tahu nanti ada petunjuk ?" ucap ocol yang menyemangati para PSBJ untuk tidak menyerah terlebih dahulu sebelum berperang.
" Oh,iya. Kita belum mencari di tempat makan. Coba kalian cari semua tempat makan dan yang lain ikut cari di tempat makan itu " ucap komandan PSBJ sembari mengayunkan tangannya ke depan untuk menyuruh mereka masuk ke dalam tempat makan itu.
" Baik, komandan " ucap ocol yang memimpin pasukan sebagian dengan nada tegas sembari hormat ke komandan.
" Yang mau ikut aku? Ayo!! " ucap ocol yang menyuruh pasukan untuk mengikutinya.
Siapa sangka tempat yang mau dicari komandan adalah tempat makan dimana Zendra berada dan temannya yang lain. Mereka pun masuk dan menanyakan beberapa pertanyaan ke pelayan mengenai tahanan yang kabur dari penjara dan juga ke pengunjung di sana.
" Ada apa ini sampai para pasukan ke sini? Apakah ada masalah besar terjadi di kerajaan ini sehingga para pasukan mencari ke sini? " ucap para pengunjung yang cemas karena kedatangan para pasukan PSBJ sangat jarang terjadi terutama di tempat makan seperti ini.
" Kalian tenang saja. Kami di sini hanya mau menanyakan sesuatu saja. Bagi kalian yang melihat lythari segera beritahu kami " ucap komandan PSBJ yang memberikan gambar ke pelayan. Kemudian, pelayan tersebut menempelkan gambar tersebut ke dinding depan.
" Memangnya kamu ada hubungan apa dengan lythari tersebut sampai kami harus memberitahu kalian?" ucap Nadia yang langsung berbicara ke komandan tersebut.
" Apa dia sudah bosan hidup berani beraninya dia berkata seperti itu?" ucap elf yang berbadan kekar dan besar dengan lirih.
" Kamu pendatang baru ya? Kali ini aku maklumi tindakanmu tapi tidak lainkali " ucap komandan PSBJ yang memaafkan atas kelancangan Nadia.
" Terimakasih atas kerendahan hati,tuan. Sehingga mau memaafkan kelancangan dia " ucap Lydia yang tersenyum bahagia karena temannya terbebaskan dari hukuman.
"Semoga tuan menemukan lytharinya. Segera!! " ucap Lydia yang berharap agar mereka dapat menemukan informasi terkait lythari tersebut.
Para pasukan pun pergi meninggalkan tempat makan tersebut setelah pemberitahuan tersebut. Sekelompok orang yang dibelakang Nadia bergosip mengenai lythari tersebut. Kabarnya, dia ditangkap di jalanan karena dia hampir menyerang penjaga gerbang. Untung saja penjaga dengan sigap dapat mengendalikan perlawanannya tersebut.
" Apa yang mereka katakan Julius ya? Dari cerita itu terlihat mirip dengan kejadian waktu Julius menyerang penjaga " batin Nadia yang mulai gelisah.
__ADS_1
" Mari, kita lihat ke sana" ucap zendra yang mengajak teman-temannya ke depan untuk mastikan apakah itu benar benar Julius temannya.
" Siapa tahu itu calon pacarmu ?" ucap Lydia ke telinga Nadia dengan lirih dan pelan. Seketika Nadia tersipu malu setelah mendengar candaan Lydia.