
Pangeran Afran dan pasukan yang ia pimpin pun sudah sampai di luar kerajaan. Tanpa aba aba para pasukan langsung berpencar untuk mencari tahanan yang kabur. Pangeran Afran sekilas orang berjalan di depan sana.
" Kamu yang di depan!! Berhenti !!" ucap Kicr yang keras dan lantang.
Allesia menengok ke belakang. Allesia tidak menggubris perkataan salah satu pasukan itu. Semakin aku ingin melarikan diri semakin mereka ingin menangkap ku.
" Sepertinya kita sudah ketahuan, lebih baik kamu pergi ke pemukiman elf hutan " ucap Clara yang menyuruh orang laki laki yang sakit itu pergi dari tempat ini.
" Kamu bagaimana?" ucap orang laki laki itu sembari memandang wajahku.
" Kamu tidak usah khawatir. Aku biar hadang mereka sehingga yang lain bisa melarikan diri ke tempat yang lebih aman. Mereka tidak akan mendapatkan informasi apapun dariku. Meskipun mereka memaksaku " ucap Allesia tanpa ada keraguan dalam dirinya.
" Tapi, aku tidak bisa meninggalkanmu di sini. Aku juga harus ikut membantumu menghadang mereka " Ucap orang laki laki tersebut yang memaksa untuk ikut membantu.
" Aku bilang tidak usah " ucap Allesia. Allesia mendorong laki laki itu ke semak belukar yang lebat.
" Sekarang kamu tidak bisa kabur. "ucap Kicr yang lantang. Sontak semua pasukan menengok ke arahnya.
"Ka-Kamu, jangan mencoba kabur. Balikkan badan dan angkat tanganmu. " ucap Kicr yang untuk mematuhi perintahnya tersebut. Namun, Allesia tidak mau mendengarkan perkataan pengawal tersebut.
"Baik, kalo itu keinginanmu Aku akan memanahmu " ucap Kicr yang berjalan mendekat ke arah Allesia dan bersiap siap mengarahkan panahnya ke dia.
__ADS_1
Seorang laki laki tadi mencoba menolong Allesia. Namun, dia tidak bisa karena terperangkap dengan semak semak. Allesia berbalik badan dan mengangkat tangannya.
" Sebenarnya tuan memanggil saya ada apa?" ucap Allesia dengan kepala tertunduk ke bawah.
" Jangan pura pura bodoh dan tidak tahu apa - apa. Aku tidak akan terhasut oleh omongan busuk itu ?" ucap Kicr yang agak kesal dengan perempuan tersebut.
Allesia pun hanya berdiam diri di tempat. Kicr menyuruh Allesia berjalan sedangkan Kicr di belakangnya untuk berjaga jaga agar dia tidak kabur dengan menodong pedang di punggungnya.
" Tu-tuan, aku sudah menemukan pelakunya " ucap Kicr dengan lantang.
Semua yang mendengar hal tersebut sontak menghampiri Kicr.
" Beneran dia pelakunya? Tidak aku sangka cantik cantik tapi sudah jadi buronan " ucap salah satu pasukan yang melihat Allesia dari atas sampai bawah.
" Tetapi, bener juga yang dia bilang " salah satu pasukan yang langsung percaya dengan perkataan allesia setelah ia mengamatinya dari atas sampai bawah.
" Kalian jangan terhasut dengan omongan wanita itu, terutama kamu. Kalo kalian termakan oleh omongan seperti dia. Kita juga belum tahu dia tinggal dimana?" ucap Kicr yang masih tetap akan pendiriannya.
" Jadi, harus kita apakan dia?" ucap salah satu pasukan yang mengacungkan tangan ke atas.
" Sebaiknya kita awasi dia sambil menunggu pangeran lalu kita serahkan dia ke Pangeran. Soal dia mau diapakan kita serahkan saja ke pangeran?" ucap Kicr berjalan ke arah pohon besar lalu bersandar di sana sembari menikmati pemandangan di sekitarnya.
__ADS_1
Beberapa menit telah berlalu dengan cepat
Aku melihat samar samar, seseorang berjalan ke arahku sepertinya seorang laki laki. Dia semakin dekat denganku. Tiba -tiba, kepalaku terasa pusing lalu aku tak sadarkan diri.
" Bagaimana dia ada di sini? Dan juga kenapa dia diikat " ucap Pangeran yang duduk di sebelah wanita itu.
" Ini orangnya, tuan " ucap Kicr yang sangat yakin bahwa orang yang membebaskan para tahanan adalah dia.
Afran tampak terkejut ketika pasukannya menyerahkan perempuan yang mereka bawa tersebut dengan kedua tangannya terikat. Pasukannya yang melihat respon pangeran agak aneh terhadap perempuan tersebut.
"Pasti dia engga mau nolongin aku? Dia kan udah rese, nyebelin lagi" batinku
" Tapi, kita tidak boleh semena mena dengan orang bahkan kalian juga belum kenal dia kan? Siapa tau dia pendatang baru dari daerah lain ?" ucap Afran dengan raut wajah serius.
" Kalian boleh pulang dan perempuan itu biar aku yang urus ?" ucap Afran yang menyuruh pasukannya menyerahkan perempuan tersebut ke aku.
" Nanti bagaimana kita nanti lapor ke pasukan satu?" ucap Kicr yang tidak mau pulang dengan tangan kosong.
" Kalo kita tidak cari sekarang takutnya nanti kami semua kena hukuman karena tidak becus para tahanan" ucap salah satu anggota pasukan yang protes ke pangeran.
" Soal itu, biar saya saja yang urus. Dan kalian tidak perlu khawatir untuk dihukum. Biar aku saja yang bawa dia? " ucap pangeran Afran dengan tatapan tajam.
__ADS_1
Aura membunuh pangeran Afran yang muncul serasa masuk ke dalam tubuh pasukannya dan bahkan sampai bulu kuduk mereka berdiri. Tanpa pikir panjang, mereka langsung menyerahkan perempuan itu ke pangeran.