Amazing Girl

Amazing Girl
Episode 10 Khawatir


__ADS_3

Wildan dan Lora sampai terlebih dahulu dirumah Lora. Sembari menunggu teman-temannya yang lain datang Wildan dan Lora memutuskan untuk menunggu di halaman depan rumah Lora.


"Wil, kamu tunggu disini aku akan buatkan teh hangat untuk kamu, kayaknya kamu kedinginan." Ucap Lora.


"Emmm, iya Ra."


"Yaudah tunggu sebentar." ucap Lora sembari melangkahkan kaki masuk kedalam rumah dan segera menuju ke dapur.


Tak lama kemudian Lora pun keluar menuju ke halaman rumah dengan membawa 2 cangkir teh hangat untunya dan Wildan. Meletakkan ke atas meja.


"Ini Wil, kamu minum dulu."


"Makasih ya Ra." Ucap Wildan sembari mengangkat cangkir berisikan teh hangat lalu meminumnya.


"hmmm." sahut Lora hanya bergumam, Ia pun juga segera meneguk teh hangat buatannya.


Cukup lama Wildan dan Lora menunggu kedatangan teman-temannya. Pikirnya kenapa teman-temannya belum juga sampai. padahal mengingat dia dan Wildan sempat berhenti terlebih dahulu dan itupun lumayan lama. Lora mulai cemas, dia meremas-remas tangannya sendiri. takut terjadi apa-apa dengan teman-temannya.


Wildan yang sesering mungkin memperhatikan gerak-gerik Lora pun langsung bertanya kepada Lora. "Ra kamu kenapa? kok tangan di remas-remas gitu." tanyanya sembari memperhatikan tangan Lora.


"Wil, mereka kok belum sampai ya, aku takut terjadi sesuatu sama mereka."

__ADS_1


"Bentar lagi mungkin mereka sampai Ra, udah kamu jangan berfikir macem-macem."


"Tapi Wil--," belum sempat Lora melanjutkan perkataannya, tiba-tiba mobil nadia masuk ke halaman rumah Lora. Lora pun menghela nafas dengan lega. "syukurlah."


Wildan hanya tersenyum melihat tingkah Lora, Lora sangat menggemaskan ketika menampakkan raut wajah yang khawatir q"menggemaskan sekali." gumam Wildan dalam hati.


Wildan dan Lora segera menghampiri mobil Nadia. Wildan dan Lora membatu Jho untuk membopong teman-teman Lora yang sudah tidak berdaya akibat mabuk masuk kedalam rumah Lora. beruntung Lora dan Wildan tadi tidak terlalu banyak meminum. Jadi mereka berdua masih terlihat sadar dan bisa mengendalikan diri.


"Jho, Wildan bawa mereka masuk ke kamar aku aja." perintah Lora kepada Jho dan Wildan. mereka bertiga pun segera membawa teman-teman Lora masuk ke dalam kamar Lora.


Setelah itu Jho dan Wildan berpamitan untuk pulang kepada Lora. Wildan dan Jho segera keluar dan diikuti oleh Lora.


"Jho makasih ya, maaf ngerepotin kamu." Ucap Lora kepada Jho.


Lora yang tau maksut dari perkataan Jho hanya menganggukkan kepalanya sembari tersenyum. Wildan yang menatap Jho dan Lora secara bergantian menampakkan wajah tidak sukanya, pasalnya dia cemburu dengan Jho dan Lora yang saling berbalas senyum. Wildan berfikir bahwa temannya itu mempunyai ketertarikan kepada Lora. Padahal itu tidak mungkin, mengingat Jho adalah kekasih Nadia, mereka saling mencintai. Tapi yang ada di pikiran Wildan memang seperti itu.


"Wildan, makasih juga ya udah nganterin aku." Ucap Lora sembari tersenyum kepada Wildan.


"Iya Nona sama-sama." Jawab Wildan dengan menunjukkan senyum termanisnya kepada Lora.


"Oh iya Ra, besok aku mau ajak kamu jalan. kamu ada waktu kan?" tanya Wildan tanpa basa-basi.

__ADS_1


"emmm, Lihat besok ya Wil." Ucap Lora canggung, dia masih kepikiran ucapan Wildan yang tiba-tiba menyatakan perasaan kepadanya. takut kalau nanti Wildan menanyakan jawaban atas pernyataan cintanya yang Lora masih belum bisa menjawabnya.


"Yaudah deh, tapi aku harap kamu terima ajakan aku. besok aku hubungi kamu" Menggela nafas panjang sembari menampakkan wajah berharap.


"Iya Wil."


Jho yang hanya menjadi penonton hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat wajah temannya yang sedikit lesu. Jho tau kalau temannya jatuh hati terhadap gadis bertatto itu.


.


.


.


.


.


๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


Jangan lupa Like dan Komenโคโคโค

__ADS_1


Terimakasih๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2