Amazing Girl

Amazing Girl
Episode 12 -Rencana-


__ADS_3

Seusai makan bersama Lora, Yasmine dan Nadia memutuskan untuk menonton tv bersama di ruang tamu rumah Lora.


Mereka bertiga bersenda gurau, tertawa, dan saling bercerita tentang hal-hal yang sangat mereka rindukan, mereka bertiga bercerita tentang masa kecil mereka yang sangat menyenangkan. beruntung mereka bisa menjalin persahabatan sampai detik ini.


"Yas, kamu inget nggak pas kita belajar bersepeda kamu pernah ngompol." Ucap Lora yang membuat Nadia dan Yasmine tidak bisa menahan tawanya.


"Sialan kamu Ra! kamu juga pernah terpeleset waktu naik pohon mangga pak ujang, hahaha." Ucap Yasmine tak mau kalah mengingat hal memalukan pada saat itu.


"Nah kalo Nadia pas waktu kecil sering banget bisulan di pant*t, hahahah. apa sekarang masih gitu Nad?" tanya Lora kepada Nadia sembari tertawa terbahak-bahak, Yasmine pun juga ikut tertawa mengingat-ingat aib temannya itu.


"Anjirrr! ya enggak lah, kamu nggak tau aja kalau nih pant*t aku udah mulus, udah glowing!" jawab Nadia dengan sedikit kesal tapi tetap ikut tertawa sembari menunjuk bagian pant*tnya.


"yakin tuh glowing." Ucap Yasmine menahan tawanya. Lora yang masih terbayang-bayang aib masalalu sahabatnya itu tertawa semakin keras.


"Gak percaya? mau liat?" jawab Nadia ingin sekali meyakinkan Yasmine.


"Ya kali, ogah banget!" Yasmine semakin keras tertawa membuat Nadia sedikit jengkel.


"ahhh udah-udah, sakit perut aku ketawa mulu." ucap Lora menahan tawa mendengarkan kedua sahabatnya debat masalah bisul, sembari memengang perutnya yang mulai sedikit kaku karna kebanyakan tertawa.


Tapi tetap saja Mereka bertiga tak henti-hentinya membuka aib satu sama lain sembari berlomba-lomba untuk tertawa sekeras-kerasnya.


Seketika itu Lora kembali teringat akan Wildan, kata-kata Wildan menyatakan cinta kepada Lora dan ingin sekali Lora menjadi kekasihnya, seakan terngiang-ngiang di kepala Lora.


Lora pun memutuskan untuk menceritakan hal ini kepada Nadia dan Yasmine. Lora ingin meminta pendapat kepada Nadia dan Yasmine.


"eh Yas, Nad aku mau ngomong sesuatu tentang Wildan." Ucap Lora tanpa basa basi langsung mengarah ke topik utama.


Yasmine dan Nadia menatap Lora secara bersamaan, bingung kenapa tiba-tiba Lora membicarakan tentang Wildan.

__ADS_1


"Kenapa sama Wildan Ra?" tanya Nadia penasaran.


"Nad, Kemaren malem pas waktu Wildan nganterin aku pulang. tiba-tiba dia nembak aku."


"What?" Ucap Yasmine dan Nadia secara bersamaan.


"Iyaa, dia bilang kalau dia itu jatuh cinta sama aku waktu pertama kali lihat aku." Ujar Lora, membenarkan perkataan Wildan yang memang berkata seperti itu kepadanya.


"Terus Ra?" Ucap Yasmine.


"Terus apanya?"


"Terus kamu nerima dia jadi pacar kamu?" Ucap Nadia.


"Ya enggaklah!" Jawab Lora dengan cepat. karna pada kenyataannya Lora tidak mempunyai perasaan apa-apa terhadap Wildan, tidak ada alasan untuk langsung menerima permintaan Wildan. "Maksut aku, Emm... aku belum ngasih dia jawaban."


"Gini aku jelasin! Aku emang gak punya perasaan apapun sama Wildan secara kita baru kenal. Tapi.. cara dia ngungkapin perasaannya ke aku itu tulus banget, nggak tau kenapa ada rasa kasian gitu untuk langsung nolak dia. mungkin karna memang dia baik sama aku, jadi ya aku nggak ngasih jawaban yang pasti ke dia." Lora menerangkan tentang apa yang dia rasakan saat itu.


Nadia dan Yasmine terdiam akan penjelasan Lora yang kenapa dia tidak mau menolak Wildan malah memberi ketidak pastian kepada pria itu.


"Ra..." panggil Nadia kepada Lora dengan suara pelan.


"hemmmm?"


"Wildan itu cowok yang baik, kamu percaya nggak dia itu tipe cowok yang cuek, dingin sama cewek. Setahu aku dari Jho, Wildan belum pernah ngejalin hubungan sama cewek lain. Bahkan dia kalau ngeliat cewek tuh kayak nggak tertarik sama sekali. Aku agak bingung aja tadi tiba-tiba kamu bilang kalau Wildan nyatain cinta ke kamu, mungkin dia bener-bener jatuh cinta sama kamu Ra, apa nggak sebaiknya kamu coba buat buka hati kamu untuk Wildan?" Ucap Nadia yang sedikit ragu dengan ucapan terakhirnya kepada Lora.


Nadia tahu betul bahwa Lora masih tidak ingin menjalin hubungan dengan siapapun, pasalnya Lora masih tidak bisa melupakan masa lalunya. Tapi Nadia sedikit mencoba untuk membuat Lora bisa melupakan masalalunya itu. Masalalu Lora yang membuat Lora benar-benar sakit mengingatnya. entah apa yang membuat Lora tidak bisa melupakan pria yang sudah membuat hatinya sangat hancur pada saat itu.


Lora memilih bungkam akan ucapan Nadia. pikirannya sudah kembali lagi ke masalalunya, sesak mengingat kembali. sakit hati Lora tidak tertandingi. Tapi tidak bisa dipungkiri Sampai saat ini Lora memang masih mengharapkan Pria itu kembali kepadanya. Kenangan manis bersamanya tidak bisa hilang dalam ingatan Lora. "Bara..." ucap Lora dalam hatinya. Mengingat nama itu Lora semakin tidak bisa menahan hatinya. Lora benci mengapa Pria yang sangat Ia cintai itu tega menghianatinya. hanya karna alasan kecil. Lora menahan kuat air matanya agar tidak jatuh. Lora tidak mau Nadia dan Yasmine melihatnya menangis. Bagi Lora cukup memendam semua rasa sakit itu sendiri. Biarkan menangis hanya dalam kesendirian.

__ADS_1


Nadia dan Yasmine masih memperhatikan diamnya Lora. Merasa kasihan terhadap sahabatnya tersebut. Wanita sebaik Lora kenapa harus menerima rasa sakit sedalam itu. Sakitnya penghiatan memang melebihi apapun, bahkan perpisahan sekalipun.


Pikir Nadia, mungkin Nadia harus bisa merencanakan sesuatu agar Lora tidak terus menerus tenggelam dalam rasa sakit akan masa lalu nya.


"Emmm Ra." Nadia pun angkat bicara, Ia tidak mau kalau Lora terus-menerus kepikiran tentang masalalunya tersebut. "Kamu mau dengerin saran aku nggak?"


"Saran? Apa?" tanya Lora dengan nada suara yang pelan.


"Emmm sebelumnya maaf ya Ra, Kamu lupain ya ucapan aku yang tadi." Ucap Nadia lirih merasa bersalah karna ucapannya.


"Ngapain minta maaf? kamu nggak salah kok." jawab Lora dengan melebarkan senyumnya.


"kamu punya saran apa Nad?" imbuh Lora.


"Lebih tepatnya sih saran sekaligus bantu aku." ujar Nadia menarik turunkan kedua alisnya sembari tersenyum lebar.


Lora mengernyit bingung, tidak tau apa maksut dari perkataan sahabatnya tersebut.


.


.


.


.


.


Mohon maaf jika masih banyak kata-kata yang bercampur-campur🙏

__ADS_1


__ADS_2