Amazing Girl

Amazing Girl
AG Episode 14


__ADS_3

Hari ini Lora mulai beraktifitas dan mulai untuk membangun pekerjaan baru di kota Jakarta. Darah seni mengalir dalam tubuh gadis bertatto itu, tentu saja menurun dari sang Ayah Albert Marius Zelino hanya saja Lora dan Albert mempunyai bakat yang berbeda. Sang Ayah adalah Painter terkenal di Pulau Dewata Bali, bahkan karya-karya nya sudah menerobos di beberapa negara.


Albert sendiri sukses dengan usaha yang sedang digelutinya saat ini. Di Pulau Dewata Albert memiliki beberapa bidang usaha yang cukup melesat dengan baik. 1 Painting Gallery, 4 Studio Tatto, dan 2 Restaurant yang sangat terkenal di Pulau Dewata. Semua berkembang dengan pesat oleh orang-orang kepercayaannya.


Berbeda dengan Lora, gadis itu lebih memilih menjadi Boxing Trainer dan Dance Choreography. Cukup berbakat bahkan Ia juga pandai dalam bidang tarik suara, Ia sudah banyak meraih juara dalam ketiga bidang tersebut.


Saat di Bali Lora saat itu memang bekerja sebagai manager di salah satu Restaurant Albert, tapi disisi lain Ia juga menyambi bekerja sebagai Boxing Trainer dan Dance Choreography. Ia melakukannya dengan senang hati, baginya mengasah bakat sekaligus hobby itu penting. sekaligus menambah penghasilan, dengan begitu Ia tidak perlu lagi menyusahkan orangtuanya, tidak perlu bergantung pada harta orang tua nya. Penghasilanya saat ini sudah lebih dari cukup untuk bisa memenuhi kebutuhannya serta untuk Mama dan adiknya


Served as an athlete and boxing coach very influential in his life.


*****


Lora beruntung karna banyak sekali yang berminat mendaftarkan diri untuk mengasah kemampuan dalam bidang Boxing. Pria, Wanita, Anak-anak, juga para Atlet sangat berminat.


Lora yang ditemani oleh 5 Coach yang dikirim langsung dari Bali, Bali adalah cabang pertama tempat Boxing tersebut. Karna permintaan langsung dari sang Senior maka Jakarta adalah cabang ke 2. Senior tau pelatih terbaiknya akan menetap di Jakarta, maka dari itu Senior meminta Lora untuk memberkembangkan seni yang sedang digelutinya tersebut.


Raymond Alexander Coach terbaik kedua setelah Lora. Pria 23 tahun blesteran Prancis bermanik coklat terang. Ibunya asli dari Bali dan Ayahnya berasal dari negara Prancis. Raymond menetap di Bali karna keinginan dari sang Ibu. Raymond ditugaskan Senior untuk menemani Lora di Jakarta dan menetap untuk waktu yang cukup lama. Membantu Lora mengembangkan Boxing di Jakarta.


Mira, Dastan, Edgar, Romi mereka berempat juga ditugaskan untuk membantu Lora dan Raymond sebagai Pelatih. Tetapi keempatnya hanya ditugaskan 1tahun saja, setelahnya akan ada pengganti mereka yang berasal dari Cabang pertama di Bali.

__ADS_1


untuk hari ini cukup hanya membuka pendaftaran belum memulai pelatihan. jadi setelah semua dirasa cukup. mereka ber-enam memutuskan untuk bersantai di kedai kopi yang tidak jauh dari tempat Boxing mereka sembari berbincang-bincang.


"Terimakasih banyak ya kalian sudah membantuku." Ucap Lora kepada kelima teman-temannya itu.


"Sudah tugas Ra! dengan senang hati kita menerimanya." Jawab Raymond tersenyum tulus, yang diangguki oleh yang lainnya.


"Aku harap kalian betah tinggal di kota ini." Ucap Lora, dengan raut wajah yang sedikit sungkan. mengingat kota Jakarta yang panas dan juga seringnya macet dimana mana.


"Semoga saja." jawab Mira dengan senyuman.


"Apa benar Senior membelikan kalian rumah disini untuk kalian tinggali?" tanya Lora.


"Senior memang terbaik untuk para pelatihnya." Ucap Edgar menimpali.


"aku kira Senior akan menyuruh kita untuk menyewa rumah dan kita sendiri yang membayarnya--"


"Dan ternyata dugaan kamu salah Mira! Senior tetap terbaik." Jawab Raymond memotong pembicaraan Mira.


"Ah ya, kau benar Ray!"

__ADS_1


"Oh ya, kalau ada waktu aku akan mampir ke tempat kalian." Ucap Lora


"Pintu rumah selalu terbuka untukmu." Jawab Raymond dengan senyuman manis.


"Kalian pun terbaik!" Sembari menatap ke arah kelima teman-temannya secara bergantian. sekali lagi Lora mengucap syukur karna selalu di kelilingi oleh orang-orang baik.


Setelahnya mereka kembali ke tempat tinggal masing-masing. mereka harus beristirahat untuk besok hari yang panjang, awal melatih orang-orang baru mengasah bakat sekaligus hobby. melatih orang-orang baru bukanlah hal yang mudah, maka dari itu ke enam Coach itu harus beristirahat dengan tenang untuk menghadapi hari esok yang mungkin sedikit lebih lelah.


.


.


.


.


.


🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2