Amazing Girl

Amazing Girl
AG Episode 32


__ADS_3

Lora memutuskan untuk memaafkan Wildan. ia hanya tidak mau jika nantinya Wildan akan terus saja membuat ulah jika bertemu dengan Raymond.


Wildan mengelus pelan pipi kekasih nya, ia menatap luka yang ada di bagian pelipis mata Lora. luka itu semakin membiru dan sudut mata Lora sedikit membengkak.


"Maaf sayang, aku bodoh tidak bisa berhati-hati." Ucap Wildan raut wajahnya menampakkan rasa bersalah.


"Tidak papa, bahkan aku pernah terkena pukulan lebih dari ini." Lora menepiskan senyumnya.


"Tapi tetap saja aku merasa bersalah, aku benar-benar ceroboh!"


"Sudahlah ini hanya luka kecil. lihat lah lukamu yang lebih parah." Lora mencoba menyentuh pelan wajah Wildan yang terdapat lumayan banyak luka disana. "Sakit?"


"Sedikit." Wildan menepiskan senyumnya, ia mengecup pelan pelipis Lora tepat pada lukanya.


"Benarkah Raymond sudah mengobati lukamu?" Wildan menggenggam tangan Lora yang sedari tadi memegang pipi Wildan.


Lora sejenak menatap manik Wildan, ia bungkam akan pertanyaan kekasihnya itu. pasalnya itu tidak benar, ia tadi hanya mengarang cerita saja agar Wildan merasa kesal kepadanya.


Lora pun menundukkan pandangannya.


Wildan menarik tangan Lora membawanya mendekati ranjang, ia menyuruh kekasihnya itu untuk duduk diatas ranjang tersebut, Lora hanya menurutinya saja.


"Duduklah biar aku obati."


"Tidak usah..." Lora sedikit ragu menolaknya.


"Tunggu disini aku akan mengambil kain dan es batu." Wildan tidak menghiraukan penolakan Lora. ia bergegas melangkahkan kakinya untuk mencari benda-benda tersebut. Tak lama kemudian ia kembali dengan membawa wadah berisikan es batu dan juga kain untuk mengompres luka Lora.

__ADS_1


Wildan mulai mengompres luka Lora dengan begitu pelan. Lora sedikit meringis merasakan ngilu pada pelipisnya. tapi ia berusaha untuk tidak mengeluh. sebelumnya ia juga sudah pernah mengalami hal seperti ini bahkan lebih parah.


Wildan menghentikan aktivitasnya saat dirasa sudah selesai. Lora mengambil alih es batu yang terbalut kain itu dari tangan Wildan.


"Sekarang biar aku yang mengobati lukamu." Ucap Lora ia mulai mendekatkan benda itu tepat dibeberapa bagian wajah Wildan yang terdapat luka.


Wildan hanya diam menuruti apa yang ingin Lora lakukan.


Wildan berkali kali mendesis kesakitan saat benda tersebut bersentuhan dengan lukanya.


"Tahan sebentar." Ucap Lora ia tersenyum melihat Wildan yang terus menerus mendesis kesakitan karna lukanya.


*****


Nadia melihat Manik Jho dengan tatapan tajam, bak singa kelaparan yang siap menerkam mangsanya hidup-hidup. Ia duduk di atas sofa lain sedikit berjauhan dengan kekasihnya itu. Nadia menyilangkan kakinya, kedua tangannya bersedakep tepat berada diatas perutnya.


"Kamu masih tidak mau menceritakan apa yang telah terjadi dengan Lora dan Wildan kepadaku?" Raut wajah Nadia menampakkan ekspresi yang sulit ditebak.


"menceritakan tentang apa?" Yasmine menyahuti ucapan Nadia dengan wajah polosnya. ia tidak mengerti akan ucapan Nadia, Yasmine tidak menyadari tatapan Nadia yang begitu tajam ke arah Jho.


Nadia memelototkan kedua bola matanya kepada Yasmine. "Aku tidak berbicara denganmu!"


"Oh... maaf aku kira kamu berbicara denganku Nad." Jawab Yasmine dengan polosnya.


"Cep-- ," belum sempat Nadia meneruskan ucapannya, Yasmine memotong pembicaraan Nadia.


"Memangnya apa yang sudah terjadi dengan Lora dan Wildan Nad?."

__ADS_1


"Astaga!" Nadia berdecak kesal. "kamu diamlah sebentar aku ingin berbicara dengan Jho!" bentak Nadia nada suaranya terdengar sedikit keras.


Yasmine mengerucutkan bibirnya, maniknya melirik ke arah Nadia. "Menyebalkan!" ia pun akhirnya diam.


Jho yang melihat nya hanya terkekeh. yang mana membuat Nadia mengahapkan pandangannya mengarah padanya. Ia pun menundukkan pandangannya.


"Jho, cepat ceritakan!" perintah Nadia menahan rasa kesalnya.


"Tidak ada yang harus diceritakan sayang."


"Kamu tidak mau kan jika aku akan mendiamkanmu selama seminggu?" Nadia menautkan kedua alisnya. nada bicaranya lembut namun mengancam.


Jho berdecak. "selalu saja mengancam!" ia menggerutu dalam hati.


"Baiklah aku akan menceritakan semuanya." Ucap Jho. Ia tidak bisa jika harus menolak permintaan kekasihnya itu. Jho tidak sanggup jika Nadia akan mendiamkannya selama seminggu.


"Yasudah ceritakan!"


.


.


.


.


.

__ADS_1


🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻


__ADS_2