Amazing Girl

Amazing Girl
AG Episode 26


__ADS_3

Setelah Lora dan para Coach lainnya selesai melatih boxing, mereka semua segera bersiap untuk pulang.


Lora yang kala itu sedang duduk dikursi panjang pojok ruangan sedang memainkan ponsel miliknya, Ia telah selesai berkemas.


"Ra.." panggil Raymond sembari mendudukan tubuhnya tepat disamping Lora.


"Hemm?" tanpa menoleh Lora sudah hafal dengan suara Raymond, Lora masih terfokus pada ponselnya, Ia sedang bermain game yang tertera dilayar ponsel miliknya.


"ehm gimana?"


"apanya Ray?"


"kamu lupa ya?" tanya Raymond, seketika Lora menghentikan aktivitasnya bermain game.


Lora menoleh ke arah Raymond yang saat ini sedang memperhatikannya. Lora akhirnya mengingat kalau Raymond meminta kepadanya untuk di temani jalan-jalan seusai melatih boxing. "Oh, iya maaf maaf aku lupa." Lora menyunggingkan senyum kepada Raymond.


Raymond membalas senyuman Lora dengan begitu manis. "iya, nggak papa kok. Ehm kamu tau nggak di mana tempat nongkrong yang nyaman di sini?" tanya Raymond.


"Tau lah Ray, ada salah satu tempat favorit aku. ehm tempatnya juga gak jauh kok dari sini." jawab Lora dengan antusias.


"Kalau gitu kita berangkat sekarang!" ucap Raymond beranjak dari tempat duduknya.


"Ray.."


"Iya?"


"Gimana kalau kita ajak yang lainnya juga, kalau rame-rame kan makin seru." Ujar Lora yang seketika itu wajah Raymond langsung berubah datar.


"ehm, I-iya terserah kamu aja." Raymond sedikit kecewa dengan ucapan Lora, pasalnya Raymond sebenarnya hanya ingin pergi berdua saja dengan Lora. Tapi merasa tidak enak akan hal itu Raymond pun dengan terpaksa menyetujuinya.


Lora dan Raymond berjalan menuju ke arah di mana teman-temannya yang lainnya sedang berkumpul. "Guys.." panggil Lora kepada teman-temannya yang lainnya.


"ada apa Ra?" jawab Mira.


"Aku sama Raymond mau nongkrong ke caffe, apa kalian mau ikut?" Lora tersenyum sembari melihat ke arah Raymond.


Raymond hanya diam saja, Ia sama sekali tidak bergeming. maniknya hanya melihat ke arah teman-temannya saja.

__ADS_1


Edgar yang tahu arti dari tatapan Raymond, Ia sangat tau kalau temannya itu sangat menyukai Lora, bahkan yang lainnya pun juga tau hal itu. hanya Lora yang tidak tahu, karna memang Raymond yang meminta kepada teman-temannya sendiri untuk tidak memberitahukan hal itu kepada Lora.


"***-- , Aww sakit!" Ucapan Mira terhenti, ketika Edgar dengan keras menginjak kakinya. Mira dan Edgar saling bertatap mata. Mira megumpat kesal dalam hati.


"Kayaknya nggak bisa deh Ra, kita masih ada urusan yang harus kita selesaikan." Ucap Edgar sembari melebarkan senyumnya ke arah Lora dan Raymond.


Raymond pun seketika itu tersenyum mendengar ucapan dari Edgar.


"Oh begitu ya, sayang sekali Ray mereka nggak bisa ikut." Ucap Lora dengan suara yang pelan. Pikir Lora kalau seandainnya nongkrong ramai-ramai akan seru, tapi bagaimana lagi teman-teman yang lainnya sedang ada urusan. Lora tidak mau memaksakan teman-temannya untuk ikut nongkrong bersama, memakluminya.


"Iya Ra, maaf ya. mungkin lain kali kita bisa nongkrong bersama." Ucap Romi.


"Iya nggak papa kok, tapi lain kali kalian harus ikut! aku tidak mau kalian menolak lagi." Ujar Lora dengan suara yang sedikit keras.


"Iya iya pasti lain kali kita ikut kok." Jawab Edgar.


"yaudah kalau begitu kita pergi dulu." Pamit Lora kepada teman-temannya.


"Kalian hati-hati." Ucap Romi yang diangguki Oleh Lora dan Raymond.


"aku tau apa yang ada dipikiranmu saat ini." Edgar terkekeh melihat Raymond.


"Baiklah aku pergi dulu." Raymond melangkahkan kaki nya menyusul Lora keluar dari ruangan.


"Gunakan waktumu sebaik mungkin Ray!" Teriak Romi, yang mana membuat Raymond mengacungkan ibu jarinya ke arah teman-temannya.


Mira memukul jidat Edgar sedikit keras. membuat Edgar menatap tajam Mira, sembari mengelus dahinya. "Kenapa kamu memukulku?!"


"Kamu pikir apa?! kakiku sakit Kamu injak tadi." Mira memelototkan bola matanya kepada Edgar.


"Siapa suruh kamu bodoh!"


"apa kamu bilang?"


"BODOH!" Edgar mengulangi perkataannya dengan menekankan.


"kamu ingin mengajakku ribut?!" Ucap Mira mengeraskan suaranya.

__ADS_1


"Kamu ingin ribut dengan Ku?! siapa takut! lagian kamu masih nggak paham aja! dasar bodoh!" Edgar terkekeh melihat Mira semakin emosi terhadapnya.


"kamu itu memang menyebalkan! ingin sekali aku mencakar-cakar mulut mu itu!" Ucap Mira semakin emosi pada laki-laki yang ada dihadapannya itu.


"Cakar ini, cakar!" Edgar memajukan bibirnya ke arah Mira. Mira semakin kesal dengan Edgar, laki-laki itu selalu saja mengajak nya ribut.


"kamu pikir aku main-main hah?!" Mira menarik kera baju Edgar dengan sangat keras.


Dastan dan Romi segera melerai mereka. Dastan memegangi tubuh Mira, dan Romi memegangi tubuh Edgar dengan kuat


"Lepaskan aku Dastan! aku ingin sekali mencakar mulut lemesnya itu!" Mira meronta-ronta meminta Dastan untuk melepaskannya, namun Dastan semakin kuat memeluk tubuh Mira.


"Dasar wanita barbar, pantas saja tidak ada satu laki-laki pun yang mau mendekati mu, lihatlah kelakuan mu saja seperti macan liar." Edgar berucap dengan santainya, Ia menarik salah satu sudut bibirnya. "Lepaskan aku Romi!"


"kau itu dasar sialan! lepaskan aku Dastan!"


"akan aku lepaskan jika kamu tenang! sudahlah jangan menghiraukan Edgar, dia dari dulu memang seperti itu!" Dastan pun melepaskan Mira, Mira sudah bisa sedikit tenang, ucapan Dastan memang benar Edgar dari dulu memang seperti itu. tidak ada gunanya menghiraukan ucapan Edgar pikirnya.


"Sudahlah! kalian sungguh membuatku pusing! apa kalian berdua tidak bisa kalau tidak ribut?! hati-hati bisa bisa kebencian kalian berubah menjadi cinta baru tau rasa!" Ucap Dastan sembari maniknya dengan bergantian menatap ke arah Mira dan Edgar.


mendengar ucapan dari Dastan membuat Mira dan Edgar saling bertatap.


Edgar menajamkan matanya kepada Mira. "aku tidak akan pernah jatuh cinta dengan wanita barbar seperti dia." gumamnya dalam hati.


Mira pun memelototkan kedua bola matanya ke arah Edgar. "Tidak sudi aku jatuh cinta dengan laki-laki brengsek bermulut lemes seperti dia!"


.


.


.


.


.


🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2