Amazing Girl

Amazing Girl
AG Episode 21


__ADS_3

"Ra..." panggil Wildan, suaranya terdengar lirih.


"Wildan, lebih baik sekarang kamu pulang, istirahat! aku males debat hanya karna masalah yang nggak penting!" Perintah Lora, Ia tidak mau lagi membahas masalah yang tidak penting baginya.


"Apa aku salah cuma minta penjelasan aja sama kamu?" Ucap Wildan, kini ia semakin tidak bisa menahan air matanya yang seketika mengalir dari sudut matanya. Segera Ia mengalihkan pandangannya dari Lora lalu menghapus air matanya, Ia tidak mau Lora melihatnya.


"Udahlah Wil, aku capek!"


"Raa.."


"Percuma! daritadi aku mau jelasin, tapi kamu nggak mau ngasih aku kesempatan sedikitpun!"


"Lebih baik kamu pulang sekarang." Lora segera beranjak dari tempat duduknya, tapi tangannya ditahan oleh Wildan.


"Apa lagi? kamu mau nuduh aku apa lagi? hah?!" tanya Lora amarahnya sudah tidak bisa dikendalikan.


"Aku cuma mau kamu jujur Ra." Ucap Wildan, Ia masih kekeh dengan tuduhannya.


"Asal kamu tau! Raymond itu teman baikku, kita bekerja di tempat yang sama saat di Bali. dia ada disini karna memang punya tujuan! Raymond diperintah kesini untuk bantuin aku kerja! atasan aku yang minta!" Lora melepaskan genggaman tangan Wildan. "satu lagi, Aku sama sekali nggak ada rasa suka sedikitpun sama Raymond, bahkan cinta! nggak sama sekali!" Ucap Lora dengan penuh penekanan. Lora bergegas masuk ke dalam rumah, mengunci rumahnya rapat-rapat. Dibalik pintu Lora menghela nafas panjang Ia lega sudah mengatakan yang sebenarnya kepada Wildan, Urusan Wildan percaya atau tidak Lora tidak ambil pusing terserah jika Wildan masih tidak mempercayainya, tapi memang itu kenyataannya.


Wildan seketika bungkam, bahkan Ia masih tidak menyadari Lora sudah tidak ada dihadapannya. Ia sebenarnya masih tidak percaya dengan ucapan Lora yang baru saja Ia dengar mengingat bagaimana sikap Raymond dan Lora dihadapannya. Tapi Ia juga berfikir bahwa ucapan Lora terdengar sangat serius di telingannya. Wildan menyadari Lora sudah tidak ada didepannya, Ia mengetuk-ngetuk pintu rumah Lora, memanggil-manggil nama Lora. Lora yang mendengar di balik pintu enggan untuk menyahutinya. Lora masih marah dengan tuduhan-tuhan Wildan.


Wildan mengacak-ngacak rambutnya. Dia bingung harus berbuat apa, Lora sudah benar-benar marah dengannya, apalagi Ia sudah menuduh Lora yang bahkan tuduhan itu tidak benar sama sekali. "Shit!"


*****


Cukup lama Lora berdiam didepan pintu, sampai mendengar sura mobil yang semakin menjauh dari halaman rumahnya. Ia merasa lega.

__ADS_1


Lora segera bergegas menuju arah kamarnya, didengarnya dari luar pintu kamar ada suara musik yang cukup keras. Pantas saja dua manusia ini tidak mendengar perdebatan antara Lora dan Wildan yang mungkin terbilang cukup keras. Lora pun membuka pintu, Ia melihat Yasmine dan Nadia sedang berbaring sembari bersenandung mengikuti alunan musik yang mereka nyalakan.


Yasmine dan Nadia yang menyadari kedatangan Lora segera mematikan musik tersebut. Lora menghempaskan badannya ke atas ranjang. Lora memejamkan matanya.


Nadia dan Yasmine yang sedari tadi ingin sekali mengetahui tentang apa saja yang Wildan dan Lora lakukan saat pergi bersama, Yasmine dan Nadia sangat antusias untuk mengintimidasi sahabatnya tersebut.


"Ra, gimana kamu sama Wildan?" Tanya nadia dengan heboh mengoyang-goyangkan tangan Lora yang sedang membaringkan tubuhnya.


Lora yang mendengar pertanyaan dari Nadia sontak saja langsung membuka matanya. Lora akan mengatakan yang sesungguhnya bahwa Ia sudah menerima Wildan untuk menjadi kekasihnya.


Lora masih diposisi yang sama, ia mengadah ke atas melihat Yasmine dan Nadia. tanpa basa basi Lora berucap. "Sesuai permintaanmu Nad, aku udah nerima Wildan."


"Dan kalian sudah resmi menjadi sepasang kekasih." Nadia tersenyum lebar, Ia senang sekali rasanya, Lora sudah mau menjalankan rencananya.


"Terus-terus kamu ngapain aja tadi sama Wildan?" Tanya Yasmine sembari melebarkan senyumnya. saat Lora dan Wildan pergi keluar. Nadia sudah menceritakan semua rencana yang telah Ia susun untuk Lora kepada Yasmine. Yasmine pun senang akan rencana Nadia, Ia setuju dengan apa yang Nadia rencanakan untuk Lora.


"Cuma ngopi, habis itu nemenin dia ke Barbershop." jelas Lora dengan ekspresi wajah yang datar.


Lora yang masih merasa kesal dengan perdebatannya dengan Wildan, memutar bola matanya malas. "Romantis apaan, yang ada debat! mana yang di debatin gak penting sama sekali."


"Debat?" Yasmine dan Nadi mengernyitkan dahinya secara bersamaan. "Masalahnya apa Ra?" tanya Yasmine melanjutkan.


"Duh! males banget aku nyeritain."


"Ck! ayolah Ra ceritain." Ujar Nadia memaksa.


Mau tidak mau akhirnya Lora menceritakan semuanya kepada Yasmine dan Nadia.

__ADS_1


Kedua sahabat Lora itu tidak menyangka dengan sikap Wildan yang seperti itu. Nadia dan Yasmine benar-benar yakin bahwa Wildan sangatlah mencintai Lora.


"Beneran Ra, Wildan sampai nangis?" Tanya Yasmine memastikan, Yasmine benar-benar tidak menyangka ternyata Wildan mempunyai sisi yang rapuh juga.


"Aku lihat matanya, tapi saat aku lihat dia langsung buang muka, terus tangannya kayak ngusap air matanya gitu." jawab Lora membenarkan apa yang Ia lihat memang begitu benarnya.


"Wah! dia bener-bener cinta mati Ra sama kamu." Ujar Yasmine dengan melebarkan senyumnya.


"Mungkin, Nad aku jadi nggak tega deh buat nyakitin dia." Ucap Lora sembari menatap kosong ke atas langit-langit kamarnya.


"Udah deh Ra, nggak usah mulai!" Nadia memutar bola matanya malas mendengar ucapan Lora. "Dia itu bener-bener Cinta sama kamu!"


Lora menatap ke arah Nadia. "Tapi aku nggak cin--."


Belum sempat Lora melanjutkan ucapannya, Nadia dengan cepat menimpali. "Udah deh! mendingan kita tidur aja yuk, inget besok kita harus kerja!" Ucapnya mengalihkan pembicaraan.


Lora berdecak kesal sembari melirik ke arah Nadia. "Ck! menyebalkan!"


Mereka bertiga pun akhirnya menyesuaikan posisi masing-masing. tak butuh waktu lama mereka pun akhirnya tertidur. Lora yang berada di sisi tengah mendapatkan pelukan dari kedua sahabatnya tersebut. posisi tidur ternyaman menurut mereka memang seperti itu.


.


.


.


.

__ADS_1


.


🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2