
"Sayang.." Panggil Wildan kepada Lora.
"Hemm?" Lora masih sedikit canggung dengan panggilan Sayang Wildan kepadanya. tapi Ia tidak melarang Wildan untuk memanggilnya seperti. panggilan sayang itu sangat wajar untuk pasangan kekasih.
"Habisin kopi kamu, ikut aku." perintah Wildan.
"Kemana?" tanya Lora.
"Ke Barbershop sayang." Ucap Wildan sembari memegang-megang rambutnya.
"Ngapain ke barbershop?"
"Latihan boxing!"
"menyebalkan!" Lora mengerucutkan bibirnya dengan kesal.
"Ke barbershop ya potong rambut sayang! kamu nggak lihat nih dari tadi aku megangin rambut aku, rambut aku udah agak panjang aku nggak nyaman." ujar Wildan.
"Iya udah tau."
"lha tadi kenapa nanya ngapain ke barbershop?" Wildan mengangkat kedua alisnya, Ia begitu gemas dengan Lora.
Lora melirik ke arah Wildan yang sedang memandangnya dengan menggeleng-gelengkan kepalanya. "Terserah aku dong!"
__ADS_1
"Dasar pipi gembul!" Wildan mencubit pipi Lora dengan gemasnya, Lora meringis kesakitan sembari mengusap-usap pipinya yang sedikit memerah akibat cubitan dari Wildan.
"Kenapa kamu suka cubit-cubit pipi aku sih! sakittt!"
"seharusnya sih tadi nggak aku cubit." Ucap Wildan sembari menaik turunkan alisnya.
Lora pun menatap tajam ke arah Wildan. "Terus apa?!"
"Aku gigit! abisnya kayak bakpao gitu." Wildan terkekeh melihat Lora semakin kesal semakin mengerucutkan bibirnya. entah kenapa Ia suka sekali menggoda kekasihnya itu.
*****
Lora dan Wildan sudah berada di depan barbershop langganan Wildan. mereka berdua segera masuk ke dalam. saat di dalam mata Lora melihat ke arah dua pria yang sedang duduk mengantri. Lora merasa tidak asing dengan kedua pria tersebut. Lora pun segera menghampirinya, Lora meninggalkan Wildan yang masih berdiri mematung, Wildan hanya memperhatikan Lora yang berjalan menjauh darinya.
"Lora." kedua pria itu menyahut secara bersamaan.
"Kamu ngapain disini? sama siapa?" tanya Raymond.
"Aku kesini nganterin Wildan." Jawab Lora sembari mendudukkan tubuhnya tepat disebelah Raymond.
"Wildan?" tanya Raymond.
Lora menunjuk ke arah Wildan yang sedang memperhatikannya dari kejauhan.
__ADS_1
Wildan mengerutkan keningnya, Ia masih bingung kenapa kekasihnya itu sangat akrab dengan orang yang menurutnya itu sangat asing baginya. Ia juga memperhatikan Raymond yang memiliki wajah seperti orang luar. Rasanya Wildan tidak pernah melihat sosok laki-laki itu kota ini. Wildan semakin mengerutkan keningnya wajahnya menahan amarah saat melihat Lora yang begitu akrab dengan laki-laki yang tidak Ia kenalinya. Bahkan bahu Lora dan Raymond pun saling bedempetan. Wildan yang semakin tidak tahan melihatnya, Ia merasa cemburu. Segera menghampiri ketiganya.
"Sayang." panggil Wildan kepada Lora, yang mana membuat Raymond dan Dastan kaget dengan panggilan sayang Wildan kepada Lora.
Dipikiran Raymond sejak kapan Lora memiliki kekasih. setahu Raymond Lora hanya pernah memiliki kekasih yang bernama Bara. dan itupun Lora sudah memutuskan hubungan dengan Bara dua tahun yang lalu. Sejak saat itu Lora masih enggan untuk menjalani hubungan dengan laki-laki lain, Raymond pun juga mengerti alasannya. Ya, Dari semenjak Raymond dan Lora bertemu di Bali mereka sepakat menjalin pertemanan dengan baik bahkan berteman dekat. semua tentang Lora, diketahui oleh Raymond dan begitupun sebaliknya. "Kenapa Lora nggak pernah cerita kalau udah punya kekasih? Apa mereka baru saja menjalin hubungan?" Gumam Raymond dalam hati. Ia masih tidak menyangka, kenapa Lora tidak pernah bercerita tentang Wildan kepadanya. Lora tidak pernah menyembunyikan apapun dari Raymond termasuk tentang masalah percintaannya. Raymond sedikit tidak menyukai kehadiran Wildan, Ia masih enggan untuk percaya bahwa Wildan adalah kekasih Lora.
Berbeda dengan Dastan, Laki-laki itu tidak mempunyai pikiran apapun tentang Wildan. yang Ia tahu mungkin Wildan memanglah kekasih Lora.
Lora segera saling memperkenalkan tiga sosok laki-laki dihadapannya tersebut. Dastan mengulurkan tangan kepada Wildan dan Wildan pun membalas uluran tangan Dastan. Saat giliran Raymond yang mengulurkan tangannya kepada Wildan, Wildan enggan membalasnya yang mana membuat Lora menyikut tangan Wildan. tapi tetap saja Wildan tidak menghiraukan Lora. Wildan malah merangkul bahu Lora, merapatkan tubuh Lora dengan tubuhnya.
Raymond segera menarik kembali tangannya, Ia tau Wildan tidak menyukainya. Raymond pun merasakan hal yang sama Ia memang juga tidak menyukai Wildan, tapi Ia tetap bersikap sewajarnya mengingat ada Lora diantara mereka.
Wildan terus saja memperhatikan Raymond. Ia seperti merasakan sesuatu tentang Raymond. dari pandangan Raymond ke Lora pun juga berbeda menurut Wildan. Wildan tau kalau Raymond menyukai wanitanya. Wildan selalu memperlihatkan wajah tidak sukanya terhadap Raymond, hal itu pun disadari oleh Lora. tapi Lora membiarkannya, pikir Lora biar nanti saja Ia menegur Wildan supaya bersikap lebih baik kepada Raymond dan Dastan.
.
.
.
.
.
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏🙏