Amazing Girl

Amazing Girl
AG Episode 19


__ADS_3

Wildan yang tidak menyukai adanya Raymond. Ia berniat untuk mengajak Lora pergi dari tempat itu. Ia pun berbisik di dekat telinga Lora. " Sayang, ayo pergi."


Lora mengernyitkan dahinya. "Kenapa?"


"Besok aja! antri masih panjang, aku bosen kalau nunggu lama." Ucap Wildan sembari matanya tidak lepas menatap Raymond yang sedang memperhatikan Ia dan Lora.


"Yakin mau pergi? nggak nunggu aja?" tanya Lora kepada Wildan sembari menatap Wildan.


"Nggak! ayo! udah besok aja." Wildan menggenggam tangan Lora sedikit menarik tangan Lora untuk segera mengajaknya pergi.


Lora melepaskan genggaman tangan Wildan, Ia lebih mendekatkan ke arah Raymond dan Dastan. Lora berniat untuk berpamitan pulang kepada Raymond dan Dastan. Wildan yang melihat kekasihnya itu melepaskan genggaman tangannya dan mendekat ke arah Raymond dan Dastan, Wildan pun menggerutu dalam hati, Ia sebal dengan Lora pikirnya kekasihnya itu memang sengaja bertingkah untuk dekat-dekat dengan Raymond. Tanpa Wildan sadari Raymond dan Lora memanglah berteman baik, bahkan sebelum mengenal Wildan.


"Ray, Dastan.."


"iya?" ucap Raymond dan Dastan secara bersamaan.


"Aku pergi dulu ya."

__ADS_1


"Lho kenapa Ra? pacar kamu nggak jadi potong rambut?" Seru Dastan dengan raut wajah yang datar. Ucapan Dastan yang menyebut bahwa Wildan adalah Kekasih Lora membuat Raymond kesal. Ia tidak menyukai itu, Ia masih belum mempercayai bahwa Lora dan Wildan mempunyai hubungan yang khusus, karna Ia tidak mendengar langsung dari mulut Lora yang mengatakan bahwa Wildan memanglah kekasihnya. kenapa tadi Lora hanya diam saja saat Wildan memanggilnya dengan sebutan 'Sayang' dan juga Lora tidak menolak saat Wildan mendekap tubuhnya, tapi bukankah Lora memang seperti itu dengan laki-laki lain yang memang dianggapnya sudah akrab dengannya, bahkan Lora juga melakukan hal yang sama saat Raymond melakukan hal yang sama pula seperti Wildan. Mungkin saja mereka berteman akrab seperti Lora dan dirinya. Raymond semakin frustasi memikirkan hal itu, pertanyaan-pertanyaan itu semakin terngiang-ngiang dalam pikirannya. karna pada dasarnya Raymond diam-diam menyukai Lora.


"Ehm kayaknya dia bakalan bosen deh Tan, kalau harus mengantri seperti ini." Ucap Lora kepada Dastan sembari tersenyum. Lora masih tidak enak hati dengan sikap Wildan kepada Raymond dan Dastan. Ia benar-benar kesal kenapa Wildan bersikap seperti terhadap teman-temannya.


"Oh..." Dastan hanya membulatkan bibirnya mendengar jawaban dari Lora. Sedangkan Raymond hanya diam saja mendengarkan.


"Kalau gitu aku pamit ya."


Raymond dan Dastan menganggukan kepalanya.


Lora mendekat lagi ke arah Wildan. "Ayo." tanpa memandang Wildan sedikitpun, dan berjalan mendahului Wildan. Wildan kesal dengan sikap Lora yang mengacuhkannya. Wildan pun segera menyusul berjalan dibelakang Lora.


Raymond enggan melepaskan pegangan tangannya kepada Lora, hal itu membuat Wildan memperhatikan. Wildan pun menatap tajam ke arah Raymond.


"Ra, aku cuma mau ingetin besok jangan lupa ya? sekalian setelahnya temani aku jalan-jalan." Raymond sedikit berbisik kepada Lora, tapi ucapan Raymond masih bisa didengar oleh Wildan. Seketika itu Wildan semakin menahan amarahnya. Ia segera melepaskan tangan Lora dari genggaman Raymond, tangan Wildan berada di atas bahu Lora, ia memeluk bahu Lora merapatkan ke tubuhnya.


"Ehm, Iya Ray aku nggak lupa kok." jawab Lora tersenyum kepada Raymond. Lagi-lagi Lora merasa kesal dengan sikap Wildan. kenapa Wildan tidak bisa bersikap baik sedikit saja dihadapan temannya.

__ADS_1


Raymond membalas senyuman Lora. Membuat Wildan menatap tajam mata Raymond, Raymond yang menyadari hal itu Ia hanya menaikkan salah satu sudut bibirnya, tersenyum sinis ke arah Wildan.


Wildan dengan segera mengajak Lora pergi menjauh dari Raymond. Ia dan Lora berjalan menuju ke arah mobil yang Ia parkirkan. Wildan membukakan pintu mobil untuk Lora. setelah dirasa Lora sudah masuk ke dalam mobil. Pandangan Wildan tertuju pada Raymond yang memperhatikan dari kejauhan. Wildan dan Raymond saling beradu pandang. Wildan menajamkan matanya dengan menahan amarah. "sepertinya dia memang sengaja!" Gumamnya dalam hati.


Raymond yang melihat Wildan dari kejauhan hanya tersenyum sinis. Ia senang bisa membuat Wildan kesal menahan amarahnya akan tingkah lakunya terhadap Lora.


Wildan pun masuk ke dalam mobil, Ia segera melajukan mobilnya. masih terlihat jelas raut wajah Wildan yang masih kesal menahan amarahnya akan tingkah Raymond terhadap kekasihnya tersebut.


.


.


.


.


.

__ADS_1


🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2