Amazing Girl

Amazing Girl
AG Episode 28


__ADS_3

Dari arah yang sedikit jauh dari jangkauan Lora dan Raymond ada dua orang pria yang sedang memperhatikan mereka berdua. kedua pria tersebut tak lain ialah Wildan dan Jhoshua.


Sebelum melanjutkan perjalanan mencari Lora tadi, Jho mengajak Wildan untuk bersantai sejenak sembari meminum kopi. apalagi pada saat itu Jho sedang mengantuk, tenaga nya sedikit melemah. sebenarnya Wildan enggan untuk menerima ajakan Jho, Ia sangat tidak sabar harus bertemu dengan Lora untuk menyelesaikan masalah antara mereka berdua. Tapi Wildan merasa tidak enak jika menolak ajakan dari sahabatnya itu, apalagi Wildan melihat jelas wajah Jho terlihat pucat dan lemas. maka dari itu Wildan pun mengiyakan permintaan Jho.


Kini Wildan tidak perlu lagi bersusah payah mencari dimana keberadaan Lora, karna wanitanya itu sudah ia temukan tepat di depan matanya. Tapi kenapa harus wanitanya itu sedang tertawa bahagia bersama laki-laki yang menurutnya akan menjadi sebuah ancaman bagi hubungannya dengan Lora.


Wildan sangat kaget dengan keberadaan Lora dan Raymond, bahkan raut wajah Wildan terlihat jelas dipenuhi oleh amarah yang membara. tangan nya mengepal kuat, rahangnya mengeras. "Sialan!" umpatnya dalam hati. Wildan sangat kecewa akan sikap Lora yang sekali lagi membuatnya sangat sakit. lagi-lagi Kekasihnya itu bersikap sangat manis terhadap Raymond.


Amarah Wildan semakin memuncak saat melihat Raymond yang sedang mencuri-curi kesempatan untuk bersikap manis terhadap Lora. Wildan tidak bisa menahan diri Ia segera beranjak dan berjalan menuju ke arah Lora Dan Raymond, bahkan Wildan tidak menghiraukan saat Jho memanggil-manggil namanya.


"Astaga! aku salah sudah mengajak Wildan kemari." Ucap Jho berbicara pada dirinya sendiri. Jho pun segera beranjak dari tempat duduknya mengikuti Wildan.


Wildan yang kala itu sudah berdiri tepat dihadapan Lora dan juga Raymond, dengan sangat kasar mencengkram tangan Lora. Lora kaget dengan adanya Wildan, terlebih lagi Wildan menatap tajam kearahnya dan juga Raymond. "Wildan.."


"Lepasin Wil, sakit!" Ucap Lora yang berusaha melepaskan cengkraman tangan Wildan. Wildan tidak memperdulikan ucapan Lora ia malah semakin keras mencengkram tangan Lora.


Raymond yang memperhatikan Wildan berbuat kasar kepada Lora, Ia pun dengan segera melepaskan cengkraman tangan Wildan dari tangan Lora. "Wil, lepaskan! jangan kasar sama Lora!"


Seketika tangan Lora terlepas dari cengkraman Wildan.


Wildan semakin geram dengan Raymond, ia menatap Raymond tajam, Raymond tidak memperdulikan Wildan ia sibuk memegang tangan Lora yang terlihat merah karna Wildan. hingga akhirnya


Bukkk...


Bukkk...


Wildan melayangkan dua pukulan keras tepat ke wajah Raymond, terlihat sudut bibir Raymond mengeluarkan darah. Raymond tersungkur dilantai ia meringis kesakitan.

__ADS_1


Raymond kembali berdiri, ia membalas pukulan Wildan tak kalah keras. hingga akhirnya membuat kedua pria tersebut saling baku hantam.


para pengunjung lainnya yang melihat kejadian itu tidak ada yang berani membantu melerai entah mereka malah seperti penonton yang sedang melihat jagoannya sedang bertarung.


Lora dan Jhoshua sangat kualahan saat melerainya.


Raymond membalas lagi pukulan dari Wildan, mereka berdua semakin membabi buta. Wajah mereka pun babak belur, darah bercucur di wajah mereka.


"Hentikan!"


"Sudah Wil! kamu jangan seperti anak kecil!"


"Sudah Ray sudah!"


Ucapan Lora dan Jho terdengar percuma, tidak membuat Wildan dan Raymond berhenti saling baku hantam, malah semakin menjadi-jadi.


Saat giliran Wildan yang akan membalas pukulan Raymond, pukulan itu tidak mengenai Raymond malah mengenai Lora yang saat ini posisi wajahnya tepat di hadapan Wildan dan membelakangi wajah Raymond


Pukulan yang seharusnya Wildan layangkan untuk Raymond tapi malah mengenai wajah Lora memang sangat keras. tepat dipelipis matanya tampak mengeluarkan darah. membuat Lora meringis kesakitan, beruntung Lora tidak pingsan. Hal seperti ini sudah terbiasa buat Lora, mengingat Lora adalah Atlet Boxing sudah pasti ia selalu mendapatkan pukulan-pukulan lebih Dari ini.


Wildan dan Raymond secara bersamaan melontarkan pertanyaan "Ra, kamu nggak papa?" Ucap Raymond.


"Sayang kamu nggak papa?" Ucap Wildan dengan raut wajah yang menunjukan kekhawatiran.


Wildan menepis kasar tangan Raymond yang tengah memegangi pipi Lora. "Singkirkan tanganmu!"


Raymond tidak memperdulikan Wildan yang masih saja terlihat emosi kepada nya. Raymond membantu Lora untuk berdiri, begitupun dengan Wildan.

__ADS_1


"Ra, seperti nya lukamu harus segera di obati." Ucap Jho yang khawatir akan Lora, Jho sedikit heran kenapa Lora sangat kuat menahan rasa sakitnya, mengingat Wildan yang sangat keras melayangkan pukulan.


"iya nnti akan aku obati." jawab Lora sembari menundukan kepalanya.


Wildan mencoba untuk memegang pelipis Lora yang semakin membiru dan masih terdapat darah di sana. Wildan sangat menyesali kenapa harus pukulannya mengenai Lora. "Sayang biar aku obati luka Kamu, aku minta maaf." Ucapnya dengan Lirih.


Lora menepis kasar tangan Wildan, ia membuang wajahnya dari tatapan Wildan. "Ray, Tolong antarkan aku pulang." Lora memegang tangan Raymond. mengajak beranjak menjauh Dari Wildan dan Jho.


"Ra, biar aku yang antar kamu pulang." Ucap Wildan menghentikan langkah Lora.


"Nggak perlu!" Ucap Lora, Ia sama sekali tidak tertarik sedikitpun untuk menatap kekasihnya Itu.


"Raa.." panggil Wildan, Lora tidak memperdulikan Wildan sama sekali dengan cepat ia menuruni anak tangga dan segera meninggalkan tempat itu.


Wildan mengacak-ngacak rambutnya frustasi, bahkan ia tak segan menendang-nendang kursi dan meja yang Ada dihadapannya tersebut.


"Sudahlah Wil." Ucap Jho berusaha untuk menenangkan sahabatnya itu."


"kamu Lihat! bagamaina sikapnya kepada laki-laki asing itu?! aku sungguh muak!" Wildan tak henti-hentinya mencaci. Ia semakin membenci Raymond yang mama selalu saja mendapatkan sikap manis dari Lora.


.


.


.


.

__ADS_1


.


🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻


__ADS_2