Amazing Girl

Amazing Girl
AG Episode 16


__ADS_3

Setelah Lora usai makan malam bersama Yasmine dan Nadia, Lora pun segera membersihkan diri menuju kamar mandi.


Tidak butuh waktu lama dengan ritual mandinya Lora pun bergegas berganti pakaian, menghadapkan wajahnya ke meja rias menyisir rambutnya yang panjang bergelombang, memoles tipis bedak diwajahnya dan memoleskan liptint ke bibirnya. selesai dengan itu, Lora pun menuju ke ruang tamu untuk menemui Wildan yang lumayan lama menununggunya.


Dilihatnya Wildan sedang memainkan ponsel miliknya dengan begitu fokus. Lora pun menghampiri dan mendudukkan badannya ke sofa yang lain.


"Wil..." panggil Lora.


"hmm, iya Ra? udah selesai?"


"Udah, Oh iya ada perlu apa kamu kemari?" tanya Lora sembari meletakkan bantal sofa ke atas pahanya.


"Mau ngajak kamu jalan-jalan." Ucap Wildan menyunggingkan senyum, membuat pria itu semakin tampan dengan senyuman manisnya.


"Kemana?"


"Kemana aja yang penting sama kamu terus." Goda Wildan, tapi ucapannya terdengar tulus.


"emmm..."


"Kenapa? kamu lagi capek ya? yaudah lain kali aja. kalau begitu aku pamit pulang." Wildan sedikit kecewa dengan respon Lora yang tidak langsung mengiyakan ajakannya. Sebenarnya Wildan mengajak Lora jalan untuk menanyakan jawaban yang pernah Ia tanyakan kepada Lora, jawaban atas pernyataan cintanya pada saat itu. Tapi Wildan tidak ingin membuat Lora berfikir kalau Ia memaksakan kehendak. Wildan pun memakluminya mungkin saja saat ini Lora sedang capek.


Wildan pun berdiri dari duduknya, yang mana langsung membuat Lora ikut berdiri. Lora menarik tangan Wildan yang hendak pergi. "Mau kemana?"


Wildan menatap Lora sejenak, pandangannya mengalih ke tangan Lora yang memegang tangannya.


"Pulang, kalau kamu capek nggak papa lain kali aja." Wildan sedikit tersenyum, Ia tidak mau membuat Lora merasa dipaksa.


"Tunggu disini. aku mau ambil tas sebentar." Lora melepaskan pegangan tangannya kepada Wildan, Ia segera menuju ke kamarnya untuk mengambil tas.

__ADS_1


Wildan tersenyum, Ia tidak menyangka kalau Lora mau menerima ajakannya. seketika langkah Lora terhenti karna Wildan memanggilnya. "Raaa"


"iya? ada apa?"


"Nggak usah dandan, aku suka kamu tanpa make up." Wildan mengucapkan dengan jujur, Ia memang lebih suka wajah Lora yang terlihat polos daripada di poles dengan make up.


Lora pun tersenyum akan ucapan Wildan. "iyaa, tunggu sebentar."


Lora bergegas pergi ke kamar untuk mengambil tas. dan tidak lupa berpamitan kepada Yasmine dan Nadia yang sedang berbaring cantik di atas ranjang kamar Lora. Setelahnya Lora kembali menemui Wildan.


"Sudah siap?" Ucap Wildan, matanya tidak lepas memandangi Lora yang sangat cantik dengan wajah polosnya, tanpa Make up. hanya mengunggakan Liptint saja untuk pemanis bibirnya.


Lora menganggukan kepalanya, Ia dan Wildan pun akhirnya keluar menuju ke mobil Wildan yang terparkir di halaman ruamahnya.


Wildan membukakan pintu mobil untuk Lora, Lora masuk ke dalam mobil dan diikuti oleh Wildan. Wildan pun segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Di dalam mobil, Lora hanya diam memperhatikan jalanan ibukota yang terhalang oleh kaca bening mobil Wildan.


Lora menyadari hal itu, menatap ke arah Wildan. saat berganti Lora yang melihat Wildan, Wildanpun mengalihkan pandangannya ke depan tapi tetap tersenyum. Lora mengernyitkan dahinya "Ngapain sih Wil, senyum-senyum kayak gitu?


"nggak." Wildan mengelak


"Apanya yang nggak? orang tadi kamu senyum-senyum terus."


"Nggak papa, seneng aja bisa berdua sama kamu." Wildan menoleh ke arah Lora, mereka pun berdua saling memandang.


Lora yang malu beradu pandang dengan Wildan seketika mengalihkan pandangan "Fokus nyetirnya, ntar kalau nabrak gimana?!"


"Hahaha, kamu lucu banget si Ra."

__ADS_1


"Apanya yang lucu, aku dari tadi diem aja juga."


"Kamu gemesin." Wildan mencubit pipi gembul Lora dengan gemas.


"aww.. Wildan sakit!" Lora melepaskan cubitan tangan Wildan, mengelus pipinya yang terasa sedikit ngilu.


"abisnya pipi kamu gembul, lucu!." Wildan terkekeh melihat Lora yang mengerucutkan bibirnya sebal.


"Iya deh maaf, jangan ngambek. kamu kalau ngambek tuh makin gemesin. mau aku cubit lagi?" Ucap Wildan tangannya mulai memegang pipi Lora kembali dan ingin mencubitnya kembali. segera tangan Wildan ditepis oleh Lora. Lora menggenggam tanggannya mengarah ke Wildan.


"Mau aku pukul?" Lora menaikkan kedua alisnya. yang mana membuat Wildan malah tertawa.


"No, iya iya maaf Ra." Wildan menangkap tangan Lora dan malah menggenggamnya erat.


"Astaga aku lupa kalau kamu jago boxing."


"Makanya jangan cubit-cubit pipi aku!" Lora melepaskan genggaman tangan Wildan.


Wildan terkekeh dengan tingkah Lora, perasaannya semakin senang bisa lebih akrab, lebih mengenal Lora dan bisa menggoda Lora. Wildan nyaman dengan keadaan seperti ini. Ia benar-benar tidak salah sudah menjatuhkan hatinya kepada Lora.


.


.


.


.


.

__ADS_1


🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2