Amazing Girl

Amazing Girl
AG Episode 22


__ADS_3

Wildan yang kala itu sedang berbaring di atas ranjang, merasa sangat gelisah masih saja terus kepikiran Lora. Wildan merasa sangat menyesal telah menuduh Lora yang tidak-tidak. "Sayang maafin aku." Wildan berucap dengan nada yang lirih, sembari menatap kosong ke arah langit-langit kamarnya.


"Lora.. aku sangat mencintaimu."


"Aku menyayangimu."


"Andai saja kamu bisa mengerti, bagaimana sakitnya hatiku melihat kamu bersikap manis kepada laki-laki lain. bahkan kamu tidak pernah bersikap seperti itu kepadaku." Wildan terbawa oleh suasana. Ia merasakan sakit di hatinya mengingat Lora dan Raymond.


"Andai saja kamu merasakan apa yang aku rasakan! aku cemburu Lora! aku cemburu!" Wildan mengeraskan suaranya, Suaranya terdengar begitu menggelegar di dalam kamarnya, mengepalkan tangannya melayangkan pukulan ke dinding kamarnya dengan sangat keras. seketika itu darah langsung keluar dari tangannya, bahkan darahnya terlihat menetes jatuh ke lantai.


Wildan tidak merasa kesakitan sedikitpun, rasa sakit tangannya tidak sebanding dengan rasa sakit hatinya saat terus mengingat Lora dan Raymond. entah kenapa hanya masalah seperti itu saja dia merasa sangat terluka. Bagaimana jika Ia mengetahui sebenarnya Lora mau menerima dia sebagai kekasihnya semata-mata hanya untuk membalas dendam kepada Iren.


"Lihat aja Raymond! aku nggak akan biarin kamu deketin Lora!"


"Aku tau kamu menyukai Lora! aku lihat dengan jelas di mata kamu!"


"Lora milikku!" Wildan terus saja mengucapkan kata-kata ancaman. Ia menarik salah satu sudut bibirnya hingga membentuk senyuman licik.


*****


Matahari pagi datang, menyinari Ibu kota dengan kehangatannya. Lora mengerjapkan kedua matanya. Ia melirik ke arah jam dinding yang melekat di kamarnya. waktu sudah menunjukkan pukul 06.30. Ia mendudukkan tubuhnya.


setelah dirasa nyawanya sudah terkumpul, ia pun berdiri, bergegas menuju ke arah dapur untuk menyiapkan sarapan pagi.


Ia menyiapkan roti yang sudah Ia olesi dengan selai coklat ke atas meja makan, Lora juga membuat 3 gelas susu hangat. Setelah Ia rasa selesai, Lora pun kembali ke kamarnya untuk membangunkan Yasmine dan Nadia.

__ADS_1


Tidak lama kemudian Yasmine dan Nadia pun bangun. mereka bertiga berjalan ke arah meja makan yang letaknya tidak jauh dari dapur.


Mereka mulai memakan sarapan yang telah lora siapkan. tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut mereka. Yasmine dan Nadia masih merasa mengantuk. mereka berdua enggan untuk berbicara.


Seusai sarapan mereka bertiga segera membersihkan diri secara bergantian. Setelah mereka bertiga selesai dengan ritual mandi dan mempercantik diri. mereka pun keluar dari kamar melangkah menuju ke arah ruang tamu, jam masih menunjukkan pukul 08.00 mereka memutuskan untuk bersantai sebentar sembari menonton tv.


"Ra, kamu berangkat bareng kita aja ya." Ucap Nadia.


"Nggak usah Nad, aku naik taxi aja! ntar kamu telat." tolak Lora.


"Nggak papa Ra, udah berangkat bareng aja!" ujar Nadia memaksa.


"Nggak usah ya nggak usah! lagian tujuan kita kan nggak searah! aku naik taxi!"


"Huh... Yaudah deh terserah kamu, kalau gitu kita berangkat duluan ya Ra." Pamit Nadia yang diangguki juga oleh Yasmine.


"Bye Ra." Ucap Nadia dan Yasmine bersamaan.


"Bye." Lora melambaikan tangannya kepada Yasmine dan Nadia.


*****


Drrttt...


Drrttt...

__ADS_1


Lora yang merasakan ponselnya bergetar, segera Ia mengeceknya. tenyata ada panggilan masuk dari Raymond, Lora pun mengangkatnya mendekatkan ponsel ke telinganya.


"Hallo Ray, ada apa?"


'Ra, apa kamu sudah berangkat.'


"Eh iya Ray ini mau berangkat, kamu udah sampai?"


'iya Ra aku sama yang lainnya barusan samapai. mau aku jemput?'


"nggak usah Ray, udah kamu tunggu disana aja sama yang lainnya."


'baiklah Ra, aku tunggu! bye.'


Lora memutuskan sambungannya secara sepihak, Ia dengan cepat memasukkan ponselnya ke dalam tasnya, bergegas menuju keluar rumah.


Saat Lora membuka pintu rumahnya. Tiba-tiba Lora dikejutkan dengan kedatangan Wildan. pria itu baru saja sampai di depan pintu rumah Lora, baru saja Wildan berniat untuk mengetuk pintu rumah Lora, tapi tiba-tiba pintu itu sudah terbuka dengan adanya Lora dihadapannya. "Sayang." Ucap Wildan sembari tersenyum manis kepada Lora.


.


.


.


.

__ADS_1


.


🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2