Amazing Girl

Amazing Girl
AG Episode 30


__ADS_3

Wildan dan Jho pergi meninggalkan caffe tersebut. Wildan melajukan mobilnya ke arah rumah Kekasihnya.


di dalam mobil Jho dan Wildan saling berdiam diri. raut wajah Wildan terlihat gelisah pasalnya ia membuat Lora semakin marah kepadanya.


Jho yang memperhatikan Wildan dengan tatapan yang datar. "Pelankan kecepatannya Wil." Ucap Jho yang merasa Wildan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Wildan tidak memperdulikan ucapan Jho, memfokuskan pandangannya kedepan. Wildan menambah lagi kecepatannya, bahkan ia berulang kali menyalip beberapa kendaraan yang ada didepan mobilnya.


Jho menggeleng-gelengkan kepalanya, ia tubuhnya sedikit menegang melihat Wildan yang mengemudikan mobil layaknya seorang pembalap yang sudah lihai.


"Wil pelankan!"


"kamu ingin membunuhku!"


"Hei, aku tidak ingin mati cepat! aku ingin menikah dengan Nadia mempunyai anak dan bahagia selamanya!" Jho sedikit mengeraskan nada bicaranya namun itu semua tak membuat Wildan mengurangi kecepatan laju mobilnya.


"Jangan banyak bicara, aku sungguh pusing mendengar ocehanmu itu!" bentak Wildan.


"kamu memang benar-benar sudah tidak waras!" Jho menajamkan kedua bola matanya ke arah Wildan, Wildan tidak menghiraukan perkataan Jho sama sekali.


Bahkan banyak pengendara lain membunyikan Klakson melihat Wildan mengendarai mobil dengan ugal-ugalan.


"Shit!" Jho mengumpat dengan kesal saat Wildan hampir saja menabrak pengendara yang ada di depannya, beruntung dengan cepat ia mengerem Mobilnya.


tak lama kemudian Wildan sudah sampai tepat didepan rumah Lora. ia dan Jho bergegas turun dari mobil. Mereka berdua melangkahkan kakinya menuju ke depan pintu rumah Lora.


Tokk... Tokk...


Tokk... Tokk...

__ADS_1


Tak lama pintu pun terbuka, Nadia kaget dengan kedatangan Wildan dan Jho secara tiba-tiba.


"Wildan.." Nadia berpaling menatap Jho yang berada tepat di samping Wildan. "Sayang."


Wildan memutar bola matanya malas melihat dua orang yang ada dihadapannya saling berpelukan, apalagi dengan tidak ada rasa sungkan Nadia dan Jho saling berciuman namun tak lama.


"kenapa kamu tidak memberitahuku kalau ingin kemari?" tanya Nadia kepada kekasihnya itu.


Jho hanya melirik ke arah Wildan. "maaf aku lupa memberitahumu sayang." Ucap Jho


"oh..." Nadia membulatkan bibirnya.


"apa Lora sudah pulang?" tanya Wildan tanpa basa-basi.


"Belum." jawab Nadia. "masuklah." perintahnya kepada Wildan dan juga Jho.


diruang tamu sedang ada Yasmine yang tengah duduk bersandar pada sofa sembari memainkan ponsel miliknya.


Yasmine menyapa Jho dan Wildan dengan senyuman, Jho dan Wildan pun membalas senyuman ramah dari Yasmine.


"Duduklah, aku akan membuatkan minum untuk kalian." perintah Nadia, Ia melangkahkan kakinya menuju ke dapur untuk membuatkan minuman untuk Jho dan Wildan.


Jho dan Wildan duduk di sofa yang sedikit panjang, mereka berdua duduk bersampingan.


"Kalian hanya datang berdua saja?" tanya Yasmine kepada Jho dan Wildan.


membuat kedua Laki-laki itu mengangguk secara bersamaan.


"Kenapa memangnya?" tanya Jho.

__ADS_1


"Tidak apa-apa... aku hanya merindukan Brama saja." Yasmine menepiskan senyumnya.


"Ada apa memangnya?" tanya Jho kembali.


"Entahlah sudah 5 hari ini dia tidak menghubungiku sama sekali. aku khawatir terjadi sesuatu dengannya." Yasmine menampakkan raut wajah yang sedih. ia memalingkan wajahnya dari Wildan dan Jho.


"Benarkah? kenapa begitu? lusa aku masih bertemu dengannya, Brama saat itu sedang berkunjung di apartement Ku, dan dia juga terlihat baik-baik saja." Ucap Jho meyakinkan hal itu.


"Aku tidak tau kenapa dia seperti itu, bahkan saat kita terakhir bertemu sikap nya tidak seperti biasanya. dia sering mendiamkanku." Yasmine menatap kosong ke sembarang arah, ia sangat tidak mengerti akan sikap kekasihnya itu yang dirasa sangat cepat sekali berubah. Ia sangat merindukan Brama, namun ia tak bisa berbuat apa-apa selain Diam.


"kamu tenanglah! nanti aku akan berbicara kepada Brama." Ucap Jho tersenyum kepada Yasmine.


Yasmine menganggukan kepala nya, ia berharap semoga ia bisa mendapatkan jawaban atas semuanya dari Jho nantinya. "Terimakasih Jho." Ucap Yasmine yang langsung diangguki oleh Jho.


Wildan tidak bergeming sama sekali, pikirannya masih mengarah ke Lora. Ia hanya memperhatikan dan mendengarkan Jho dan Yasmine yang sedang berbicara.


Nadia pun kembali ke ruang tamu dengan membawa 4 cangkir yang berisikan teh hangat. ia meletakkan semua cangkir yang ada di atas nampan ke atas meja. Nadia mendudukan tubuhnya samping kekasihnya. "Ayo minumlah!" perintah Nadia kepada Wildan, Jho, dan juga Yasmine.


.


.


.


.


.


🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2