
Setelah menempu perjalanan selama 20 menit, mereka pun telah sampai dihalaman parkir Club X, setelahnya mereka berjalan masuk ke dalam Club.
Nadia mencari-cari keberadaan teman-temannya yang lain, setelah menemukan keberadaan teman-temannya yang lain segeralah Nadia, Yasmine, Feyna, Ayumi, dan Lora menghampiri mereka. Lora yang memang tidak pernah mengenal teman-teman baru dari keempat sahabatnya itu hanya berdiam mematung. Ada 5 laki-laki dan 2 perempuan diantara mereka.
Mereka adalah Wildan, Jhoshua, Yudha, Brama, Dion, Martha, dan Iren. Nadia yang tidak suka dengan adanya Iren dan Martha menatap sinis kepada Iren dan Martha. Pasalnya diantara mereka berdua sebelumnya terjadi masalah. Iren yang memang terbilang licik pernah hampir merebut Jhoshua dari Nadia, Iren pernah menaruh hati terhadap Jhoshua tapi Jhoshua tidak karna Jhoshua sudah jatuh cinta kepada Nadia. Nadia yang tau akan hal itu membuat dia tidak pernah bersikap baik terhadap Iren.
"Emm kenalin, ini Lora salah satu sahabatku yang baru saja pulang dari Bali." Nadia memperkenalkan Lora kepada Kekasih sekaligus teman-temannya.
"Hai Lora..." jawab mereka semua bersamaan, kecuali Yasmine, Ayumi, dan Feyna. mereka hanya memperhatikan.
"Hai semua, aku harap kita semua bisa berteman baik." ucap Lora sedikit canggung.
"Hai Ra, Aku Jhoshua kekasih Nadia. Kamu sangat cantik." ucap Jho memuji Lora dengan nada bercanda tapi terkesan serius karna Lora memang sangatlah cantik. Nadia yang melihat sikap ke kasihnya itu hanya terkekeh. begitulah Jho suka sekali menggoda sahabat-sahabat Nadia. tidak terkecuali sahabat Nadia yang lainnya.
Lora yang mendengar pujian dari Jho hanya bisa tersenyum. "bisa saja kamu Jho, terimakasih atas pujiannya." jawab Lora dengan nada bercanda.
Yang lainnya pun juga memperkenalkan diri kepada Lora, tidak terkecuali Wildan. Pria tampan berkumis tipis dengan tubuh atletis itu selalu saja memperhatikan Lora secara diam-diam, Seperti mempunyai ketertarikan terhadap Lora. Ahh ralat, lebih tepatnya Cinta pada pandangan pertama.
Kini mereka semua sedang merayakan pesta ulang tahun Wildan dengan berpuluh-puluh botol minuman beralkohol. Mereka semua menikmati dengan senang hati, Lora yang semula canggung kini sudah biasa-biasa saja dengan keadaan sekitar.
"Nad, aku ke toilet sebentar." pamit Lora kepada Nadia dengan berbisik ke telinga Nadia.
"Aku temenin?" jawab Nadia menawarkan diri untuk menemani Lora.
"nggak usah Nad, makasih."
"Yaudah."
Lora segera bergegas pergi ke toilet, untuk membuang air kecil.
Wildan yang sedari tadi memperhatikan Lora, akhirnya memutuskan untuk menyusul Lora ke toilet.
Sesudah buang air kecil Lora tidak langsung keluar dari dalam toilet. dia memutuskan untuk berdiri disebelah wastafel sembari membakar sebatang rokok yang Ia ambil dari dalam tas miliknya. sedikit lebih santai pikirnya.
"Hai Nona cantik." tiba-tiba Lora di kejutkan dengan dua pria yang berada tepat didepan matanya.
__ADS_1
Lora yang risih dengan kehadiran dua pria yanf tidak dikenalnya tersebut, memilih diam dan berfikir untuk pergi dari toilet dan segera kembali ketempat teman-temannya tadi. Kedua pria itu sedang mabuk, mata mereka tidak lepas memamdang ke arah tubuh lora memperlihatkan raut wajah mesumnya.
Tanpa pikir panjang Lora segera mematikan rokoknya membuangnya ke dalam wastafel disebelahnya. Lora segera melangkah menjauh dari dua pria tersebut. tapi seketika tangan Lora langsung ditarik paksa oleh salah satu dari mereka, sontak saja tubuhnya mendekat ke dua pria tersebut.
"Jangan macam-macam!" bentak Lora kepada dua pria itu, berusaha melepas cengkraman erat dari salah satu pria tersebuat.
"Wowww santai saja Nona, Apakah Nona bersedia menemani kami?" Ucap salah satu dari mereka, mereka pun tertawa secara bersamaan.
Lora hanya diam menatap tajam kepada dua pria tersebut. "Beraninya mereka berbuat seperti ini padaku, mereka tidak tau saja siapa aku sebenarnnya." Gumamnya dalam hati seraya menarik salah satu sudut bibirnya.
"Bagaimana Nona? sepertinya Nona akan menerima ajakan kami." Ujar salah satu dari mereka. membuat Lora semakin geram ingin sekali Lora melayangkan pukulan kepada dua pria yang ada dihadapannya. Tangan Lora sudah gatal lama tidak Ia gunakan untuk mencabik-cabik wajah orang.
Seketika Lora mengepalkan tangannya dan ingin segera meninju dua pria mesum itu, tapi belum sempat Lora melakukannya. Tiba-tiba ada seseorang yang menghampiri mereka. Orang itu tidak lain adalah Wildan.
"hei, berani sekali kalian menggoda kekasihku?!" ucap Wildan dengan ekspresi wajah yang marah dan mendorong kedua pria itu menjauh dari hadapan Lora.
Lora yang bingung dengan ucapan Wildan hanya bisa mengernyitkan dahinya menatap ke arah Wildan.
"Wil-dan... dia kekasihmu? ma-maaf aku tidak tau kalau dia kekasihmu." ucap salah satu pria itu dengan terbata-bata, mereka berdua memang mengenal Wildan, dengan raut wajah yang takut kedua pria tersebut menundukkan kepalanya.
Tanpa berfikir merekapun akhirnya pergi dengan cepat dari Wildan dan Lora.
"Kamu nggak papa Ra? apa mereka melukai kamu?" dengan nada yang khawatir Wildan memegang pundak Lora.
Lora hanya menggelengkan kepalanya sembari melihat wajah Wildan yang menunjukkan sikap khawatir terhadapnya.
Lama mereka saling menatap, Ucapan Wildan tadi membuat Lora berfikir mengapa Wildan menyebut bahwa dia kekasihnya di hadapan dua pria itu.
Wildan yang seakan terbius dengan wajah cantik Lora enggan untuk memalingkan wajahnya dari hadapan Lora.
"sungguh aku benar-benar menyukaimu." Wildan bergumam dalam hati. betapa ingin sekali dia memiliki Lora.
"Ra, maaf ya kalau aku tadi lancang nyebut kamu sebagai kekasihku dihadapan mereka. aku cuma nggak mau kalau mereka sampai ganggu kamu lagi." Ucap Wildan dengan raut wajah yang datar. Pasalnya dia enggan mengakui bahwa dia hanya pura-pura mengganggap Lora sebagai kekasihnya di hadapan kedua pria tersebut karna memang sebenarnya Wildan sangat menyukai Lora dan ingin sekali menjadikan Lora sebagai Kekasih yang sebenarnya.
"jadi itu alasannya dia bicara seperti itu. ah syukurlah." Lora lega mendengarnya. Ternyata Wildan hanya berpura-pura supaya dia tidak diganggu lagi oleh pria-pria itu.
__ADS_1
"ehh nggak papa Wil, makasih ya udah nolongin aku tadi." Ucap Lora kepada Wildan sembari tersenyum.
"Ra, boleh nggak aku minta nomor handphone kamu?"
"Kenapa enggak Wil, sini handphone kamu biar aku yang catat nomor aku di handphone kamu."
Dengan cepat Wildan mengambil ponselnya yang ada didalam saku celana, segera dia memberikan ponselnya kepada Lora.
"Udah nih, kamu sendiri aja yang save." mengembalikan ponsel ke wildan.
Segeralah Wildan save nomor Lora,
โMy Lady๐น
*****
Wildan dan Lora segera kembali ke tempat dimana teman-temannya berkumpul. Mereka semua terkejut dengan kedatangan Wildan dan Lora secara bersamaan.
Iren yang sekarang mulai berpindah ke lain hati, Iren diam-diam menyukai Wildan. Ia melihat ke arah Wildan dan Lora, Wildan dan Lora duduk berdekatan membuat hati Iren sakit, terlebih dia menatap sinis ke arah Lora. "dasar murahan!"
.
.
.
.
.
๐๐๐๐๐
Jangan lupa Like dan Komenโคโคโค
Terimakasih๐๐๐
__ADS_1