
Setelah dirasa sudah selesai makan, mereka melanjutkan dengan obrolan hangat di ketiganya. Lora dan Lori saling bermanja kepada Ny.Alice.
Lora dan Lori kini sudah berbaring di atas paha Ny.Alice
"Ma, aku ingin Mama dan Lori pindah dari rumah ini." ucap Lora sembari mendongakkan kepalanya, melihat ke arah Ny.Alice yang sedang membelai rambut Lora dan Lori.
Ny.Alice yang kaget dengan ucapan putri sulungnya sontak berhenti dari aktivitasnya membelai rambut kedua putrinya.
"Kenapa sayang." jawab Ny.Alice yang sebenarnya sudah tau maksut putri sulungnya itu menyuruhnya pindah dari rumah kontrakan tersebut.
"Ma, Lora cuma ingin Mama dan Lori tinggal ditempat yang lebih nyaman." sahutnya sembari bangun dan segera duduk. "Ma, setidaknya lakukan ini untuk Lori."
"Aku sudah menyiapkan rumah baru untuk Mama dan Lori. Aku ingin Mama dan Lori hidup lebih cukup dan tidak selalu kekurangan seperti ini." dengan nada yang sedikit keras, Lora menunjukkan maksut dari ucapannya membelikan rumah baru untuk Ny.Alice dan Lori.
Ny.Alice membisu dengan ucapan putri sulungnya itu. Dipikirannya saat ini langsung tertuju pada Han, Ny.alice bingung harus berbicara apa nanti kepada suaminya itu tentang putri sulungnya yang berniat baik membelikannya rumah untuknya dan adiknya. Apa Ia harus rela tidak lagi tinggal bersama suaminya. Ny.Alice berfikir keras Ia juga sebenarnya tidak ingin putri bungsunya hidup tidak nyaman di rumah yang kecil seperti saat ini. sangat berbeda dengan Lora yang serba berkecukupan dengan Tn.Albert
Lora dan Lori sebelumnya sudah membuat kesepakatan dan rencana. Lora mengharuskan Lori tinggal bersama Mama dan Ayah tirinya semata-mata untuk menemani dan melindungi Ny.Alice dari pria ******** itu sementara waktu, sebenarnya Lori enggan untuk tinggal bersama Mama dan Ayah tirinya tapi, mengingat Lori yang masih sekolah dan memerlukan banyak biaya, dengan berat hati dia dengan pasrah mengikuti rencana Lora, Lori mengerti akan tindakan Kakaknya tersebut. dan Ia mau menurutinya. Sedangkan Lora yang memilih untuk mengambil peran sebagai Tulang punggung bagi Ny.Alice dan Lori. Ia akan berusaha untuk membahagiakan Mama dan adiknya supaya bisa hidup lebih cukup. Maka dari itu tujuan Lora menyusul Ayahnya ke Bali, Lora ingin bekerja untuk Mama dan Adiknya. Meskipun sebenarnya bisa saja dengan muda Lora meminta uang ke Tn.Albert untuk mencukupi kebutuhan hidup. Tapi Lora tidak mau harus bergantung pada kekayaan Ayahnya. Dia lebih memilih bekerja mencari uang sendiri walau diperusahaan Ayahnya sendiri sekalipun.
"Benarkah kak? kalau begitu Lori akan mempunyai kamar sendiri? ahh Lori tidak sabar untuk menempati kamar Lori sendiri." dengan mata yang berbinar bahagia Lori memeluk Lora dengan begitu erat. betapa bahagianya Lori saat itu. Lori berharap supaya Mamanya mau menerima niat baik Lora.
"Mama tenang saja, Lora membeli rumah baru untuk kalian bukan uang dari Ayah. Lora memakai uang Lora sendiri." seakan-akan Lora tau maksut dari diamnya Ny.Alice akan rencananya.
Ny.Alice masih tetap membisu, di satu sisi Ia juga memikirkan hal itu. Ny.Alice tidak mau menerima sedikitpun apapun yang berhubungan dengan mantan suaminya itu, Tn.Albert. Bahkan untuk biaya Lori pun Ny.Alice enggan untuk menerimanya. Itu semua karna pengaruh dari Han.
Lora yang tidak mendapatkan jawaban dari Ny.Alice pun angkat bicara. "Terserah Mama jika mama mengajak Om Han tinggal bersama, aku tidak peduli! yang Lora pikirkan hanyalah Mama dan Lori."
seketika wajah Ny.Alice sedikit berubah, sepertinya putrinya itu mengerti apa sedang Ia pikirkan.
__ADS_1
"Mama akan berdiskusi dengan Ayah tiri kalian."
"Jika dia tidak menyetujuinya, Lora sendiri yang akan berbicara kepadanya."
*****
Jam sudah menunjukkan pukul 07.00 malam, Lora berpamitan pulang kepada Ny.Alice dan Lori. Beruntung pria ******** itu belum pulang bekerja, sehingga Lora tidak akan bertatap muka dengannya. Lora sangat membenci Han. Yang Lora ingin lakukan hanyalah membunuh pria ******** itu jika Lora bertemu dengannya.
*Princess, kakak tadi memberikanmu hadiah. Ada hadiah dari Tante Yanti juga. Kakak titipkan ke mama. •Lora
Benarkah kak? wahhh, terimakasih kakakku tersayang emuachhh. •Lori
Iya sayang, jangan lupa berterimakasih kepada Tante Yanti. Oh iya jangan bilang ke Mama kalau ada hadiah dari Tante Yanti untukmu. good night princess emuachh. •Lora
Baiklah kak, Kakak tenang saja. Aku tidak akan bilang ke Mama. Good night too Kak. •Lori*
Lora baru saja sampai di depan rumahnya. Dengan cepat Lora masuk ke dalam rumah, ternyata masih ada beberapa sahabatnya masih singgah dirumahnya.
Lora mendudukkan tubuhnya disofa disamping Nadia.
"Ahhhh, leganya sudah ketemu Mama dan Princess." Lora menggerutu pelan. tapi tetap terdengar oleh para sahabatnya itu.
Seketika itu mereka berempat hanya terdiam dan saling menatap ke arah Lora.
"Kenapa kalian melihatku seperti itu." ucap Lora bingung melihat keempat sahabatnya menatapnya sambil tersenyum.
"nggak papa Ra, kita seneng aja ngeliat kamu seneng udah ketemu Mama kamu dan Lori, oh iya gimana kabar Mama kamu dan Lori?" ucap Yasmine kepada Lora.
__ADS_1
"Mereka baik-baik saja." Jawab Lora dengan raut wajah bahagia.
"Syukurlah." Jawab mereka serempak.
"Oh iya Ra, ikut kita ke Club X yuk." ajak Nadia kepada Lora.
"Hah? ngapain?" jawab Lora dengan sedikit bingung.
"apalagi kalau tidak bersenang-senang." Ucap Ayumi menimpali.
"Tapi--."
Belum selesai Lora berbicara, para sahabatnya itu langsung saja menarik tangan Lora supaya mau ikut ke Club bersama mereka. Beruntung sebelum pulang dari rumah Mamanya Lora sempat membersihkan diri di rumah Mamanya.
Lora yang tidak dapat berbicara lagi dengan tingkah sahabat-sahabat nya itu hanya mampu menurutinya dengan pasrah.
.
.
.
.
.
🍃🍃🍃🍃🍃
__ADS_1
Jangan lupa Like dan Komen❤❤❤
Terimakasih🙏🙏🙏