Amazing Girl

Amazing Girl
Episode 13 -Memaksa-


__ADS_3

"Maksut kamu gimana sih Nad?" Lora semakin bingung dan penasaran dengan ucapan Nadia.


"Apa saran nya?"


"Membantu kamu bagaimana?" Tanya Lora secara beruntun, Lora tidak tahu sama sekali saran apa yang akan diberikan Nadia, dan bantuan semacam apa yang ingin Nadia harapkan.


Sedang Yasmine, gadis itu lebih memilih untuk diam. mendengarkan serta menyimak pembicaraan antara 2 sahabatnya tersebut. Yasmine tidak tahu rencana apa yang sedang Nadia buat, yang pasti semoga saja rencana itu tidak akan membuat Lora merasa terbebani.


Nadia tampak berdiam diri, menyusun kata-kata agar Lora mau mendengarkan dan mau menyetujui saran yang Ia buat dan mau membantunya.


"Nad!" Panggil Lora sedikit berteriak agar Nadia segera memperjelas maksut dan tujuan Nadia.


"ehh gini Ra... Kamu masih inget kan sama yang namanya Iren?"


"Inget! Iren yang sempat mau ngerusak hubungan kamu dengan Jho kan?" Tanya Lora untuk meyakinkan.


"Tepat..."


"Terus?" belum sempat Nadia meneruskan ucapannya, Lora memotongnya dengan pertanyaan.


"Ishh... belum juga kelar, main potong aja." Ucap Nadia memutar bola matanya malas. "aku kemarin sempet diceritain sama Jho kalau si Iren itu sekarang lagi berusaha buat dapetin Wildan, perempuan itu sekarang udah pindah ke lain hati. bukan Pacar aku lagi sekarang yang dia incer tapi si Wildan."

__ADS_1


Lora mengernyitkan dahinya, masih bingung dengan ucapan Nadia.


"Hah?! yang bener Nad? Emang dasar ya tuh perempuan! gak punya malu banget!" Ucap Yasmine tiba-tiba. Nadia mengangguk-anggukan kepalanya setuju dengan ucapan Yasmine. "Pantes aja pas waktu di Club tuh perempuan kayaknya sengaja buat slalu deket-deket sama Wildan." imbuh Yasmine dengan raut wajah yang kesal. Berfikir heran kok ada perempuan macam itu.


"Ra, gimana kalau kamu terima aja Wildan buat jadi pacar kamu. Biar mampus tuh si Iren! ya itung-itung bantuin aku buat balas dendam sama Iren, masih muak aku sama dia! masih nggak terima aku dia pernah mau hancurin hubungan aku sama Jho!" Ucap Nadia to the point sembari menampakkan raut wajah yang begitu kesal.


Mendengarkan ucapan dari Nadia, mata Lora seakan membulat dengan sempurna. kaget dengan ucapan Nadia yang menyuruhnya menerima pernyataan cinta Wildan semata-mata untuk membalaskan dendamnya kepada Iren, perempuan yang dulu hampir saja menghancurkan hubungannya dengan kekasihnya, Jhoshua.


Di satu sisi Nadia memang sengaja meminta itu kepada Lora, Nadia hanya ingin Lora tidak lagi teringat dengan Bara, Pikir Nadia mungkin saja lambat laun dengan Lora menjalin hubungan dengan Wildan bisa membuatnya lupa akan masalalunya bersama Bara, dan juga siapa yang tau kalau nantinya Lora bisa saja sewaktu-waktu membuka hatinya untuk Wildan, Wildan pria yang baik. Nadia sangat tau hal itu. Ya walaupun cara Nadia salah dengan beralasan menyuruh Lora menerima Wildan hanya semata-mata untuk membalaskan dendamnya kepada Iren. Tapi tidak masalah, yang terpenting berharap agar dengan adanya rencana ini Lora bisa melupakan rasa sakit pada masalalunya.


"Hah?! Nggak deh Nad! aku nggak mau nyakitin perasaan orang! kalau kayak gitu, apa bedanya dengan penghianat!" Lora kesal dengan Nadia. Lora benar-benar tidak habis fikir dengan Nadia.


"Aku nggak ada perasaan apa-apa sama Wildan! aku nggak bisa ngejalin hubungan tanpa rasa sedikitpun!" imbuh Lora masih dengan raut wajah yang kesal.


Lora diam mendengar pertanyaan dari Nadia, Lora bingung harus menjawab apa, pertanyaan Nadia seolah memang membenarkan semuanya "Sial!" umpat Lora dalam hati.


"Ra, udah deh kamu terima aja Wildan! Aku yakin kalau dia itu bener-bener cinta sama kamu!" Ucap Nadia memaksakan kehendak.


Lora masih diam, pusing dengan Nadia yang memaksa agar Ia menerima cinta Wildan. Sedangkan ia sebenarnya tidak bisa menerima akan hal itu. Lora tidak ingin menghianati Wildan, menerima Wildan hanya bertujuan untuk balas dendam. jahat sekali dia kalau harus mengorbankan Wildan yang memang benar-benar tulus mencintainya. Tapi disisi lain Lora juga ingin sekali memenuhi permintaan Nadia, bagaimana pun juga Nadia adalah sahabatnya. bagi Lora siapapun orang yang pernah menyakiti hati sahabatnya, mereka akan mendapatkan balasan yang setimpal. bagi Lora persahabatan itu melebihi apapun di dunia ini. Dalam keadaan dirinya jatuh sejatuh jatuhnya, hanya Sahabat yang masih setia menuntunnya untuk bangkit.


"Ra... Please demi sahabatmu ini, aku sakit hati banget sama Iren Ra! satu-satunya cara buat balas dendam ke dia ya ini. Aku pengen lihat Iren sakit sesakit sakitnya!" Ucap Nadia, menatap kosong ke satu arah. sembari mengusap air matanya yang menetes, sedikit drama. agar Lora menyetujui rencananya.

__ADS_1


Lora semakin frustasi melihat Nadia kini berucap sembari meneteskan air matanya, sekarang ini Lora yakin bahwa Nadia memang benar-benar sakit hati terhadap Iren. Tak mau membuat sahabatnya kecewa Lora pun mengiyakan permintaan sahabatnya tersebut.


"Nad..."


"iya udah deh aku bakal nerima Wildan, tapi kamu jangan nangis kayak gini dong, tenang aja aku bakal buat Iren ngerasain apa yang kamu rasain." Ucap Lora dengan suara yang lirih, memeluk Nadia, menghapus air mata Nadia dengan jari tangannya.


"Udah jangan nangis."


"Makasih ya Ra." Ucap nadia memeluk Lora, dengan menyunggingkan senyum penuh makna. dalam hatinya berucap. "Semoga dengan adanya rencana ini, kamu perlahan bisa melupakan masa lalu kamu Ra."


Yasmine pun yang sedari tadi hanya memperhatikan kedua sahabatnya debat yang berujung haru, seketika ikut memeluk Lora dan Nadia. Tanpa Yasmine tau ini hanyalah drama yang telah sengaja Nadia buat.


.


.


.


.


.

__ADS_1


🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2