ANAK GENIUS : MELAHIRKAN ANAK CEO

ANAK GENIUS : MELAHIRKAN ANAK CEO
Akhirnya Menemukanmu


__ADS_3

.


.


.


.


.


Keesokan harinya...


Seperti biasa Tasya sedang memasak untuk sarapan semuanya.


"Mommy, Alta ingin makan nasi goreng."


"Siap bosku."


Cherry tampak terus memperhatikan gerak-gerik Tasya yang sedang memasak dengan mulutnya penuh dengan roti.


"Aunty kenapa sih, dari tadi memperhatikan Mommy terus?" tanya Alta.


Tasya menoleh ke arah Cherry dengan tatapan bingung.


"Kamu kenapa Cher? lihatin aku kaya gitu? jangan bilang sudah lama kamu menjomblo, kamu jadi suka sama perempuan," cibir Tasya.


Uhuk..uhuk..uhuk..


Cherry tersedak roti yang dimakannya, Cherry dengan cepat mengambil susu dan meminumnya.


"Sembarangan kalau ngomong, meskipun di dunia ini semua pria punah, ogah banget jeruk makan jeruk," ketus Cherry.


"Terus, ngapain kamu lihatin aku kaya gitu?" tanya Tasya.


"Setelah aku lihat-lihat, benar apa yang dikatakan Mr.Franky kalau kamu itu terlihat seperti belum punya anak, body kamu bagus banget, wajah cantik, kulit putih bersih, bagaimana kalau aku jadikan kamu artis juga," seru Cherry.


"Apa? enggak ah, aku ga percaya diri kalau jadi seorang artis."


"Ayolah Sya, katanya kamu mau sukses, ini adalah kesempatan kamu Sya. Alta, boleh kan Mommy kamu jadi artis?" tanya Cherry.


"Hmmm...boleh, tapi ada satu syarat," sahut Alta.


"Apa?" tanya Cherry dan Tasya bersamaan.


"Jangan pakai pakaian ****, jangan dekat-dekat dengan pria manapun, jangan kecentilan, no main sinetron, no main film, jangan sampai lupa waktu, semua tawaran pekerjaan Mommy harus seizin Alta, Alta tidak mau Mommy terlalu sibuk sampai lupa mengurus Alta," cerocos Alta dengan mulut penuh nasi goreng.


Cherry dan Tasya saling pandang satu sama lain..


"Alta ini sebenarnya putera Mommy atau suami Mommy? banyak banget persyaratannya," seru Tasya.


"Itu terserah Mommy, pokoknya kalau Mommy tidak mau menuruti persyaratan Alta, Mommy tidak boleh menjadi artis. Alta juga masih sanggup kok menafkahi Mommy."


"Tuh, kamu dengar sendiri kan Cher."


"Ya sudah, Aunty hanya jadikan Mommy kamu model iklan saja ya sama model barang-barang gitu, bagaimana?" seru Cherry meminta persetujuan Alta.


"Thats right."


"Yess...siap-siap Tasya, kamu akan menjadi model papan atas," seru Cherry.

__ADS_1


***


Semenjak perbincangan mereka itu, akhirnya Cherry benar-benar menjadikan Tasya sebagai model. Tapi Tasya hanya menerima tawaran untuk menjadi model iklan ataupun brand ambasador tertentu tetap saja semua kendali Alta yang pegang.


Dalam waktu singkat, Tasya menjadi model papan atas dan terkenal. Banyak brand-brand terkenal yang meminta Tasya menjadi model produknya.


Semakin hari perkembangan ekonomi Tasya dan Alta naik secara drastis, banyak tawaran dengan bayaran yang sangat tinggi bahkan saat ini Tasya sudah disejajarkan dengan artis-artis hollywood lainnya.


Cherry dan Alta saat ini sedang menunggu Tasya selesai pemotretan dan Alta sedang sibuk dengan gadgetnya. Alta memang punya kerjaan sampingan yaitu sebagai peretas handal, banyak pemilik perusahaan terkenal meminta bantuan Alta untuk meretas perusahaan yang menjadi saingan mereka.


"Akhirnya selesai juga," seru Cherry.


"Maaf kalian harus menunggu lama," sahut Tasya.


"It's ok Mommy."


"Kamu dapat kerjaan lagi boy?" bisik Tasya.


"Yes Mommy, dan Mommy tahu Alta dibayar satu Milyar untuk itu," sahut Alta dengan berbisik pula.


"Whaaaattt, serius kamu?"


"Iya Mommy, soalnya perusahaan yang Alta retas itu perusahaan paling berpengaruh di Paris ini, kalau sampai data-data rahasia perusahaan itu Alta retas kemudian perusahaan yang meminta bantuan Alta tahu, otomatis perusahaan ini untungnya sangat luar biasa jadi kalau memberikan harga segitu kepada Alta mereka tidak masalah," sahut Alta.


"Baguslah."


"Yuk, kita pulang," ajak Cherry.


Mereka bertiga tidak langsung pulang ke rumah, tapi mampir dulu ke sebuah restoran untuk makan siang.


"Sya, ada berita buruk."


"Kontrak kerjasama aku disini sudah berakhir dan kayanya aku juga harus kembali ke Indonesia. Tapi kalau kamu dan Alta masih betah disini, it's ok aku ga bakalan memaksa kalian untuk ikut aku pulang," sahut Cherry.


"Sayang, kalau kita pulang ke Indonesia apa kamu bersedia?" tanya Tasya.


"Mommy jangan tanya Alta, tapi tanya pada diri sendiri, Mommy siap tidak kalau kita pulang ke Indonesia? kalau Alta, mau tinggal dimana pun juga tidak jadi masalah," sahut Alta yang seakan tahu tentang perasaan Tasya.


"Nah, benar yang dikatakan Alta apa kamu sudah siap untuk kembali?"


"Ok, kita kembali ke Indonesia," sahut Tasya mantap.


"Baiklah, kalian hanya tinggal menyelesaikan kontrak yang sudah ditandatangani setelah itu kita langsung terbang ke Indonesia," seru Cherry.


***


Sementara itu di Indonesia...


Vano dan Alvian saat ini sedang berada sebuah rumah sakit, Papa Bakrie mengalami serangan jantung tapi Alhamdulillah tidak sampai fatal.


"Vano, Alvian, kapan kalian bisa menemukan Tasya dan cucuku? ini sudah empat tahun lamanya, pasti cucu Papa sudah besar," lirih Papa Bakrie.


"Maaf Pa, Vano belum bisa menemukan Tasya."


"Iya Pa, Al juga belum bisa menemukan mereka."


"Bagaimana ya sekarang keadaan Tasya? apa dia punya tempat tinggal? apa dia hidup dengan layak diluaran sana? Mama sangat khawatir dengan mereka," seru Mama Elis dengan raut wajah yang sedih.


"Al akan terus berusaha mencari mereka, Ma."

__ADS_1


"Ma, Pa, Vano hari ini ada meeting jadi Vano harus pergi."


"Iya Nak, tidak apa-apa kamu pergi saja."


"Kalau begitu Vano pergi dulu."


Vano pun meninggalkan rumah sakit...


"Kamu tidak ke kantor Al?" tanya Mama Elis.


"Tidak, Al cuti hari ini."


"Ya sudah kalai begitu."


Vano kembali ke kantornya, setelah satu jam meeting Vano pun masuk ke dalam ruangannya dan menyandarkan tubuhnya sembari memijit keningnya terasa berdenyut.


Tok..tok..tok..


"Masuk."


"Maaf Tuan saya mengganggu."


"Ada apa?"


"Tuan bisa menyalakan televisi?"


Vano membenarkan posisinya dan menatap anak buahnya dengan tatapan bingung. Tapi dengan cepat Vano mengikuti apa yang diucapkan oleh anak buahnya dan seketika melotot melihat berita gosip didalam televisi sana.


"Sebuah perusahaan shampo ternama akan menjalin kerjasama dengan seorang model internasional yang sekarang sedang naik daun dan akan dijadikan ambasador merk shamponya, artis berparas cantik yang bernama Tasya Kamila ini direncanakan minggu depan sudah sampai di Indonesia, bahkan fans Tasya Kamila yang ada di Indonesia sangat menantikan kedatangan sang artis idola, demikian breaking news dari kami."


Itulah yang diucapkan pembawa acara sebuah station televisi.


"Tasya jadi model?" gumam Vano.


"Nona Tasya saat ini sudah menjadi model papan atas yang namanya sangat terkenal diseluruh Paris, selama ini Nona Tasya tinggal di Paris Tuan dan minggu depan rencananya Nona Tasya pulang ke Indonesia dan sepertinya Nona Tasya akan tinggal lagi disini," seru anak buah Vano.


"Ok, kamu cari tahu pukul berapa Tasya sampai di Bandara kita harus lobi mereka."


"Baik Tuan."


.


.


.


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen


TERIMA KASIH


LOVE YOU

__ADS_1


__ADS_2