
.
.
.
.
.
Dua bulan sudah usia pernikahan Alvian-Tasya serta Vano-Cherry. Walaupun Alvian dan Tasya sudah menikah lima tahun yang lalu, tapi mereka baru merasakan benar-benar menjadi pasangan suami istri itu baru dua bulan belakangan ini.
Semenjak menikah, Vano memutuskan untuk membeli rumah sendiri dan membawa Cherry ke rumah barunya. Sedangkan Alvian dan Tasya tinggal di rumah yang dulu Alvian brlikan untuk Tasya dan Alta.
Alvian memasuki ruangan kerja Vano dan langsung merebahkan tubuhnya diatas sofa.
"Kamu kenapa Al?" tanya Vano bingung.
"Aku capek Bang, semalam ga bisa tidur."
"Lah, kenapa memangnya?"
"Tasya kelakuannya aneh, masa tengah malam dia pengen makan nasi goreng buatan aku Bang, sudah tahu aku ga bisa masak. Eh, pas sudah susah-susah aku buatin, dia malah ga mau makan katanya biar aku yang makan. Terus yang lebih parah lagi, Tasya ga mau deket-deket sama aku Bang katanya bau," cerocos Alvian dengan kesalnya.
"Kok sama sih Al, Cherry juga akhir-akhir ini sangat menyebalkan tiap malam dia *****-***** aku tapi pas mau aku apa-apain dia ga mau malah ngambek, kesiksa aku Al kamu tahu kan bagaimana rasanya kalau adik kita sudah bangun tapi ga dapat tempat itu rasanya sesak banget," keluh Vano.
"Mereka kenapa ya, Bang? apa jangan-jangan mereka hamil lagi Bang," seru Alvian.
"Hah..hamil."
"Iya, kayanya kita harus periksa mereka."
Akhirnya Alvian dan Vano pun menghubungi istri mereka masing-masing dan mengajaknya untuk periksa ke Dokter.
Sesampainya di rumah sakit mereka memeriksakan istri mereka masing-masing dan ternyata dugaan Alvian benar kalau istri mereka sedang hamil dan usia kandungan Tasya dan Cherry sama-sama berusia empat minggu.
Alvian dan Vano sangat bahagia mendengar berita kehamilan istri mereka, bahkan berita kehamilan para istri sultan itu menjadi trending topik diseluruh media.
"Mommy...." teriak Alta.
"Hallo sayang, jangan lari-lari nanti jatuh."
"Mommy, bagaimana kalau mulai sekarang Mommy jangan bekerja lagi kasihan adik Alta."
"Nah, yang dikatakan Alta benar kamu harus istirahat ga boleh kerja lagi," sambung Alvian.
"Tapi kontrakku masih ada sembilan bulan lagi."
"Aku ga peduli, pokoknya besok kamu harus jumpa fans dan mengumumkan kalau kamu mau mundur dari dunia hiburan soal finalti, aku yang akan bayar berapa pun itu," seru Alvian.
"Iya, kalau Daddy tidak sanggup bayar finalti biar Alta saja yang bayar, uang Alta sangat banyak cukup untuk membayar finalti Mommy," sahut Alta.
Tasya tidak bisa berkata apa-apa lagi, kalau kedua pria kesayangannya sudah bicara seperti itu berarti tidak ada alasan lagi untuk Tasya menolaknya.
"Baiklah, Mommy akan mundur dari dunia hiburan."
Semenjak itu Tasya benar-benar mengadakan jumpa fans dan mengundurkan diri dari dunia hiburan. Tasya dan Cherry setiap hari hanya diam di rumah, bahkan para bumil itu sering kali membuat para suaminya pusing tujuh keliling.
__ADS_1
Waktu pun berjalan dengan cepat, tidak terasa usia kandungan Tasya dan Cherry sudah memasuki usia sembilan bulan, Alvian dan Vano menjadi suami siaga bagi istri-istrinya.
Alvian dan Vano sangat panik saat mendengar kabar kalau istri mereka saat ini dibawa ke rumah sakit karena kemungkinan Tasya dan Cherry akan melahirkan.
Alvian dan Vano langsung meluncur ke rumah sakit, saat ini Mama Elis dan Papa Bakrie sudah ada di rumah sakit untuk menemani para menantu mereka.
"Sakit Ma," keluh Cherry.
"Iya, sabar sayang kamu harus banyak-banyak berdo'a sebentar lagi Vano datang," seru Mama Elis.
Cherry agak cengeng karena memang ini pertama kalinya Cherry mengandung dan mau melahirkan jadi wajar kalau Cherry cengeng. Berbeda dengan Tasya, karena dia sudah merasakan bagaimana melahirkan, Tasya lebih santai walaupun memang pada kenyataannya terasa sangat sakit.
"Pa, dimana istri kami?" seru Vano.
"Cherry disana dan Tasya disebelah sini."
"Baiklah."
Alvian dan Vano pun masuk ke ruangan bersalin istri mereka masing-masing.
"Sayang.." seru Vano.
"Mas sakit."
"Iya sayang, kamu yang sabar ya."
"Mama keluar dulu ya."
"Iya Ma."
Sedangkan di ruangan bersalin Tasya, Tasya tampak sedang duduk di atas ranjang dengan Alta yang terus mengelus perut buncit sang Mommy.
Alvian langsung mendekat...
"Mas..."
"Sayang, mana yang sakit?" tanya Alvian.
"Tidak Mas, ini sudah biasa bahkan saat melahirkan Alta pun aku kuat sendirian."
"Maaf.."
"Tidak usah minta maaf, itu semua sudah berlalu sekarang yang terpenting kamu ada di sisiku."
"Aku akan selalu ada disisimu, sayang."
Tidak lama kemudian, Tasya dan Cherry pun mulai berjuang untuk melahirkan anak-anak mereka. Mama Elis, Papa Bakrie, dan Alta menunggu di depan ruangan bersalin dengan perasaan cemas.
Oekk..oekk..oekk..
Suara tangisan bayi menggema diseluruh ruangan itu, Alvian dan Vano sama-sama meneteskan airmatanya kala melihat sang buah hati hadir di dunia.
Alvian masih berada di samping Tasya, karena Tasya harus mengeluarkan anaknya satu lagi. Ya, ternyata Tasya mengandung anak kembar.
Oek..oek..oek..
Anak kedua Alvian dan Tasya pun hadir, mereka dikaruniai bayi kembar perempuan sedangkan Cherry dan Vano dikaruniai bayi laki-laki.
__ADS_1
Setelah selesai, Tasya dan Cherry dipindahkan ke ruangan rawat. Papa Bakrie meminta Tasya dan Cherry di tempatkan disatu ruangan yang sama supaya mereka gampang mengurus keduanya.
"Sayang, anak kita cantik banget dan wajahnya keduanya mirip sama kamu," seru Alvian.
Tasya hanya tersenyum menanggapi ucapan Alvian.
"Ma, Pa, lihat deh anak Vano mirip banget ya dengan Vano."
"Iya, tampan sekali."
"Kamu mau kasih nama siapa?" tanya Papa Bakrie.
"Vary Kristian Bakrie."
"Kalau anak-anak kalian?" tanya Mama Elis kepada Alvian.
"Nasya Bastian Bakrie sama Alsya Bastian Bakrie," sahut Alta.
Tasya dan Alvian saling pandang satu sama lain dan kemudian melihat ke arah Alta.
"Mommy dan Daddy tidak boleh protes, Alta tahu kalian belum menyiapkan nama kan? makannya Alta siapkan nama itu untuk adik-adik Alta," sahut Alta.
Semuanya yang ada disitu pun tertawa mendengar ocehan anak tampan dan genius itu.
Sekarang lengkap sudah kebahagiaan keluarga Bakrie, ternyata setelah hujan terbitlah pelangi. Kisah cinta Tasya yang begitu rumit dan penuh dengan deraian airmata tidak membuatnya patah semangat, Tasya adalah wanita hebat dan tangguh.
Setelah apa yang selama ini dia alami, akhirnya kebahagiaan pun datang. Sekarang Tasya sudah mempunyai keluarga yang sangat lengkap. Suami yang menyayanginya, anak-anak yang pintar dan genius, serta mertua yang sangat peduli kepadanya.
"Terima kasih sudah menjadi ibu yang hebat dan melahirkan anak-anakku dengan selamat, I love you Tasya Kamila."
"I love you too, Alvian Bastian Bakrie."
Alvian pun memeluk istri dan anak-anaknya dengan penuh kebahagiaan dan rasa syukur.
.
.
.
Hallo guys, akhirnya sudah selesai juga nih semoga Tasya dan Alvian bahagia selalu. Untuk para reader terima kasih atas semua dukungannya🙏🙏tetap dukung ya dan do'akan mudah-mudah jadi salah satu pemenangnya, karena karyaku ini ikutan lomba🙏🙏😘😘
Sampai jumpa lagi di karya ku yang lainnya, jangan lupa mampir juga ya di karyaku ini
Tak kalah seru juga loh🙏🙏
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
__ADS_1
TERIMA KASIH
LOVE YOU