
.
.
.
.
.
Mobil Alvian pun sampai di sebuah lokasi shooting untuk sebuah iklan sabun mandi. Cherry turun dengan menggandeng Alta, sedangkan Alvian langsung membukakan pintu mobil untuk Tasya.
Semua mata tertuju kepada pasangan Alvian dan Tasya, para wartawan yang sudah stand by dari pagi pun langsung menyerbu Alvian dan Tasya.
"Tasya, apa benar anda menjalin hubungan dengan Tuan Alvian Bastian Bakrie?"
"Sejak kapan kalian punya hubungan?"
"Apa kalian sudah kenal sejak masih di Paris?"
Para wartawan langsung memberondong Alvian dan Tasya dengan berbagai macam pertanyaan. Para pengawal yang memang sudah disiapkan oleh tim managamen langsung menghadang para wartawan itu.
Alvian merangkul Tasya dengan erat, seolah tidak mau membuat istrinya itu terluka. Alvian segera membawa Tasya masuk ke dalam.
Sesampainya didalam, semua crew tampak melongo melihat kedatangan sang pengusaha tampan nan kaya itu ke lokasi shooting.
"Tasya, kamu pacaran ya sama Alvian Bastian Bakrie?" tanya salah satu crew.
"Aku bukan pacarnya, tapi suaminya," sahut Alvian.
"Apa?" seru semuanya bersamaan.
"Serius, kalian sudah menikah? kapan?"
"Memangnya kalian tidak lihat apa wajah Alta mirip siapa?" seru Cherry.
Seketika semua crew memperhatikan Alta dengan seksama..
"Iya juga sih, Alta mirip banget dengan Alvian."
"Nah kan sudah terbukti kalau kita itu adalah pasangan suami istri," sahut Alvian.
"Tapi kok di berita bilang kalau Mas Alvian itu masih single, hayo...." seru crew yang lainnya.
"Karena dulu kita menikah hanya ijab kabul saja, tapi dalam waktu dekat ini kita berencana mau mengadakan resepsi pernikahan walaupun waktunya sangat telat," sahut Alvian.
"Wuuhhhhuuuu, selamat ya."
Akhirnya semua crew memberikan selamat kepada Alvian dan Tasya. Alvian sangat bahagia, berbeda dengan Tasya yang terlihat memdelikan matanya ke arah Alvian.
Alvian duduk dengan Alta, sedangkan Tasya sedang siap-siap untuk proses shooting iklan sabun mandi. Tidak lama kemudian, Tasya keluar dengan hanya menggunakan pakaian yang hanya menutup bagian dada dan menampilkan paha mulus, pundak, punggung membuat Alvian menganga.
"Tasya, ini adalah pasangan kamu nanti," seru sang sutradara.
"Hallo, Miko."
"Tasya, semoga kita bisa bekerjasama dengan baik."
"Ok, baiklah yuk kita mulai proses shootingnya," teriak sang Sutradara.
"Tunggu..." teriak Alvian.
"Iya ada apa Pak Alvian?"
"Kenapa harus ada prianya?" geram Alvian.
"Iya Pak Alvian, soalnya kan ceritanya mereka itu pasangan suami istri nah nantinya karena si istri selalu memakai sabun mandi ini si suami akan betah dirumah, dan itu yang akan menarik perhatian pembeli," jelas Sutradara.
"Mas Alvian, bisa duduk biarkan proses shootingnya berjalan dengan lancar," kesal Cherry.
"Tapi Cherr----"
"Sudah Mas Alvian duduk saja ya, ini hanya shooting."
Alvian pun duduk disamping Alta yang sedang siap-siap di makeup dengan raut wajah yang kesal melihat sang Istri harus dipegang-pegang oleh pria lain.
__ADS_1
"Calm down Daddy, hanya sebentar jangan cemburu," seru Alta dengan santainya.
Alvian tidak menjawab...
Proses shooting pun dimulai, Miko sang pria terlihat bertelanjang dada membuat Alvian semakin tidak nyaman duduk. Disaat Miko mendekati Tasya yang baru selesai mandi dan hendak memeluk Tasya dari belakang, Alvian geram.
"Stoooooppop...." teriak Alvian.
Semua crew menatap ke arah Alvian...
"Hai, bisakah si pria itu tidak pegang-pegang istriku?" seru Alvian.
Cherry dan Alta tampak menepuk jidatnya melihat tingkah Alvian.
"Maaf Pak Alvian, tapi adegannya harus seperti itu biar terlihat seperti nyata," sahut sang sutradara.
"Mas, sudah diam saja kalau Mas ganggu terus, shootingnya ga bakalan selesai-selesai," rengek Tasya.
Cherry menarik tangan Alvian dengan kesalnya..
"Maaf Pak, silakan lanjut lagi," seru Cherry.
Cherry dengan kesalnya membawa Alvian duduk kembali. Proses shooting kembali dimulai, Tasya mulai melakukan adegan yang diarahkan sang sutradara. Tasya membasahi tubuhnya dan memakai sabun yang diiklankan, Alvian yang melihat itu menjadi merinding dan panas dingin.
Alvian kembali tersulut emosi, saat Miko datang dan mendekati Tasya.
"Stooooopppp...."
"Astaga Mas..." kesal Tasya.
"Biar aku yang menggantikan si pria itu," seru Alvian dengan lantangnya.
Seketika semua orang melotot, bahkan Alta yang saat ini sedang memakan coklat pun sampai jatuh coklat dari tangannya karena saking terkejutnya dengan ucapan sang Daddy.
"Maksud Pak Alvian apa?" tanya sang Sutradara.
"Aku tidak mau istri aku dipegang-pegang sama pria lain, aku yang akan menggantikan posisi si pria," sahut Alvian mantap.
"Pak, kalau Pak Alvian menggantikan posisi Miko itu akan sangat menguntungkan untuk kita secara belum pernah seorang pengusaha tampan dan sukses mau membintangi sebuah iklan, pasti penjualan produk kita meningkat seketika," bisik salah satu crew kepada sang Sutradara.
"Benar juga kamu. Baiklah, Miko maaf kamu digantikan dulu sama Pak Alvian," seru sang Sutradara.
"Daddymu terlalu posesif, Alta," bisik Cherry.
"Iya Aunty."
Tidak lama kemudian, Alvian keluar dengan bertelanjang dada. Tubuhnya yang putih bersih, kekar, dan perut kotak-kotak membuat semua crew wanita menganga termasuk Tasya dan Cherry.
Tasya pun baru pertama kali ini melihat tubuh suaminya.
"Ok, sekarang kita mulai shootingnya."
Shooting pun dimulai, seperti diawal Tasya mulai membasahi tubuhnya dan memakai sabun setelah selesai mandi Tasya keluar dari dalam kamar mandi dan Alvian pun masuk dan langsung memeluk Tasya dari belakang.
Alvian mendengarkan arahan sang Sutradara untuk mencium pundak sang Istri. Tasya merasa merinding dengan perlakuan Alvian, mana jantungnya saat ini berdetak tak karuan lagi.
Sedangkan semua crew tampak menggigit jarinya masing-masing melihat adegan romantis itu. Bahkan saat ini Cherry pun sudah menggigit tas yang dibawanya.
"Ya ampun, mereka romantis banget," gumam Cherry.
"Ok, selesai," teriak sang Sutradara.
Semuanya bertepuk tangan dan bersorak, lain halnya dengan Alvian yang masih dengan posisinya dia tidak sadar kalau proses shooting sudah berakhir.
"Mas, shootingnya sudah selesai," bisik Tasya.
"Sebentar lagi," sahut Alvian yang masih menciumi pundak Tasya.
Tasya yang geram karena merasa malu menjadi tontonan semua orang, langsung menginjak kaki Alvian.
"Aw, sakit Sya."
"Makannya jangan cari kesempatan dalam kesempitan."
Tasya langsung pergi untuk mengganti pakaiannya begitu pun dengan Alvian. Sekarang giliran Alta yang melakukan shooting iklan, Tasya dan Alvian duduk melihat proses shooting puteranya itu.
__ADS_1
"Kamu tadi ngapain sih Mas, pakai mau ganti Miko segala?" tanya Tasya.
"Ya karena aku ga mau melihat kamu di pegang-pegang sama pria lain."
"Dasar lebay."
Tasya beranjak dari duduknya..
"Mau kemana?" tanya Alvian.
"Mau ke toilet, kenapa mau ikut?"
"Memang boleh ikut?"
"Ih, dasar nyebelin."
Tasya langsung pergi meninggalkan Alvian yang saat ini sedang tersenyum. Cherry terlihat sedang menemani Alta, tiba-tiba Fani dan Lina datang mereka memang saat ini akan melakukan shooting di tempat yang sama.
"Fan, bukannya itu Alvian Bastian Bakrie ya pengusaha muda yang sukses itu?" seru Lani.
"Wah benar kamu Lin, kita deketin yuk."
Dengan berjalan berlenggak-lenggok, Fani dan Lina pun menghampiri Alvian yang saat ini sedang mengotak-ngatik ponselnya.
"Hallo...anda Alvian kan? pengusaha sukses yang saat ini sedang naik daun itu?" seru Fani.
Alvian hanya meliriknya sebentar, lalu dia kembali lagi fokus kepada ponselnya.
Merasa diacuhkan, Fani dan Lina pun duduk disamping Alvian.
"Apa kamu butuh teman kencan? kami siap kok kapan pun," bisik Fani dengan memberikan kartu namanya kepada Alvian.
Alvian menghentikan aktivitasnya dan menoleh ke arah Fani. Fani yang dilihat oleh Alvian merasa salah tingkah dan sekarang tangan Fani mulai nakal, dia mengelus lengan kekar milik Alvian.
Tanpa diduga, Tasya yang dari tadi melihat kelakuan Fani langsung menghampirinya. Dengan kesalnya, Tasya menghempaskan tangan Fani yang sedang mengelus lengan Alvian.
"Lepaskan tangan kotormu itu," bentak Tasya.
"Apa-apaan sih kamu Tasya, kalau kamu mau dengan Alvian jangan begini caranya kita bersaing secara sehat," sahut Fani dengan kesalnya.
"Ngapain bersaing, Mas Alvian ini suamiku jadi jangan coba-coba ngerayu suamiku atau akan ku patahkan tanganmu," bentak Tasya.
"Hahahaha....."
Fani dan Lina tertawa mendengar ucapan Tasya.
"Jangan halu deh kamu, mana mungkin Alvian itu suamimu. Dasar wanita gila," cibir Lina.
"Mana buktinya kalau kamu memang sudah menikah dengan Alvian?" seru Fani.
"Jadi kalian mau bukti," seru Tasya.
"Iyalah."
Fani dan Lina melipat tangannya diperut, Tasya langsung duduk dipangkuan Alvian dan dengan cepat menarik tengkuk Alvian. Tasya mencium bibir Alvian membuat Alvian melotot karena terkejut, bahkan ponsel yang dia pegang pun sampai terjatuh.
Semua orang yang ada disana tampak menatap Tasya dan Alvian, sedangkan Fani dan Lina membelalakkan matanya. Tasya hendak melepaskan ciumannya tapi sekarang justru Alvian yang menahan tengkuk Tasya.
Bahkan Alvian semakin memperdalam ciumannya membuat Fani dan Lina merasa malu sendiri dan akhirnya mereka memilih pergi. Sedangkan Cherry dan Alta tampak tersenyum dan bertos ria.
.
.
.
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
__ADS_1
TERIMA KASIH
LOVE YOU