ANAK GENIUS : MELAHIRKAN ANAK CEO

ANAK GENIUS : MELAHIRKAN ANAK CEO
Menuju Kebahagiaan


__ADS_3

.


.


.


.


.


Saat ini Tasya sedang bersantai di rumahnya, Tasya dan Cherry sudah minta izin mereka akan berangkat honeymoon ke Turkie esok hari.


"Borring banget sih, apa aku ke kantornya Mas Al aja ya. Bener juga, sekalian ajak dia makan siang kan sebentar lagi waktunya makan siang," gumam Tasya.


Tasya pun menuju kamarnya dan berdandan secantik mungkin. Setelah selesai, Tasya pun masuk ke dalam kamar Alta.


"Sayang, Mommy mau ke kantor Daddy dulu kamu mau ikut tidak?"


"Tidak Mom, males ngapain ikut hanya melihat kalian bermesraan saja."


"Ya sudah, Mommy berangkat dulu ya jangan lupa makan siang, Mommy sudah masak makanan kesukaan kamu."


"Oke Mommy."


Tasya pun mencium pipi Alta dengan gemasnya kemudian pergi.


"Cherr, aku pergi dulu ya titip Alta."


"Kamu mau kemana?"


"Ke kantornya Mas Al, mau ngajak dia makan siang."


"Oh oke."


Tasya pun segera naik ke dalam taxi yang sebelumnya sudah dia pesan, Tasy sengaja tidak memberitahukannya terlebih dahulu kepada Alvian, dia ingin membuat kejutan.


Sementara itu di kantor Alvian, sebuah taxi berhenti di depan kantor Alvian. Seorang wanita turun dari dalam taxi, penampilannya yang dulu terlihat glamor sekarang berubah seratus delapan puluh derajat.


Wanita itu langsung menuju ruangan Alvian..


"Apa Alvian ada didalam?" tanyanya kepada sekertaris Alvian.


"Ada, Mbak ini siapa dan ada keperluan ap---"


Belum juga sang sekertaris selesai bicara, wanita itu langsung masuk ke dalam ruangan Alvian.


"Tunggu Mbak.."


"Al..."


Alvian yang sedang sibuk dengan laptopnya langsung mendongakkan kepalanya dan betapa terkejutnya Alvian melihat siapa wanita yang sudah datang ke ruangannya.


"Maaf Pak, tadi Mbak ini main masuk saja, saya sudah berusaha mencegahnya."


"Tidak apa-apa, kamu boleh kembali bekerja," seru Alvian.


"Baik, permisi Pak."


Sekertaris Alvian pun keluar dari ruangan Alvian.


"Al, aku sangat merindukanmu."


Prili langsung menghambur ke pelukkan Alvian.

__ADS_1


"Prili, lepas jangan seperti ini," bentak Alvian.


Sementara itu dengan senyuman yang mengembang, Tasya melangkahkan kakinya menuju ruangan Alvian. Semua karyawan tampak membungkukkan tubuhnya saat melihat istri sang Bos datang.


Tubuh Prili terhempas...


"Al, aku minta maaf aku ingin balikkan lagi sama kamu, suami aku ternyata mengkhianati aku," seru Prili dengan deraian airmata.


Alvian tersenyum meremehkan...


"Sudah sana pergi, aku sudah tidak mau lagi melihat kamu."


Prili kembali memeluk Alvian dan bersamaan dengan Tasya membuka pintu ruangan Alvian. Tasya terbelalak melihat seorang wanita yang memeluk suaminya itu, dadanya terasa panas dan dengan cepat Tasya menjambak rambut Prili sehingga Prili melepaskan pelukkannya.


"Berani-beraninya kamu peluk-peluk suami orang," seru Tasya.


"Aw, sakit lepaskan. Siapa sih kamu?" bentak Prili.


Tasya menghempaskan tubuh Prili dengan geramnya, sedangkan Alvian melongo melihat kelakuan istrinya yang berubah menjadi buas itu.


"Hei, bukannya kamu Tasya wanita yang tidak diinginkan oleh Alvian, ngapain kamu kesini?"


"Aku istri sahnya dia, jadi aku berhak datang kesini," bentak Tasya.


"Tapi Alvian membenci kamu dan tidak memginginkan kamu, asalkan kamu tahu Alvian itu hanya mencintaiku," sahut Prili dengan bangganya.


"Percaya diri sekali anda, itu dulu tapi sekarang Mas Alvian hanya mencintaiku seorang," seru Tasya.


"Omong kosong, sayang kamu hanya mencintaiku kan?"


Prili hendak menghampiri Alvian kembali tapi dengan sigap Tasya langsung menghalanginya dan itu membuat Alvian mengulum senyumnya.


"Mau apa kamu?" seru Tasya.


Tasya langsung mendorong tubuh Prili hingga tersungkur ke lantai.


"Aw, sayang lihat wanita j***** itu sudah berani bersikap kasar sama aku," rengek Prili.


"Cih drama queen," cibir Tasya.


Tasya mendorong tubuh Alvian sehingga Alvian terduduk di kursi kerjanya dan dengan manjanya Tasya duduk di pangkuan Alvian. Tasya langsung mencium bibir Alvian dengan rakusnya, tentu saja Alvian membalasnya dengan senang hati.


Prili melongo, dengan kesal dan jengkelnya akhirnya Prili lebih memilih pergi. Setelah Prili pergi, Tasya hendak melepaskan ciumannya tapi Alvian menahannya bahkan saat ini tangan Alvian sudah nakal kemana-mana.


Plaaakkk...


Tasya memukul tangan Alvian dengan kerasnya..


"Aw sakit sayang."


"Makannya tangannya jangan nakal."


"Sayang, adik aku sudah bangun ini bagaimana?" seru Alvian.


"Bodo..."


Tasya beranjak dari pangkuan Alvian, disaat Tasya hendak meninggalkan ruangan itu, dengan cepat Alvian menggendong tubuh Tasya dan membawanya ke ruangan tempat dia istirahat.


"Hei, turunkan aku."


"Sudah terlanjur bangun sayang, kamu harus tanggung jawab dan menidurkannya kembali."


Tasya hanya bisa pasrah, dia tahu apa yang akan Alvian lakukan dan melawan pun percuma.

__ADS_1


***


Waktu pun berjalan dengan cepat, hati ini adalah hari dimana pasangan Alvian-Tasya dan pasangan Vano-Cherry berangkat honeymoon ke Turkie tidak lupa Alta pun ikut.


Sebenarnya Alta mau-mau saja kalau ditinggal dengan Oma dan Opanya tapi Alvian dan Tasya merasa tidak tenang kalau harus meninggalkan anak mereka makannya mereka memutuskan membawa Alta.


Setelah menempuh perjalanan yang sangat panjang, akhirnya kedua pasangan itu sampai di Turkie. Mereka langsung menuju hotel untuk istirahat karena mereka sudah sangat kelelahan.


Tasya langsung ke kamar mandi karena dari tadi dia sudah menahan ingin buang air kecil dan disaat Tasya keluar ternyata Alvian dan Alta sudah tepar, bahkan tangan Alvian dijadikan bantal oleh Alta.


Tasya tersenyum, hatinya menghangat melihat pemandangan yang sangat indah itu. Tasya pun naik ke atas tempat tidur dan bergabung dengan keduanya. Tasya menutup tubuh mereka dengan selimut dan terakhir mencium kening keduanya.


"Selamat tidur, pria-pria kesayanganku," gumam Tasya.


Tasya pun menyusul keduanya menuju alam mimpinya.


***


Keesokkan harinya...


Tasya masih setia memejamkan matanya, sedangkan Alvian dan Alta sudah bangun dan sekarang keduanya sama-sama posisi tengkurap dan kedua tangan mereka menopang wajah masing-masing memperhatikan wanita cantik dihadapan mereka.


"Mommy Alta cantik kan, Daddy," seru Alta.


"Cantik banget."


"Kalau Alta sudah besar nanti, Alta akan mencari istri yang kaya Mommy. Cantik, pinter, tangguh, dan kuat."


"Apa Alta menyayangi Mommy?" tanya Alvian.


"Sangat Daddy, Mommy adalah nyawa Alta. Apa Daddy tahu, Mommy sangat hebat karena selama ini Mommy berjuang membesarkan Alta dan membahagiakan Alta seorang diri."


Hati Alvian merasa tercubit dengan ucapan Alta, Alvian pun memeluk Alta dan menciuminya.


"Maafkan Daddy, sayang. Daddy sudah membuat kalian memderita, Daddy janji mulai sekarang Daddy yang akan jagain kalian berdua," seru Alvian.


Tiba-tiba Tasya meregangkan kedua tangannya dan perlahan membuka matanya dan terlihat kedua pria kesayangannya sudah menatapnya dengan senyuman.


"Good morning Mommy," seru Alta dan Alvian bersamaan.


Keduanya langsung menciumi wajah Tasya sehingga membuat Tasya terkekeh karena kegelian.


Keluarga kecil itu sangat bahagia dan menikmati momen kebersamaan mereka, begitu pun dengan Vano dan Cherry mereka sangat bahagia seperti halnya Tasya dan Alvian.


.


.


.


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen


TERIMA KASIH


LOVE YOU

__ADS_1


__ADS_2