ANAK GENIUS : MELAHIRKAN ANAK CEO

ANAK GENIUS : MELAHIRKAN ANAK CEO
Pesta Kebahagiaan


__ADS_3

.


.


.


.


.


Tasya melepaskan pungutannya karena dirasa pasokan oksigennya sudah mulai menipis. Tasya dan Alvian saling menatap satu sama lain.


"Aku baru menyadarinya kalau aku sangat mencintaimu, Tasya."


Tasya hanya diam tidak bicara sedikit pun, sebenarnya Tasya juga sudah mulai mencintai Alvian tapi perasaannya belum yakin, mungkin masih butuh waktu untuk Alvian bisa membuktikannya.


Tasya beranjak dari pangkuan Alvian dan melangkahkan kakinya keluar tempat shooting, Tasya ingin sedikit menormalkan detak jantunhnya.


Tasya duduk disalah satu kursi, tapi Tiba-tiba Alvian pun duduk disampingnya.


"Mas, kenapa sih ngikutin aku?" ketus Tasya.


"Kok galak lagi sih, barusan saja cium-cium."


"Apaan sih Mas, malah dibahas lagi. Sudah tahu barusan aku cuma ingin membuktikan saja kalau kamu itu memang suami aku," sahut Tasya.


Tanpa sadar Tasya sudah mengakui kalau Alvian adalah suaminya dan itu membuat Alvian merasa senang.


"Kirain kamu ga bakalan menganggap aku di depan orang-orang," seru Alvian pura-pura sedih.


"Kamu juga nyebelin tahu Mas, ngapain tadi pakai ingin menggantikan Miko segala, ga lihat apa tadi semua crew wanita dan para artis lain ngelihatin tubuh kamu dengan laparnya, pasti kamu sengaja kan mau membuat semua wanita terpesona sama tubuhmu itu, dasar tukang pamer," gerutu Tasya.


Alvian menahan tawanya mendengar ocehan Tasya yang malah membuat Alvian semakin gemas. Alvian tahu kalau sebenarnya Tasya itu sedang cemburu.


"Kamu cemburu?" goda Alvian.


"Ya iyalah, mana ada istri yang tidak cemburu kalau semua wanita ngelihatin suaminya kaya gitu," ceplos Tasya.


Tasya tersadar dengan ucapannya dan seketika menutup mulutnya. Pecah sudah tawa Alvian, akhirnya Tasya mengakui juga kalau Alvian suaminya.


"Ih nyebelin malah ketawa."


Tasya terus saja memukul Alvian karena merasa kesal sudah ditertawakan, hingga akhirnya Alvian menangkap tangan Tasya.


"Sudah ampun sayang, jangan pukul lagi."


"Makannya jangan ketawain aku terus."


"Habisnya kamu lucu, marah-marah seperti itu malah tambah cantik. Berarti kamu setuju dong kalau kita adakan resepsi pernikahan kita? biar semua orang tahu kalau kita itu pasangan suami istri, biar kamu tidak ada yang deketin dan godain."


Tasya tampak menundukkan kepalanya dan mengangguk pelan. Alvian senang dan langsung menarik Tasya ke dalam dekapannya.


"Akhirnya, terima kasih sayang."


Tasya diam-diam tersenyum dalam pelukkan Alvian.


***


Waktu pun berjalan dengan cepat, semenjak kejadian itu hubungan Alvian dan Tasya sedikit demi sedikit mulai membaik dan tepat hari ini Tasya dan Alvian sepakat untuk mengadakan resepsi pernikahan mereka yang sebenarnya sudah sangat telat.

__ADS_1


Tidak hanya itu, ternyata semuanya juga sepakat kalau Vano dan Cherry akan melangsungkan akad nikah di pagi hari dan malamnya Vano dan Alvian sama-sama melakukan resepsi ditempat yang sama.


Bukan tanpa Alasan, Mama Elis dan Papa Bakrie sebenarnya ingin mengadakan resepsi pernikahan masing-masing puteranya tapi Vano dan Alvian menolak dengan alasan supaya tidak membuang-buang waktu dan Tasya serta Cherry pun menyetujuinya.


"Wah, kamu cantik banget Cherr."


"Ah kamu bisa saja Sya."


"Akhirnya sahabatku ini melepas masa lajangnya," goda Tasya.


"Aku ga nyangka Sya, kalau akhirnya bakalan berjodoh dengan Mas Vano. Padahal pada awalnya aku sangat membencinya karena sikapnya yang dingin dan cuek tapi lama-kelamaan cinta itu pun tumbuh, dan aku sangat kaget kita baru saja kenal tapi Mas Vano sudah melamar aku dan langsung mengajakku menikah."


"Kita tidak tahu jodoh itu datangnya kapan dan pada siapa berlabuh."


Ceklek...


"Mommy, Aunty, kok malah bergosip sih ayo cepetan turun, Paman Vano sama Daddy sudah menunggu dibawah," celetuk Alta.


Tasya dan Cherry pun tersenyum...


"Yuk Cherr, kita turun," ajak Tasya.


Tasya pun menggandeng Cherry ke bawah, dua wanita cantik yang sangat beruntung mendapatkan pria tampan dan kaya, yang pastinya membuat semua wanita iri kepada mereka.


Vano dan Alvian tampak tidak berkedip menatap wanitanya masing-masing. Sesampainya dibawah, Cherry langsung duduk disamping Vano untuk melaksanakan ijab kabul begitu pun dengan Tasya yang sudah duduk di samping Alvian yang saat ini menatap Tasya dengan senyumannya.


"Mommy cantik banget hari ini," seru Alta sembari mencium pipi Tasya.


"Iya, Mommy cantik banget," sambung Alvian dan ikut mencium pipi Tasya juga membuat Tasya melotot.


"Mas, malu banyak orang," bisik Tasya.


Tasya hanya mendelikkan matanya dan kembali fokus melihat ke arah Vano dan Cherry. Vano mengucapkan ijab kabul dengan sangat lancar.


"Akhirnya Kak Vano dan Cherry sudah sah juga menjadi pasangan suami istri, aku sangat bahagia," gumam Tasya.


***


Malam pun tiba...


Disebuah hotel mewah berbintang lima, kedua pasangan itu mengadakan resepsi pernikahan mereka. Tasya dan Cherry tampak sangat cantik dengan gaun putih yang sangat indah dengan mahkota di kepala mereka.


Semua tamu menatap takjub kepada kedua pasangan itu, sungguh pasangan yang sangat serasi. Senyuman tidak pernah luntur di wajah kedua pasangan itu.


"Kamu cantik banget malam ini," bisik Vano.


Cherry hanya tersenyum dengan wajah yang memerah karena merasa malu membuat Vano merasa gemas.


Cup...


Vano mencium sekilas bibir Cherry membuat Cherry terdiam mematung.


"Kita memang baru kenal, tapi aku sudah yakin kalau kamu akan menjadi pendampingku selamanya, kita bangun rumah tangga bersama-sama," seru Vano.


Mata Cherry sudah berkaca-kaca dan Cherry pun langsung memeluk Vano.


"So sweet banget sih mereka," seru Tasya.


"Ishh..ishh..ishh..kamu ya, kita juga bisa lebih romantis daripada mereka," ucap Alvian dengan memeluk Tasya dari belakang.

__ADS_1


Tasya tersenyum, kali ini dia tidak menolak pelukkan Alvian.


"Apa nanti malam, aku sudah bisa mendapatkan jatah?" bisik Alvian di telinga Tasya sehingga membuat Tasya merinding.


Tasya menatap ke arah Alvian dan Alvian pun hanya mengedipkan sebelah matanya. Tasya tampak terdiam mematung tidak tahu harus menjawab apa, dan Alvian menyadari itu.


"Jangan terlalu banyak dipikirkan, aku hanya bercanda, aku akan menunggu sampai kamu siap dan bisa menerima aku sebagai suamimu seutuhnya," seru Alvian dengan senyuman tulusnya.


Tasya menjadi sangat merasa bersalah, dia juga merasa kasihan kepada Alvian. Dengan senyuman mengembang, Tasya menghampiri Alvian yang saat ini sedang berbicara dengan rekan bisnisnya.


"Mas..."


Alvian menoleh dan meninggalkan rekan bisnisnya itu.


"Ada apa sayang?"


"Emmm..."


"Ada apa, kamu sakit?" tanya Alvian dengan memegang kening Tasya.


Tasya menggelengkan kepalanya...


"Terus kenapa?"


Tasya tersenyum...


"Kamu sudah boleh kok mendapatkan hak kamu sebagai suami," bisik Tasya malu-malu.


"Serius?"


Tasya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Terima kasih."


Alvian sangat bahagia dan langsung memeluk istrinya membuat semua orang melihat ke arah keduanya.


"Ya ampun, Daddy aku sungguh memalukan," ucap Alta dengan menepuk jidatnya sendiri.


Mama Elis dan Papa Bakrie yang duduk di samping Alta tertawa mendengar celotehan anak tampan dan menggemaskan itu.


.


.


.


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen


TERIMA KASIH


LOVE YOU

__ADS_1


__ADS_2