Antara Pak Guru Dan Pak Direktur

Antara Pak Guru Dan Pak Direktur
Part 10


__ADS_3

Ketika aku berjalan ke arah mobil pak Jimmy, aku tiba-tiba berhenti karena ada banyak sekali yang aku pikirkan. Aku ga tahu apa ini semua nyata atau tidak. Tapi ya sudahlah.


Akupun akhirnya melanjutkan langkahku dan masuk ke dalam mobil. Lalu mobilpun di jalankan.


Disaat yang bersamaan, pak Rico sampai di rumah. Namun sebelum dia masuk ke dalam rumah, pak Rico rupanya sempat melihat ke arah mobil pak Jimmy yang sudah berjalan


“Sepertinya aku mengenali mobil tadi.” Gumamnya dalam hati


“Seperti mobil Jimmy.” Gumamnya lagi


“Ah ga mungkin tadi dia ada disini, di tempat ini dan jam segini.” Pikir Pak Rico yang kemudian mengetuk pintu rumah


“Eh mas udah datang. Masuk sini mas.” Ucap kak Lucy saat mengetahui klo yang datang itu pak Rico


“Tadi ada yang datang ya?” tanya pak Rico memastikan


“Ga kok. Ga ada yang datang. Memang ada apa?” tanya kak Lucy


“Oh ga.. Ga ada apa-apa.” Sahut pak Rico


“Masa’ iya tadi aku salah ngenalin itu mobil siapa?!” gumam pak Rico dalam hati.


“Tapi ya sudahlah. Mungkin memang aku salah ngenalin.” Gunamnya lagi

__ADS_1


Sementara itu di tempat lain...


“Pak, bapak yakin dengan keputusan bapak ini?” tanyaku setelah tiba di kantor catatan sipil


“Sangat yakin. Ya udah ayo kita turun.” Ucapnya sambil membuka pintu mobil dan turun


Aku yang masih bingung dan ga yakin ini, hanya bisa termenung dalam mobil


“Tok.. Tok.. Tok..” kaca pintu mobil di ketuk pak Jimmy dan akhirnya aku membuka pintu lalu turun


Setelah aku turun, tiba-tiba tanganku digandeng oleh pak Jimmy. Lalu akupun mengikuti langkahnya sambil melihat punggungnya dari belakang


“Apakah pemilik punggung itu yang akan memberiku perlindungan?” gumamku dalam hati


“Ternyata memang benar ya klo uang itu merubah semuanya?!” pikirku dalam hati


“Nah selamat untuk kalian berdua karena kalian berdua sekarang telah resmi menjadi pasangan suami istri.” Ucap petugas catatan sipil itu


“Terimakasih pak.” Ucap pak Jimmy


Setelah semua urusan kami selesai, kamipun kembali ke kantor. Tapi saat itu perasaanku ragu mau kembali lagi ke sana.


“Pak, memang kerjaan bapak masih banyak ya?” tanyaku

__ADS_1


“Iya sayang. Tadi kan aku ninggalin rapat demi mencari kamu. Sekarang, aku mau meminta hasil laporan rapat tadi.” Jelasnya


“Maafin aku ya pak. Gara-gara aku, kerjaan bapak jadi terbengkalai.” Ucapku dengan rasa penuh penyesalan


“Ga apa-apa sayang. Ini semua bukan salah kamu. Kamu ga usah merasa menyesal seperti itu.” Ucap Pak Jimmy sambil mengelus-ngelus rambutku


“O ya satu lagi, tolong mulai sekarang, kamu jangan panggil aku bapak ya. Panggil aja mas. Gimana?” ucapnya


“Baiklah pak, eh mas.” Sahutku dan diapun tersenyum


Kamipun akhirnya sampai juga di depan gedung kantor pak Jimmy. Aku yang dari awal sudah enggan untuk kembali, hanya bisa diam dan terpaku


“Kamu kenapa sayang?” tanya pak Jimmy


“Aku takut mas.” Sahutku


“Udah.. Ga usah takut. Kan ada aku. Aku yang bakal belain kamu mulai dari sekarang.” Ucap pak Jimmy


“Ya udah yuk, kita masuk. Semakin cepat kita masuk, semakin cepat juga kita pulang.” Ucapnya


“Ya udah deh mas.” Sahutku pasrah tapi masih tetap enggan melangkahkan kaki untuk masuk ke dalam.


“Ayo sayang.” Ajaknya sambil menggandeng tanganku masuk ke dalam.

__ADS_1


Lanjut..👇


__ADS_2