Antara Pak Guru Dan Pak Direktur

Antara Pak Guru Dan Pak Direktur
Part 12


__ADS_3

“Mas, mas kok malah ketawa sih? Emang siapa Direkturnya, mas?” tanyaku lagi


“Hmm.. Begini, maaf sebelumnya klo aku belum sempat memberitahu masalah statusku di kantor ini. Sebenarnya aku ini...” ucapan pak Jimmy terpotong karena kehadiran bu Nia


“Permisi pak, maaf mengganggu, ada investor dari perusahaan X ingin bertemu dengan bapak.” Ucap bu Nia


“Ada apa mereka mencari saya, bu?” tanya pak Jimmy


“Sepertinya, ini terkait dengan pembahasan masalah proyek pembangunan di kawasan perumahan elit yang sedang kita lakukan, pak.” Jelas bu Nia


“Emangnya ada masalah dengan proyek tersebut?” tanya pak Jimmy


“Sepertinya tidak pak.” Sahut bu Nia


“Jika tidak ada masalah, lalu kenapa mereka mencari saya?” tanya pak Jimmy


“Maaf pak, saya kurang tahu juga masalah itu.” Ucap bi Nia


“Baik, klo begitu, serahkan tugas ini kepada Wakil Direktur kita, pak Doni. Ok?!” ucap pak Jimmy dengan senyuman balas dendam


“Baiklah pak. Klo begitu saya akan ke ruangan pak Doni sekarang.” Ucap bu Nia


“Ya udah sana.” Ucap pak Jimmy


“Rasakan kamu.” Gumam pak Jimmy sambil senyam-seyum sendiri dan disaat yang bersamaan...


“Hatchi...” pak Doni bersin


“Hadeuh... Kenapa lagi nih?! Firasatku kok ga enak kaya’ begini?!” Gumam pak Doni di ruangannya


Sementara itu...


“Mas, ada apa?” tanyaku


“Tidak ada apa-apa.” Sahutnya

__ADS_1


“Terus pertanyaanku gimana? Siapa memang Direktur di sini?” tanyaku lagi mengulangi pertanyaan yang sama


“Hmm.. Itu.. Begini, sebenarnya yang jadi Direktur di kantor ini itu aku, sayang.” Ucapnya perlahan-lahan


“Ja.. Ja.. Jadi, mas itu Direktur di kantor ini? Trus, jadi, aku barusan udah di nikahin sama seorang Direktur. Iya?” tanyaku yang masih ga percaya


“Iya.” Sahutnya singkat


“Mas, mas kok ga ngasih tahu aku sih masalah identitas mas di kantor ini?” tanyaku


“Bukan aku ga mau ngasih tahu kamu sayang, tapi aku belum sempat. Maafkan aku.” Jelasnya sambil duduk di depanku dan menggenggam tanganku


“Tapi mas, kenapa? Kenapa mas mau berkorban untuk perempuan seperti aku? Bahkan sampai mas mau menikahiku?” tanyaku heran


“Karena aku mencintaimu. Apakah alasan itu sudah cukup?” tanyanya


“Tapi mas, aku...” ucapanku terpotong oleh pak Jimmy


“Iya aku tahu sayang. Hatimu belum bisa menerimaku kan?! Aku tidak apa-apa. Aku akan setia menunggumu sampai kapanpun kamu akhirnya membuka hatimu untukku.” Ucap pak Jimmy


“Udah.. Tidak apa-apa. Ayo sekarang kita pulang.” Ajaknya


“Memang pekerjaan mas sudah selesai?” tanyaku


“Sudah kok. Ayo kita pulang sekarang.” Ajaknya dan akupun mengangguk


Sementara ditempat lain dan di waktu yang sama...


“Saya ke sini tuh ingin bertemu dengan Direktur kalian karena saya ada urusan pribadi dengannya.” Ucap investor itu yang ternyata seorang wanita cantik


“Maaf bu, Direktur kami sedang tidak ada ditempat. Jika anda memang ada yang perlu disampaikan, anda bisa menyampaikan pada saya atau pada pak wakil Direktur.” Ucap bu Nia


“Wakil Direktur? Dimana orangnya?” tanyanya ketus


“Tunggu sebentar bu.” Ucap bu Nia

__ADS_1


Setelah beberapa saat...


“Bu, ini wakil Direktur kami, pak Doni.” Ucap bu Nia memperkenalkan pak Doni


“Oh, jadi anda ini wakil Direktur di sini?” tanyanya


“Iya bu, saya wakil Direktur di sini.” Sahut pak Doni sopan


“Begini, tolong sampaikan pada Direktur kalian klo saya, vanya, ingin mengajukan diri untuk menjadi calon istri Direktur kalian. Jika sampai Direktur kalian tidak menerima saya sebagai calon istrinya, maka kerjasama kita lebih baik di batalkan saja.” Ucap investor itu mengancam, sontak membuat pak Doni dan Bu Nia selaku orang yang tahu jelas dengan status Direktur mereka pun hanya bisa saling pandang


“Tapi bu, Direktur kami sudah..” ucapan bu Nia dipotong oleh ibu Vanya


“Ga ada tapi-tapian. Pokoknya saya ga mau tahu. Tolong sampaikan hal ini pada bos kalian berikut dengan konsekuensinya.” Ucap bu Vanya tegas lalu pergi begitu saja


“Pak, ini gimana? Apa yang harus kita lakukan?” tanya bu Nia kebingungan


“Saya sendiri juga bingung bu. Bagaimana jadinya jika investor kita yang satu itu sampai membatalkan kerjasamanya. Bisa-bisa rencana dan rancangan yang sudah kita susun selama satu tahun ini terancam gagal.” Ucap pak Doni


“Sekarang kita bagaimana?” tanya bu Nia


“Hmm.. Begini, aku bisa minta tolong ga?! Tolong ibu cari tahu latar belakang dan kelemahan dari investor kita itu dan tolong berikan laporannya pada saya besok pagi.” Ucap pak Doni


“Baik pak, saya akan segera cari tahu.” Ucap bu Nia


“Bagus. O ya satu lagi, tolong sementara ini, hal tersebut jangan sampai Direktur tahu dulu.” Ucap pak Doni


“Baik pak.” Sahut bu Nia


“Ya udah, sekarang ibu boleh kembali kerja.” Ucap pak Doni dan bu Niapun langsung pergi


Kini tinggallah pak Doni seorang diri di ruangan itu. Diapun duduk dan menyandarkan kepalanya di kursi yang sedang dia duduki itu


“Ya ampun Jimmy.. Jimmy... Kamu tuh ya selalu saja buat orang pusing. Kenapa sih, wajahmu itu tampan? Kenapa juga kamu ga bagi-bagi ke aku? Aku kan juga mau kaya’ kamu ini. Diperebutkan banyak wanita cantik.” Gumam pak Doni


Lanjut..👇

__ADS_1


__ADS_2